BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Fiorentina vs Inter Milan: Menang Susah Payah Lagi

14-01-2021 01:19 | Richard Andreas

Striker Inter Milan Romelu Lukaku berusaha melewati hadangan pemain Fiorentina, Lucas Martinez Quarta, di laga 16 besar Coppa Italia 2020-21 di Artemio Franchi, Rabu (13/01/2021) malam WIB. (c) LaPresse via AP Photo Striker Inter Milan Romelu Lukaku berusaha melewati hadangan pemain Fiorentina, Lucas Martinez Quarta, di laga 16 besar Coppa Italia 2020-21 di Artemio Franchi, Rabu (13/01/2021) malam WIB. (c) LaPresse via AP Photo

Bola.net - Inter Milan butuh 120 menit untuk mengalahkan Fiorentina (2-1) dan melaju ke perempat final Coppa Italia 2020/21. Bukan cara terbaik, tapi menang tetaplah menang.

Inter unggul lebih dahulu lewat Arturo Vidal di menit ke-40, lalu Fiorentina menyamakan kedudukan di babak kedua. Meski lebih dominan, Inter baru bisa membungkus kemenangan lewat aksi Romelu Lukaku di menit ke-119, tepat di ujung laga.

Kemenangan ini begitu penting bagi Antonio Conte, tapi bukan berarti Inter tampil sangat baik. Sebaliknya, justru masalah yang sama masih terlihat, belum ada perubahan.

Inter sulit menciptakan peluang, dan dengan mudah membuangnya karena penyelesaian akhir yang buruk. Conte pun belum menyiapkan solusi.

Setidaknya ada 5 pelajaran penting dari kemenangan Inter kali ini. Apa saja? Scroll ke bawah yuk, Bolaneters!

1 dari 5 halaman

Kesulitan sendiri, susah payah lagi

Inter lagi-lagi menunjukkan masalah yang sama. Laga yang seharusnya mudah jadi sulit karena kesalahan mereka sendiri.

Nerazzurri dominan dan membawa bola, pun unggul lebih dahulu di ujung babak pertama. Namun, Inter tidak benar-benar mengunci laga, yang membuat Fiorentina berani melawan.

Masalah ini sudah berulang kali terjadi. Kadang terbalik, Inter butuh kebobolan terlebih dahulu untuk merespons dan tampil apik.

Kali ini skenarionya hampir sama, butuh gol Romelu Lukaku di menit ke-119, alias menit akhir extra time untuk menang.

2 dari 5 halaman

Minim peluang, buang peluang

Kesulitan Inter itu pun masih bersumber dari masalah yang sama. Mereka menguasai bola, tapi tidak punya gelandang kreatif yang bisa terus meladeni para penyerang.

Selain itu, begitu mendapatkan peluang, pemain seperti Lautaro Martinez dan Alexis Sanchez butuh beberapa percobaan untuk mencetak satu gol saja, keduanya tumpul.

Di laga ini Conte bermaksud mengistirahatkan Lukaku dan memberi kesempatan pada duet Lautaro-Alexis. Gagal total, Lukaku masuk di pertengahan babak kedua dan jadi penentu tepat di menit akhir.

3 dari 5 halaman

Conte masih tanpa solusi

Masalah Inter ini sudah terjadi sejak awal musim. Minim kreativitas dan striker tumpul. Conte tahu betul perkara itu, tapi masih belum bisa memberikan solusi.

Conte juga tidak punya variasi taktik. Ngotot memainkan formasi 3-5-2, padahal sudah terlalu mudah dibaca lawan.

Ketika buntu, Conte pun tidak benar-benar mencoba mengubah situasi. Pergantian pemainnya sering dikritik karena justru mempersulit situasi.

Untung kali ini dia mengambil keputusan tepat dengan memainkan Lukaku di babak kedua.

4 dari 5 halaman

Inter lolos lagi

Tak semuanya buruk. Pada akhirnya Inter berhasil menang dan lolos ke perempat final Coppa Italia, catatan istimewa untuk La Beneamata.

Opta mencatat ini adalah kali ketujuh beruntun Inter berhasil melangkah sampai perempat final. Torehan impresif, hanya perlu dimaksimalkan sampai jadi juara.

"Kualifikasi ini layak kami dapatkan dan seharusnya bisa terjadi pada 90 menit awal, sebab kami jelas punya peluang untuk memenangi pertandingan," kata Conte kepada Inter TV.

5 dari 5 halaman

Kemenangan penting sebelum tantangan besar

Bagaimanapun, kemenangan ini begitu penting bagi skuad Inter yang meraih hasil buruk pada dua pertandingan sebelumnya. Mereka takluk 1-2 dari Sampdoria dan ditahan imbang AS Roma 2-2.

Senin (18/1/2021) mendatang Inter akan menjamu Juventus pada duel alot Serie A, karena itulah kemenangan atas Fiorentina kali ini begitu penting -- meski harus diraih dengan susah payah.

Inter wajib mengalahkan Juve jika benar-benar ingin bersaing di papan atas musim ini, juga untuk menyelamatkan pekerjaan Conte.

Sumber: Bola

KOMENTAR