5 Pelajaran Duel Lazio vs AC Milan: Scudetto Jadi Rebutan Milan dan Inter Aja

Dimas Ardi Prasetya | 25 April 2022, 09:26
5 Pelajaran Duel Lazio vs AC Milan: Scudetto Jadi Rebutan Milan dan Inter Aja
Skuat AC Milan merayakan kemenangannya atas Lazio di laga pekan ke-34 Serie A 2021-22 di Stadio Olimpico, Senin (25/04/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan bangkit dari ketertinggalannya dan secara dramatis meraih kemenangan atas Lazio, Senin (25/04/2022) dini hari WIB.

Milan bertamu ke markas Lazio di Stadio Olimpico untuk menjalani laga pekan ke-34 Serie A 2021-22. Mulanya Biancocelesti sempat menggebrak dengan mencetak gol lebih dahulu pada menit keempat melalui sontekan Ciro Immobile.

Milan kemudian bekerja keras menggempur pertahanan Lazio. Usaha mereka baru berbuah manis pada menit ke-50 setelah umpan Rafael Leao dituntaskan Olivier Giroud.

Milan terus bekerja keras sampai menit akhir. Usaha mereka akhirnya berbuah manis lagi karena pada menit 90+2, Sandro Tonali sukses mencetak gol yang membuat Rossoneri unggul 1-2.

Pelajaran apa saja yang bisa dipetik dari laga tersebut? Simak ulasannya di bawah ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Immobile Ikuti Jejak Ronaldo, Messi, & Lewandowski

Ciro Immobile menjebol gawang Mike Maignan di laga Lazio vs AC Milan di Stadio Olimpico, Senin (25/04/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Ciro Immobile menjebol gawang Mike Maignan di laga Lazio vs AC Milan di Stadio Olimpico, Senin (25/04/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Seperti yang disebut sebelumnya, Ciro Immobile sukses mencetak satu gol ke gawang AC Milan. Dengan demikian, ia kini sukses mengemas 26 gol di kompetisi Serie A 2021-22.

Immobile pun melakukan hal yang sebelumnya dilakukan segelintir pemain saja. Tepatnya tiga pemain.

Mereka adalah bomber-bomber kelas wahid dunia: Cristiano Ronaldo, Lionel messi, dan Robert Lewandowski. Mereka konsisten mencetak puluhan gol tiap musimnya.

Untuk kasus Immobile ini, ia sukses mengikuti jejak ketiganya mencetak 25 gol atau lebih dalam tiga musim beruntun atau lebih. Milan butuh pemain sepertinya jika mau bicara banyak lagi di Serie A dan Liga Champions.

2 dari 5 halaman

Pergantian yang Jitu

Di laga ini, Stefano Pioli sempat membuat langkah yang membuat Milanisti bertanya-tanya. Ia menarik keluar Olivier Giroud, sang pencetak gol pertama AC Milan.

Kemudian, ia juga menarik keluar Rafael Leao. Padahal ia bisa dibilang pemain terbaik Milan. Ia yang sangat aktif mengobrak-abrik pertahanan Lazio.

Sebagai gantinya, ia memasukkan Ante Rebic untuk menggantikan Giroud, sementara Leao digantikan Saelemaekers. Pioli juga memasukkan Zlatan Ibrahimovic untuk menggantikan Brahim Diaz dan Rade Krunic menggantikan Junior Messias.

Pergantian ini ternyata terbukti jitu. Rebic dan Ibrahimovic ikut berperan atas terjadinya gol Tonali.

Masuknya Rebic dan Ibrahimovic pantas diragukan. Sebab nama pertama sebelumnya mengalami cedera dan absen saat melawan Inter Milan sehingga diyakini tak sepenuhnya fit, sementara Ibrahimovic dalam sejumlah laga gagal memberikan dampak positif bagi Milan ketika dimasukkan ke lapangan.
Perjudian kali ini berhasil. Entah ke depannya.

3 dari 5 halaman

Ulang Kesuksesan Musim 2004-05

Duel Ciro Immobile dengan Fikayo Tomori di laga Lazio vs AC Milan di Stadio Olimpico, Senin (25/04/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Duel Ciro Immobile dengan Fikayo Tomori di laga Lazio vs AC Milan di Stadio Olimpico, Senin (25/04/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Kemenangan ini membuat AC Milan menyapu bersih tiga laga terakhirnya melawan Lazio pada musim 2021-22 ini. Rinciannya, dua laga di Serie A dan satu di Coppa Italia.

Di putaran pertama Serie A di San Siro, Milan berhasil menjegal Lazio dengan skor 2-0. Kedua gol Rossoneri dicetak oleh Rafael Leao dan Zlatan Ibrahimovic.

Kemudian di Coppa Italia, Milan menang telak 4-0. Gol-gol Rossoneri dicetak Leao, Olivier Giroud (brace), dan Franck Kessie.

Ini membuat Milan mengulang raihan yang sama pada musim 2004-05 silam. Rossoneri saat itu masih dilatih oleh Carlo Ancelotti. Para pemainnya masih kelas dunia macam Andriy Shevchenko, Paolo Maldini, Jaap Stam, Kaka, hingga Dida.

4 dari 5 halaman

Scudetto Jadi Rebutan Milan dan Inter Aja?

Belakangan ini, perburuan Scudetto mengerucut ke tiga tim. Selain Inter Milan dan AC Milan, ada nama Napoli.

Uniknya sempatnya gagal tampil konsisten. Perjalanan mereka turun naik seperti roller coaster.

Milan dan Inter bisa mengatasi hal tersebut dengan cukup baik belakangan ini. Tapi tidak demikian dengan Napoli. Mereka terpeleset dalam tiga laga terakhirnya secara beruntun.

Napoli dikalahkan oleh Fiorentina 3-2 dan imbang lawan AS Roma 1-1. Terbaru mereka dijegal Empoli dengan skor 3-2 juga.

Sekarang ini Napoli mengoleksi 67 angka dari 34 laga. Mereka terpaut lima angka dari Inter Milan di posisi kedua, yang punya tabungan satu laga. Dengan Milan mereka tertinggal tujuh angka.

Dengan empat laga tersisa, peluang Napoli untuk meraih Scudetto cukup tipis. Jadi kini kecuali ada roller coaster lagi, perburuan gelar juara Serie A akan jadi milik AC Milan dan Inter Milan saja.

5 dari 5 halaman

Milan Segel Tiket ke Liga Champions

Sandro Tonali merayakan golnya di laga Lazio vs AC Milan di laga pekan ke-34 Serie A 2021-22 di Stadio Olimpico, Senin (25/04/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Sandro Tonali merayakan golnya di laga Lazio vs AC Milan di laga pekan ke-34 Serie A 2021-22 di Stadio Olimpico, Senin (25/04/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Usai menghajar Lazio, AC Milan kini mengoleksi 74 angka dari 34 pertandingan. Mereka pun naik ke pucuk klasemen Serie A untuk sementara ini.

Kemenangan itu tak cuma membuat mereka masih bisa bersaing merebut gelar Scudetto. Namun kemenangan itu membuat Milan menyegel tiket ke Liga Champions musim depan.

Secara matematis, Milan memang sudah aman di zona empat besar. Perolehan poin mereka tak bakal bisa dikejar AS Roma yang ada di posisi lima, yang sebelumnya ditekuk Inter Milan dengn skor 3-1.

Sekarang ini Roma mengoleksi 58 angka dari 34 laga. Artinya ada selisih 16 poin antara keduanya. Dengan empat laga tersisa, sudah mustahil bagi Roma mengejar perolehan poin Rossoneri.

Hasil ini merupakan merupakan target Milan sedari awal musim. Bagusnya ini diraih dengan kompetisi yang tersisa sekitar satu bulan saja.

(Bola/Opta)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR