5 Pelajaran Cagliari vs Juventus: Apakah Bianconeri Masih Punya Harapan?

Yaumil Azis | 10 April 2022, 06:31
5 Pelajaran Cagliari vs Juventus: Apakah Bianconeri Masih Punya Harapan?
Aksi penyerang Juventus, Dusan Vlahovic, dalam laga lanjutan Serie A melawan Cagliari yang digelar pada Minggu (10/4/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Kemenangan penting berhasil direbut Juventus dari markas Cagliari. Laga pekan ke-32 Serie A yang digelar di Sardegna Arena tersebut, Minggu (10/4/2022) dini hari tadi berhasil dimenangkan dengan skor 2-1.

Juventus sempat tertinggal lebih dulu setelah Joao Pedro berhasil mencetak gol di menit ke-10. Namun berkat aksi Matthijs de Ligt dan Dusan Vlahovic, Bianconeri berhasil melenggang keluar dari markas Cagliari dengan tiga poin.

Ada lima pelajaran menarik yang bisa dipetik dari kemenangan Juventus atas Cagliari. Simak informasi selengkapnya dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

Juan Cuadrado dan Kebimbangannya

Selebrasi Juan Cuadrado usai mencetak gol dalam laga Juventus  vs Sampdoria, Rabu (19/1/2022) (c) La Presse via AP Photo

Selebrasi Juan Cuadrado usai mencetak gol dalam laga Juventus vs Sampdoria, Rabu (19/1/2022) (c) La Presse via AP Photo

Cuadrado terlihat apik pada pertandingan kali ini. Berkali-kali pria berkebangsaan Kolombia tersebut mengacak-acak area Cagliari dari sisi kanan penyerangan Juventus dan membuat Charalampos Lykogiannis kewalahan.

Dalam hal menggiring bola dan melewati pemain lawan, hanya sedikit yang bisa menandingi Cuadrado di Serie A musim ini. Masalahnya, Cuadrado tidak memiliki pembuatan keputusan yang cukup baik.

Itulah mengapa asisnya untuk De Ligt membuat banyak orang terkejut. Dalam beberapa kesempatan, Cuadrado lebih sering melepaskan tembakan yang berujung diblokade pemain lawan saat rekan setimnya berada di ruang kosong.

2 dari 5 halaman

Matthijs de Ligt, Sang Kapten Masa Depan

Pemain Juventus, Matthijs de Ligt (kanan). (c) AP Photo

Pemain Juventus, Matthijs de Ligt (kanan). (c) AP Photo

Wacana pemberian ban kapten kepada Matthijs de Ligt ramai dibicarakan belakangan ini. Terutama setelah rumor yang menyebutkan bahwa De Ligt bakal pindah di bursa transfer musim panas nanti santer terdengar di kalangan Juventini.

De Ligt cukup pantas untuk mengemban tugas tersebut. Ia memiliki kualitas dan kemampuan memimpin lebih baik dari beberapa pemain Juventus saat ini. Bahkan mungkin setara dengan Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci.

Toh, De Ligt pernah memiliki pengalaman serupa ketika masih memperkuat Ajax Amsterdam. Dari pemain yang dianggap flop dan kini menjadi sosok andalan di Juventus, ini membuktikan progres pesat dari De Ligt.

3 dari 5 halaman

Duh, Dybala Bikin Galau!

Winger Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo

Winger Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo

Harus diakui, penampilan Dybala pada pertandingan kali ini patut mendapatkan apresiasi tinggi. Pemain asal Argentina itu menjadi penyambung antara lini tengah dan depan serta beberapa kali menebar ancaman ke gawang Cagliari.

Dybala menjadi dalang utama keberhasilan Dusan Vlahovic mencetak gol di babak kedua dengan sumbangsih asisnya. Ini seperti membuktikan bahwa keputusan Bianconeri untuk tidak memperpanjang masa abdinya adalah salah.

Akan tetapi, penampilan apik ini tidak menghapus performa buruk dan rekor cedera yang dimiliki oleh Dybala. Tidak bisa dimungkiri juga kalau dia inkonsisten. Sungguh, Dybala bikin banyak orang menjadi dilema.

4 dari 5 halaman

Empat Besar Digenggam Erat

Dua bek Juventus, Matthijs de Ligt dan Giorgio Chiellini, dalam laga lanjutan Serie A melawan Cagliari yang digelar di Sardegna Arena hari Minggu (10/4/2022). (c) Juventus FC

Dua bek Juventus, Matthijs de Ligt dan Giorgio Chiellini, dalam laga lanjutan Serie A melawan Cagliari yang digelar di Sardegna Arena hari Minggu (10/4/2022). (c) Juventus FC

Tambahan tiga poin membuat Juventus semakin kokoh di empat besar klasemen sementara Serie A. Mereka berada di peringkat keempat dan sudah mengantongi 62 angka sejauh ini.

Juventus bisa bernafas lega, karena para pesaingnya sedang tertinggal jauh. Peringkat kelima sedang dihuni oleh AS Roma dengan koleksi 54 poin. Jadi, ada jarak delapan poin di antara kedua tim tersebut.

Tentu, jarak tersebut masih bisa terpangkas pada pekan ke-32 ini. Pasalnya Roma baru akan bermain pada Minggu (10/4/2022) malam WIB dengan Salernitana sebagai lawannya. Tapi paling tidak, jarak yang cukup jauh ini menandakan bahwa Juventus takkan tergeser dari empat besar dalam waktu dekat.

5 dari 5 halaman

Masih Boleh Berharap Juventus Juara?

Selebrasi pemain Juventus setelah Paulo Dybala (kiri) mencetak gol ke gawang Salernitana dalam laga lanjutan Serie A, Minggu (20/3/2022). (c) AP Photo

Selebrasi pemain Juventus setelah Paulo Dybala (kiri) mencetak gol ke gawang Salernitana dalam laga lanjutan Serie A, Minggu (20/3/2022). (c) AP Photo

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, berulang kali menolak wacana timnya keluar sebagai juara Serie A musim ini. Wacana itu sendiri muncul karena Juventus tidak terpaut terlalu jauh dari pemuncak klasemen saat ini, AC Milan.

Secara hitung-hitungan, mereka sangat mungkin merebut puncak klasemen dan keluar sebagai juara. Sebab Serie A masih menyisakan enam pekan untuk dimainkan. Lantas, apakah bisa berharap Juventus keluar sebagai juara?

Berharap itu ada bayarannya, loh. Tebusannya berupa rasa kecewa yang mendalam. Juventus perlu tampil konsisten di sisa pekan ini sembari berharap tiga tim teratas tergelincir lebih dari satu kali. Sepertinya cukup mustahil, ya?

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR