BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

18 Bulan Melatih AC Milan, Gattuso Mengaku tak Bisa Tidur

27-05-2019 08:35 | Asad Arifin

Gennaro Gattuso mengaku sulit tidur sejak menjadi pelatih AC Milan (c) AFP Gennaro Gattuso mengaku sulit tidur sejak menjadi pelatih AC Milan (c) AFP

Bola.net - Gennaro Gattuso mengaku mendapatkan tekanan yang cukup tinggi sejak menjadi pelatih AC Milan tahun 2017 lalu. Bahkan, pelatih berusia 42 tahun tersebut mengaku sampai kesulitan untuk tidur.

Gattuso resmi menjadi pelatih AC Milan pada November 2017 yang lalu. Saat itu, mantan gelandang timnas Italia menggantikan posisi yang sebelumnya diemban oleh Vincenzo Montella. Gattuso sebelumnya melatih di tim Milan U-19.

Pada laga debutnya, Gattuso membawa Milan menang dengan skor 2-1 atas Bologna di laga Serie A.

Pada akhir musim 2017/18, Gattuso membawa Milan duduk di posisi ke-6 klasemen akhir Serie A. Milan meraih 64 poin dan lolos ke Liga Europa. Gattuso pun dipercaya kembali jadi pelatih pada musim 2018/19 ini.

Pada musim ini, Gattuso membawa AC Milan duduk di posisi kelima klasemen akhir Serie A. Rossoneri mendapatkan 68 poin. Dari segi posisi dan jumlah poin, tentu saja sedikit lebih baik dibanding pada musim sebelumnya.

Apa yang terjadi dengan Gattuso usai berakhirnya musim 2018/19? "Saya hampir tidak bisa tidur dalam 18 bulan terakhir. Secara mental saya hancur berkeping-keping dan itu adalah hal yang harus saya pertimbangkan," ucap Gattuso kepada DAZN.

Apakah ini tanda Gattuso akan pindah dari AC Milan musim depan? Simak di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 1 halaman

Terlalu Banyak Tekanan

Gennaro Gattuso tidak ingin terlalu jauh membahas masa depannya di AC Milan. Dia akan menunggu evaluasi dari manajemen klub atas pekerjaan yang sudah dilakukan. Namun, secara umum Gattuso mengaku cukup puas dengan apa yang dicapai.

Saya tidak tahu apakah kami bisa meraih lebih dari 68 poin yang kami sudah dapatkan musim ini. Saya rasa itu akan sangat sulit," ucap mantan pelatih Pisa tersebut.

Sementara, Gattuso merasa cukup lelah usai menyelesaikan musim 2018/19. Dia mengaku mendapatkan beban yang sangat tinggi. Pasalnya, dengan status sebagai legenda AC Milan, dia dituntut membawa Milan kembali pada era kejayaan, seperti saat Gattuso masih bermain.

"Saya merasa sejarah terlalu hebat dengan klub ini, saya merasa ada tekanan yang lebih besar dari yang harusnya saya dapatkan," ucap Gattuso, sosok yang memberi dua gelar juara Liga Champions pada AC Milan sebagai pemain.

Dengan berada di posisi ke-5 klasemen akhir musim 2018/19, maka Milan hanya akan bermain di Liga Europa pada musim depan. Tentu saja ini tidak sesuai dengan target manajemen yang ingin lolos ke Liga Champions dengan berada di empat besar.

KOMENTAR