BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

14 Pemain Juventus yang Mungkin Terlupakan: Top Skor Serie A hingga Pemain Korea Utara

14-12-2020 15:24 | Asad Arifin

Ciro Immobile (c) AFP Ciro Immobile (c) AFP

Bola.net - Juventus punya sejarah panjang di pentas Serie A. Sembilan musim terakhir, tidak ada klub Serie A lain yang mampu merebut gelar scudetto dari tangan Si Nyonya Tua.

Juventus juga kental dengan banyak pemain bintang. Sejak 2018 lalu, Juventus diperkuat salah satu pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo. Dia menjadi transfer paling mahal dalam sejarah klub.

Selain Ronaldo, ada juga nama pemain top lain. Alessandro Del Pierro, Gianluigi Buffon, Pavel Nedved, Claudio Marchisio, hingga Fabio Cannavarro pernah membela klub asal Turin.

Di balik gemerlap dan melegendanya nama-nama di atas, ada pula pemain top yang terabaikan di Juventus. Simak daftar 14 pemain yang mungkin terlupakan pernah membela Juventus di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 14 halaman

1. Ciro Immobile

Musim lalu, bomber Lazio ini menjadi top skor Serie A. Bukan hanya itu, dengan 36 gol dari 37 laga, Ciro Immobile juga sukses menyabet gelar Sepatu Emas Eropa alias top skor di Eropa.

Nama Immobile mencuat ketika bermain di Torino pada 2013/2014 lalu. Dia kemudian dibeli Dortmund. Gagal di Bundesliga, Immobile tampil konsisten sejak pindah ke Lazio pada Januari 2016 silam.

Immobile sendiri pernah bermain di Juventus sejak 2008 hingga dilepas pada 2013. Dia hanya memainkan delapan menit laga Serie A untuk Juventus.

2 dari 14 halaman

2. Nicolas Anelka

Karir Nicolas Anelka identik dengan klub-klub asal Inggris. Sebab, dia pernah bermain untuk Arsenal, Liverpool, Manchester City, hingga Chelsea. Namun, dia juga pernah membela Juventus.

Nicolas Anelka bermain untuk Juventus pada 2013 dengan status pinjaman dari Shanghai Shenhua. Pria asal Prancis itu hanya memainkan dua laga Serie A bersama Juventus, tanpa mencetak gol.

“Saya telah memutuskan untuk menerima Juve karena ini adalah klub yang hebat, dengan sejarah yang bagus dan juga karena mereka memimpin Serie A," kata Anelka kala itu.

3 dari 14 halaman

3. Manolo Gabbiadini

Manolo Gabbiadini punya karir yang bagus di sepak bola Italia. Namanya mulai diperhitungkan sebagai penyerang muda berbakat saat bermain apik untuk Sampdoria pada 2013/2014 silam. Dia kemudian pindah ke Napoli.

Sempat membela Southampton, sejak Januari 2019 dia kembali membela Sampdoria.

Gabbiadini tanpa diduga pernah menjadi pemain Juventus. Dia dibeli pada 2012 dengan harga 11 juta euro dari Atalanta. Akan tetapi, Gabbiadini tak pernah masuk tim utama Juventus karena dipinjamkan ke Bologna.

4 dari 14 halaman

4. Lucio

Lucio adalah bagian dari kisah sukses Inter Milan pada musim 2009/2010. Di bawah kendali Jose Mourinho, Inter Milan mampu meraih treble winner pada musim itu dengan juara Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Lucio juga identik dengan dua klub Bundesliga: Bayern Munchen dan Bayer Leverkusen.

Namun, Lucio meneken kontrak dua tahun dengan Juventus pada 2012 silam. Namun, cedera dan performa yang tidak konsisten membuatnya tenggalam. Dia kalah bersaing dengan Trio BBC.

5 dari 14 halaman

5. Armand Traore

Armand Traore sempat diprediksi bakal menjadi bek kiri tangguh seperti Ashley Cole dan Gael Clichy di Arsenal. Juventus lantas meminjamnya dari Arsenal pada musim 2010/2011.

Armand Traore memakai nomor punggung 17, yang identik dengan David Trezeguet. Namun, dia gagal memenuhi ekspektasi selama berada di Turin. Saat kembali ke Arsenal, dia juga gagal tampil memikat.

Armand Traore kini berstatus tanpa klub.

6 dari 14 halaman

6. Benedikt Howedes

Benedikt Howedes punya karir yang gemilang di Jerman. Dia adalah pilar timnas Jerman untuk waktu yang lama. Howedes juga membawa Jerman menjadi juara Piala Dunia 2010 silam.

Di level klub, Howedes identik dengan Scahlke. Dia bermain untuk The Royal Blues sangat lama. Pada 2017, dia bergabung dengan Juventus dengan status pinjaman. Namun, gagal mencatat jejak istimewa.

Howedes hanya memainkan tiga laga di Serie A.

7 dari 14 halaman

7. Eljero Elia

Eljero Elia sempat disebut bakal menjadi pilar penting timnas Belanda di masa depan saat tampil apik untuk Tweente pada 2008/2009. Dia turut membela Belanda di Piala Dunia 2010 dan mencapai final.

Juventus membeli Eljero Elia pada Agustus 2011 dengan harga 9 juta euro dari Hamburg SV. Namun, Eljero Elia gagal menembus tim utama. Dia hanya memainkan empat laga di Serie A.

Eljero Elia kemudian dilepas ke Werder Bremen pada 2012 dengan harga 5.5 juta euro.

8 dari 14 halaman

8. Antonio Candreva

Sebelum menjadi andalan Inter Milan pada 2016 hingga 2020, nama Antonio Candreva identik dengan Lazio. Candreva menjadi kapten tim dan salah satu pemain yang digemari suporter Lazio.

Candreva pernah membela banyak klub Serie A lainnya. Salah satunya Juventus. Candreva bermain untuk Juventus setengah musim saja, pada 2009/2010. Dia mencetak dua gol dari 16 laga di Serie A.

Candreva kini bermain untuk Sampdoria.

9 dari 14 halaman

9. Olof Mellberg

Juventus punya banyak nama besar di posisi bek tengah dalam sejarah klub. Tak mengherankan jika nama Olof Mellberg dengan mudah mungkin terlupakan di kalangan fans Juventus.

Olof Mellberg punya reputasi yang bagus di negaranya, Swedia. Dia adalah pemain tetap di timnas dan salah satu yang terbaik. Akan tetapi, dia hanya satu musim di Juventus yakni musim 2008/2009.

Olof Mellberg kemudian pindah ke Olympiakos pada musim 2009/2010.

10 dari 14 halaman

10. Neto

Neto (c) AFP Neto (c) AFP

Gianluigi Buffon telah menjadi kiper utama Juventus untuk waktu yang lama. Banyak kiper top yang kemudian hanya menjadi pelapis dan namanya terlupakan begitu saja. Salah satunya adalah Neto.

Neto memainkan dua musim yang gemilang di Fiorentina pada 2013 hingga 2015. Dia kemudian pindah ke Juventus dengan harapan bisa menggeser posisi Buffon. Akan tetapi, Neto tetap menjadi kiper kedua.

Dua musim bersama Juventus, Neto hanya memainkan 11 laga saja di Serie A.

11 dari 14 halaman

11. Simone Zaza

Simone Zaza adalah mimpi buruk publik sepak bola Italia pada Euro 2016 karena tendangan penaltinya.

Sebelum momen buruk di Euro 2016 itu, Simone Zaza menjadi andalan di lini depan Juventus. Dia mampu mencetak lima gol di Serie A dari 19 laga. Namun, kegagalan di Euro 2016 membuatnya dilepas ke West Ham.

12 dari 14 halaman

12. Nicklas Bendtner

Nicklas Bendtner (c) AFP Nicklas Bendtner (c) AFP

Lord Bendtner memang lebih dikenal sebagai pemain Arsenal. Namun, dia pernah membela Juventus pada musim 2012/2013 lalu dengan status pinjaman. Juventus meminjamnya selama setengah musim.

Lord Bendtner gagal mencetak satu pun gol dari sembilan laga di Serie A. Namun, dari waktunya di Juventus, Bendtner mengaku pernah melihat Gianlugi Buffon dan Andrea Pirlo merokok di toilet.

"Sepuluh atau 12 dari mereka di toilet, minum kopi, mengobrol, menikmati kebersamaan satu sama lain, dan merokok," katanya.

13 dari 14 halaman

13. Han Kwang-song

Penyerang asal Korea Utara, Han Kwang-song, resmi gabung Juventus. (c) @JuventusFCYouth Penyerang asal Korea Utara, Han Kwang-song, resmi gabung Juventus. (c) @JuventusFCYouth

Han Kwang-song bermain di Serie A sejak 2016. Dia bermain untuk Cagliari. Pada 2018/2018, dia bermain bagus bersama Perugia di Serie B dengan mencetak empat gol.

Han Kwang-song menjadi orang Korea Utara pertama yang mencetak gol di Serie A pada 2017. Saat itu, dia bermain untuk Cagliari.

Juventus mengontraknya dengan durasi dua musim pada 2019. Akan tetapi, dia hanya bermain untuk Juventus U-23. Pada Januari 2020, Juventus melepasnya ke klub Qatar, Al Duhail.

14 dari 14 halaman

14. Hernanes

Hernanes (c) AFP Hernanes (c) AFP

Seperti Antonio Candreva, Hernanes punya karir yang bagus di Lazio. Dia menjadi andalan Lazio pada periode 2010 hingga 2013. Namun, Hernanes kemudian pindah ke Inter Milan.

Hernanes lantas bergabung dengan Juventus pada Januari 2016. Saat itu, Juventus membayar 11 juta euro untuk bisa membeli pemain asal Brasil dari Inter Milan.

Sayangnya, karir Hernanes di Turin tidak cukup bagus. Dia tak pernah menjadi pilihan utama. Pada 2017, Hernanes dilepas ke klub asal China yakni Hebei CFFC dengan harga 8 juta euro.

Sumber: Squawka

KOMENTAR