Wenger Kritik Performa Mengecewakan Trio MU Saat Dibabat Man City

Aga Deta | 3 Oktober 2022, 10:11
Perbincangan antara Diogo Dalot dan Antony pada laga Manchester City vs Manchester United di pekan ke-9 Premier League 2022/2023 (c) AP Photo
Perbincangan antara Diogo Dalot dan Antony pada laga Manchester City vs Manchester United di pekan ke-9 Premier League 2022/2023 (c) AP Photo

Bola.net - Mantan manajer Arsenal Arsene Wenger mengkritik penampilan Jadon Sancho, Diogo Dalot, dan Antony saat Manchester United menelan kekalahan memalukan dari Manchester City. Trio Setan Merah itu dianggap tampil mengecewakan dalam derby Manchester tersebut.

Man City menjamu Man United pada pekan ke-9 Premier League 2022/2023 di Etihad Stadium, Minggu (2/10/2022) malam WIB. The Citizens sukses membungkam sang tetangga dengan skor telak 6-3.

Erling Haaland tampil mengesankan dengan tiga kali membobol gawang Man United yang dikawal David de Gea. Tiga gol Man City lainnya diborong oleh Phil Foden.

Berkat kemenangan itu, Man City kini mengumpulkan 20 poin di peringkat kedua klasemen Premier League. Sementara Man United menghuni posisi keenam dengan 12 poin.

1 dari 3 halaman

Performa Trio MU

Man United harus menutup 45 menit pertama dengan kondisi tertinggal empat gol. Wenger menilai Sancho, Dalot hingga Antony tampil sangat buruk, terutama dalam bertahan.

"Bagi saya, yang sulit dipercaya di babak pertama adalah Manchester United bertahan dengan sangat buruk di sayap," kata Wenger kepada beIN Sports.

"Dari menit pertama Dalot mendapat kartu kuning, dan Sancho serta Antony tidak berkontribusi dalam bertahan. Mereka berada di di sayap di seluruh babak dan mereka selalu dalam masalah."

2 dari 3 halaman

Strategi Pemain MU

Wenger menilai para pemain MU terlalu patuh dengan strategi permainan saat mereka menguasai bola. Menurutnya, mereka selalu ingin maju terlalu cepat dan tidak memiliki penguasaan yang cukup.

“Setelah itu, ketika mereka menguasai bola, saya merasa mereka terobsesi dengan terlalu menghormati rencana permainan," lanjutnya.

"Mereka selalu ingin maju terlalu cepat dan kehilangan begitu banyak bola dan tidak memiliki penguasaan yang cukup. Mereka tidak bermain untuk penguasaan bola, mereka hanya ingin melakukan serangan balik."

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR