BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Tidak Ada Kata Kecewa dalam Kamus Jurgen Klopp

30-05-2020 05:40 | Richard Andreas

Jurgen Klopp usai menukangi Liverpool melawan Wolverhampton dalam laga penutup Premier League 2018/2019, Minggu (12/5). (c) AP Photo Jurgen Klopp usai menukangi Liverpool melawan Wolverhampton dalam laga penutup Premier League 2018/2019, Minggu (12/5). (c) AP Photo

Bola.net - Musim 2018/19 lalu merupakan salah satu musim terbaik Liverpool. Jurgen Klopp berhasil menuntun The Reds menjuarai Liga Champions, trofi pertamanya setelah empat tahun bekerja keras.

Musim itu seharusnya bisa lebih baik lagi andai Liverpool tidak terpeleset di Premier League. The Reds sempat memimpin cukup jauh, tapi pada akhirnya hanya bisa jadi runner-up di bawah Manchester City.

Selisih poin keduanya begitu tipis. Man City jadi juara dengan 98 poin, Liverpool membayangi dengan 97 poin. Namun, gagal tetap saja gagal, Liverpool harus tertunduk.

Uniknya, Klopp merasa tidak ada yang perlu disesali dari kegagalan musim lalu. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Tidak Perlu Kecewa

Bagi Klopp, gagal tetap gagal, tidak ada gunanya meratapi selisih poin yang begitu tipis. Dia ingin memandangnya dengan sederhana, Man City juara, Liverpool gagal tapi berhasil menjuarai Liga Champions.

"Bagi saya, [kegagalan] itu bukanlah kekecewaan. Mereka [Man City] yang jadi juara, bukan kami -- hanya itu. Kami berhasil menjuarai Liga Champions, bagus. Mari terus melaju," tegas Klopp di Liverpoolfc.com.

"Yang paling penting bagi saya adalah pemahaman bahwa kami bisa bermain sangat bagus, jika kami benar-benar berkonsentrasi, jika kami benar-benar fokus, dan jika kami bsia mengembangkan beberapa hal, segalanya akan lebih baik lagi."

2 dari 2 halaman

Pembuktian Musim Ini

Meski gagal musim lalu, Liverpool hampir membayarnya lunas musim ini. Sekarang mereka unggul jauh di puncak klasemen sementara dan hanya butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League.

"Itulah motivasi kami, menggunakan pengalaman musim lalu sebagai landasan, bukan tentang betapa nyarisnya kami dan betapa menyakitkannya kegagalan itu," lanjut Klopp.

"Tentu kegagalan itu menyakitkan, tapi Anda bisa memutuskan seberapa besar rasa sakit yang mau Anda terima dan seberapa besar informasi yang Anda dapatkan. Kami mencoba menggunakannya sebagai informasi, bahwa kami merupakan tim yang sangat baik," pungkasnya.

Sumber: Liverpoolfc

KOMENTAR