BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Thiago Silva adalah pemain yang Tepat untuk Arsenal, Tapi...

11-06-2020 11:24 | Yaumil Azis

Thiago Silva kewalahan menghadapi akselerasi Moussa Dembele. (c) AFP Thiago Silva kewalahan menghadapi akselerasi Moussa Dembele. (c) AFP

Bola.net - Kontrak bek veteran PSG, Thiago Silva, akan berakhir sebentar lagi. Dan menurut pemberitaan, Arsenal ingin menggunakan jasa pemain berumur 35 tahun tersebut musim depan.

Thiago Silva sudah merasakan kerasnya kompetisi di benua Eropa sejak tahun 2004. Namun awal dari puncak karirnya baru terasa saat ia memperkuat AC Milan pada tahun 2009 hingga 2012.

Selama tiga musim bersama Rossoneri, Thiago Silva hanya mampu mempersembahkan dua trofi saja yang berasal dari pentas Serie A dan Supercoppa Italiana. Namun ia punya banyak kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya.

Karena kualitasnya itu pula, PSG tidak ragu untuk membawa Silva berlabuh di Parc des Princes. Menurut laporan, Silva direkrut Les Parisiens dengan mahar sebesar 42 juta euro. Cukup untuk membuatnya jadi bek termahal saat itu.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Thiago Silva Cocok untuk Arsenal

Bersama PSG, Thiago Silva benar-benar mencapai puncak karirnya. Kehadirannya membuat PSG selalu mampu untuk menyapu bersih hampir semua kompetisi domestik, mulai dari Ligue 1 hingga Tropee des Champions.

Total 21 gelar berhasil disumbangkan Thiago Silva kepada PSG dalam kurun waktu delapan musim saja. Sayangnya, berjalannya waktu membuat sang bek harus berpisah dengan PSG mulai musim depan.

Arsenal merupakan salah satu peminat Thiago Silva. Mantan bek Timnas Prancis, Frank Leboeuf, meyakini bahwa Thiago Silva adalah pilihan yang tepat buat the Gunners.

Saat ditanya apakah Silva bisa menjadi pembelian yang bagus untuk Arsenal, Leboeuf berkata kepada ESPN: "Ya, dia pastinya adalah pemain yang fantastis."

2 dari 2 halaman

Mentalitas Thiago Silva Diragukan

Meski begitu, keraguan menyelimuti kepala Leboeuf. Sosok berusia 52 tahun tersebut tidak menyoroti kualitas dan juga pengalaman sang bek, melainkan mentalnya yang dianggap kurang tangguh.

"Dia sangat mudah menangis dan itulah mengapa mungkin Paris Saint-Germain tidak memenangkan Liga Champions," lanjut Leboeuf, yang sewaktu masih aktif bermain pernah memperkuat Chelsea.

"Dia tidak bermain di leg pertama melawan Barcelona [tahun 2017] dan kemudian dia bermain di La Remontada. Jadi, dia sering dikritik dan mereka tidak pernah bersikap menyenangkan kepada dia."

"Namun dia sudah pasti adalah pemain yang fantastis, dia belum habis. Kondisinya masih bagus dan dia akan sangat cocok. Dia akan sangat cocok untuk banyak klub Premier League, itu sudah pasti," pungkasnya.

(Express)

KOMENTAR