BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Terungkap, Ternyata Ini 2 Alasan MU Lepas Transfer Gareth Bale

17-09-2020 06:40 | Richard Andreas

Winger Real Madrid asal Wales, Gareth Bale (c) AP Photo Winger Real Madrid asal Wales, Gareth Bale (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United sempat dihubungkan dengan Gareth Bale beberapa hari terakhir. Karena sulit mengejar Jadon Sancho, MU didukung mengejar Bale yang lebih mudah direkrut.

Gosip ini akhirnya surut mulai Selasa (15/9/2020) kemarin. Saat itu muncul kabar bahwa Bale hanya ingin pulang ke Tottenham, dan Tottenham sendiri bersiap memulangkan Bale.

Kabarnya Spurs sedang bernegosiasi dengan Real Madrid perihal peminjaman Bale. Madrid pun menyambut baik langkah Tottenham, dan Spurs melihat celah lebar untuk merekrut Bale.

Seharusnya, jika mau, MU bisa saja bersaing dengan Spurs untuk mengejar Bale. Namun ada dua alasan besar yang membuat MU mundur dari pemburuan ini.

Apa itu? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Dua alasan batal kejar Bale

Menurut Evening Standard, cedera dan riwayat buruk kebugaran Bale jadi salah satu masalah yang membuat Solskjaer ragu dan membatalkan pergerakan peminjaman tersebut.

Selain itu, ada pula kekhawatiran perihal negosiasi pribadi. Bale mendapatkan gaji 500.000 pounds per pekan di Madrid, angka itu terlalu besar bagi MU.

MU yakin gaji besar itu bisa jadi masalah dalam skuad, meski sebenarnya tidak ada kendala dalam biaya transfer.

Di sisi lain, Spurs rela membayar separuh gaji Bale, dan dibantu Madrid membayar separuhnya selama masa peminjaman.

2 dari 2 halaman

Riwayat cedera Bale

Lalu, perihal riwayat cedera Bale, winger Wales ini telah menderita berbagai masalah sepanjang kariernya di Spanyol.

Musim lalu saja, Bale menderita sejumlah cedera mulai dari cedera betis, paha, sampai cedera pergelangan kaki. Dia juga punya riwayat cedera otot adduktor, hamstring, pinggang, dan cedera otot beragam.

Pemain dengan riwayat cedera seperti Bale ini sangat berisiko, wajar jika MU mundur. Namun, Spurs berani mengambil risiko ini, yang bisa jadi perjudian besar untuk musim depan.

Sumber: Evening Standard

KOMENTAR