BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Terungkap, Ini Dilema Besar Arsenal Soal Kontrak Aubameyang

29-07-2020 07:30 | Richard Andreas

Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang (c) AP Photo Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal belum juga menyelesaikan masalah kontrak baru sang kapten, Pierre-Emerick Aubameyang. Jika tidak ada perubahan sampai akhir musim, besar kemungkinan Auba meninggalkan klub.

Auba merupakan salah satu pemain terpenting The Gunners musim ini. Dia adalah pencetak gol terbaik pasukan Mikel Arteta, bahkan ketika tim tampil buruk secara keseluruhan.

Saat ini Auba tengah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya. Artinya, jika tidak segera diperbarui, dia bisa bernegosiasi dengan klub lain per Januari 2021 mendatang dan meninggalkan Emirates Stadium secara gratis.

Lalu, mengapa Arsenal tak segera memperbarui kontrak sang striker? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Masalah uang?

Beberapa waktu lalu, Aubameyang pernah bicara soal masalah kontraknya yang tak kunjung usai ini. Dia mengindikasikan bahwa situasi sebenarnya tidak rumit, Arsenal-lah yang harus bertindak.

Kabarnya, Aubameyang meminta kenaikan gaji yang signifikan. Di sinilah kedua pihak masih berselisih, belum sependapat. Arsenal dikabarkan keberatan dengan permintaan gaji Auba.

The Gunners punya pengalaman buruk perihal gaji pemain, seperti pada kasus Mesut Ozil. Biasanya, kenaikan gaji satu pemain bisa membuat pemain lain merasa iri.

Terlebih, Aubameyang sudah berusia 31 tahun, tidak seharusnya mendapatkan gaji besar.

2 dari 2 halaman

Dilema Arsenal

Jika masalahnya usia sebenarnya Arsenal tak perlu repot-repot memperpanjang kontrak Aubameyang.

Mengutip The Athletic, ternyata Aubameyang masih terikat klausul perpanjangan semusim dalam kontraknya, yang berarti Arsenal bisa mempertahankannya sampai tahun 2022.

Masalahnya, jika mengaktifkan klausul ini, Arsenal secara tidak langsung bakal menyetujui permintaan kenaikan gaji Aubameyang.

Tidak hanya itu, Arsenal mungkin memaksa bertahan pemain yang sebenarnya ingin pergi, yang bisa merusak keharmonisan skuad.

Sumber: The Athletic

KOMENTAR