Termasuk Jurgen Klopp, 6 Pelatih Top yang Belum Pernah Dipecat

Aga Deta | 19 Agustus 2022, 08:30
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp ketika memimpin The Reds melawan Man United di laga pramusim 2022-2023. (c) AP Photo
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp ketika memimpin The Reds melawan Man United di laga pramusim 2022-2023. (c) AP Photo

Bola.net - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, punya prestasi yang luar biasa selama menangani Liverpool. Berkat tangan dinginnya, The Reds menjelma menjadi klub yang berprestasi.

Bayangkan, Liverpool sudah puasa gelar lebih dari 25 tahun saat Jurgen Klopp, diboyong ke Anfield pada 2015. Perlahan tapi pasti sihirnya mengubah The Reds.

Dia hanya butuh empat tahun untuk mengakhiri paceklik gelar Liverpool di Liga Inggris yang sudah berlangsung hampir tiga dekade.

Ya, Klopp bukan pelatih biasa. Manajer asal Jerman itu juga punya rekor ciamik, belum pernah sekali pun merasakan pemecatan.

Namun, dia tidak sendirian. Berikut ini Jurgen Klopp dan lima pelatih lain yang belum pernah dipecat.

1 dari 6 halaman

6. Julian Nagelsmann

Julian Nagelsmann pada laga perempat final Liga Champions 2021/2022 (c) AP Photo

Julian Nagelsmann pada laga perempat final Liga Champions 2021/2022 (c) AP Photo

Julian Nagelsmann adalah salah satu manajer muda terbaik di dunia. Setelah merasakan kesuksesan di Hoffenheim dan RB Leipzig, Nagelsmann mengambil alih posisi nakhoda di Bayern Munchen pada awal musim ini

Memang sulit dipercaya seorang manajer berusia 34 tahun mengelola salah satu klub terhebat di dunia. Bayern Munchen tertarik merekrutnya karena pernah meraih gelar manajer terbaik Jerman pada 2017 meski belum pernah meraih trofi utama.

Kini tantangan sesungguhnya bakal Nagelsmann rasakan saat membesut Bayern Munchen, yang selalu haus gelar. Pelatih yang memiliki persentase kemenangan 77,78 persen ini paling tidak harus mengamankan gelar Bundesliga.

2 dari 6 halaman

5. Didier Deschamps

Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps. (c) AP Photo

Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps. (c) AP Photo

Didier Deschamps terkenal setelah mengantar Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018. Pelatih berusia 53 tahun itu juga merupakan pesepak bola hebat ketika masih aktif bermain.

Saat jadi pemain, dia memenangi segalanya bersama Timnas Prancis dan menjadi juara liga domestik bersama Marseille dan Juventus. Saat memulai karier sebagai pelatih, Deschamps langsung mengantar AS Monaco ke final Liga Champions pertama bagi klub pada 2004, meski akhirnya kalah dari Porto besutan Jose Mourinho.

Dia ditunjuk sebagai pelatih Les Bleus setelah Euro 2012 dan telah memimpin Timnas Prancis hampir satu dekade. Selain tidak pernah dipecat, Deschamps juga bagian dari tiga orang yang merengkuh Piala Dunia baik sebagai pemain dan manajer bersama Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer.

3 dari 6 halaman

4. Luis Enrique

Pelatih Spanyol, Luis Enrique (c) AP Photo

Pelatih Spanyol, Luis Enrique (c) AP Photo

Luis Enrique, seperti Didier Deschamps, juga berhasil di level klub dan negara. Enrique memulai karier manajerial di Barcelona B sebelum melatih AS Roma, Celta Vigo, dan Barcelona.

Dia menikmati tiga tahun yang manis, antara 2014 dan 2017, bersama Barcelona dengan memenangi dua gelar La Liga, 3 Copa Del Rey, dan satu gelar Liga Champions. Federasi Sepak Bola Spanyol kemudian memanggilnya untuk menangani timnas.

Spanyol banyak dikritik karena pilihan kontroversial mereka menjelang Euro 2020. Namun, mereka masih berhasil mencapai semifinal dan jadi runner-up UEFA Nations League 2021.

4 dari 6 halaman

3. Zinedine Zidane

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. (c) AP Photo

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. (c) AP Photo

Zinedine Zidane dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dan genius dalam sejarah sepak bola. Saat aktif bermain, dia meraih gelar Serie A, La Liga, Liga Champions, Piala Dunia 1998, dan Euro 2000.

Setelah meraup semua gelar saat aktif bermain, Zidane melanjutkan karier kepelatihan. Memang baru satu klub yang dia besut yakni Real Madrid, tetapi banyak trofi yang telah dipersembahkannya seperti dua gelar La Liga hingga tiga trofi Liga Champions.

Zidane saat ini memutuskan rehat meski Real Madrid tidak memecatnya. Jika Didier Deschamps memutuskan mundur dari kursi pelatih Timnas Prancis karena sudah bosan, mungkin mantan pemenang Ballon d'Or ini bisa jadi penggantinya.

5 dari 6 halaman

2. Pep Guardiola

Manajer Manchester City, Pep Guardiola mencium trofi Premier League 2021-22 (c) AP Photo

Manajer Manchester City, Pep Guardiola mencium trofi Premier League 2021-22 (c) AP Photo

Pep Guardiola adalah salah satu pelatih terbaik abad ke-21. Manajer berpaspor Spanyol itu telah berhasil menangani Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City hingga mendominasi di liga domestiknya masing-masing.

Meskipun mengelola tiga klub terbesar di dunia sepak bola, Guardiola belum pernah dipecat. Pelatih berusia 51 tahun itu tertarik menantang dirinya sendiri dalam situasi yang berbeda, sehingga meninggalkan Barcelona untuk Bayern Munchen, yang kemudian berhenti untuk mengambil alih nakhoda Manchester City.

Namun, sudah lebih dari satu dekade dia tidak lagi mengangkat trofi Liga Champions sebagai seorang pelatih. Namun, dia dikritik karena selalu memilih mengelola klub-klub besar dengan finansial yang melimpah sehingga mampu membeli pemain bintang dan tidak memedulikan pembinaan pemain muda.

6 dari 6 halaman

1. Jurgen Klopp

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp (c) AP Photo

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp (c) AP Photo

Jurgen Klopp, bersama dengan Pep Guardiola, telah menjadi salah satu pelatih terbaik dunia masa kini. Liverpool dan Manchester City telah mendominasi sepak bola Inggris akhir-akhir ini, dan kedua ahli taktik secara terbuka mengakui kehebatan masing-masing.

Seperti pelatih Jerman kebanyakan, Klopp mengawali karier dari tim kecil seperti Mainz hingga kemudian ke Borussia Dortmund. Setelah dari Dortmund kemudian dia hengkang ke Liverpool dan sama sekali belum pernah merasakan pemecatan.

Tidak seperti Guardiola, Klopp tidak selalu memiliki anggaran fantastis untuk belanja pemain. Meski demikian, bos Liverpool itu akhirnya mengakhiri penantian panjang The Reds untuk meraih trofi Liga Inggris pada 2020 dan mempersembahkan mahkota Liga Champions keenam mereka pada 2019.

Sumber: Sportkeeda
Disadur dari: Bola.com/Penulis Suharno/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 18/8/2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR