Termasuk Conte Vs Tuchel, Ini 4 Cekcok Pelatih yang Bikin Heboh di Premier League

Aga Deta | 18 Agustus 2022, 10:38
Momen perseteruan Thomas Tuchel dan Antonio Conte di laga Chelsea vs Tottenham, Premier League 2022/23 (c) AP Photo
Momen perseteruan Thomas Tuchel dan Antonio Conte di laga Chelsea vs Tottenham, Premier League 2022/23 (c) AP Photo

Bola.net - Liga Inggris dianggap sebagai kompetisi terbaik di dunia. Karena itu, banyak pelatih hebat yang ingin menjajal kemampuannya di Inggris.

Tidak hanya mendapat gaji besar, mereka juga meraup ketenaran saat membesut tim Liga Inggris. Tetapi, para pelatih hebat itu harus membuktikan diri mampu mengantar tim yang mereka besut berprestasi.

Tekanan dari manajemen, suporter hingga media, membuat pelatih klub Liga Inggris harus siap mental. Terkadang tekanan ini mereka luapkan saat memimpin timnya di lapangan hijau.

Luapan emosional yang berlebihan ini bisa jadi mendapat respons pelatih klub lawan. Respon yang juga berlebihan ini bisa jadi membuat kedua pelatih bakal terlibat perseteruan di lapangan.

Berikut 4 perseteruan pelatih paling epik yang pernah terjadi di Liga Inggris. Bahkan ada yang harus melibatkan seluruh tim untuk melerainya.

1 dari 4 halaman

1. Antonio Conte Vs Thomas Tuchel

Ekspresi protes Thomas Tuchel terhadap kepemimpinan wasit Anthony Taylor di laga Chelsea vs Tottenham, Premier League 2022/23 (c) AP Photo

Ekspresi protes Thomas Tuchel terhadap kepemimpinan wasit Anthony Taylor di laga Chelsea vs Tottenham, Premier League 2022/23 (c) AP Photo

Antonio Conte (Tottenham Hotspurs) dan Thomas Tuchel (Chelsea) terlibat perseteruan hingga terjadi kontak fisik. Insiden tersebut terjadi pada pekan kedua Liga Premier Inggris 2022/2023 saat Chelsea menjamu Spurs.

Laga yang berkesudahaan 2-2 ini tegang saat kedua pelatih melakukan selebrasi konyol. Ketegangan makin memuncak setelah laga berakhir saat kedua pelatih berjabat tangan.

Tuchel tidak mau melepaskan tangan Conte karena pelatih Spurs ini tidak menatap matanya saat berjabat tangan. Ketegangan kemudian memuncak dan seluruh ofisial tim melerai keduanya hingga mereka berdua mendapat kartu merah.

2 dari 4 halaman

2. Arsene Wenger Vs Jose Mourinho

Jose Mourinho dan Arsene Wenger (c) AFP

Jose Mourinho dan Arsene Wenger (c) AFP

Arsene Wenger (Arsenal) dan Jose Mourinho (Chelsea) sering terlibat perseteruan di Liga Inggris. Persaingan sengit dua klub asal London itu akhirnya menjadi panas.

Perseteruan puncak antara keduanya terjadi pada Oktober 2014 saat laga Chelsea vs Arsenal di Stamford Bridge. Ketika pertandingan berjalan 20 menit, Arsene Wenger memprotes pelanggaran keras pemain Chelsea.

Mourinho mendekat dan meminta Wenger lebih baik diam dan kembali ke tempat, tetapi Wenger melakukan dorongan ke Mou. Setelah laga yang berakhir 2-0 untuk Chelsea ini, Wenger akhirnya meminta maaf atas aksinya.

3 dari 4 halaman

3. Alan Pardew Vs Manuel Pellegrini

Alan Pardew (c) AFP

Alan Pardew (c) AFP

Alan Pardew kerap melakukan perseteruan dengan sejumlah pelatih saat menangani Crystal Palace hingga Newcastle United. Perseteruan yang paling publik ingat yakni dengan manajer Manchester City, Manuel Pellegrini.

Pardew bahkan melontarkan makian ke Pellegrini saat membesut Newcastle dan berhadapan dengan Manchester City, Januari 2014. Perseteruan kembali terjadi antara keduanya pada September 2015.

Pardew tidak terima ada pemainnya yang dilanggar secara keras dan berjalan dekat bench Manchester City. Pellegrini kemudian merespons dan mendorong Pardew untuk kembali ke daerah bench timnya sendiri.

4 dari 4 halaman

4. Frank Lampard Vs Jurgen Klopp

Frank Lampard bersalaman dengan Jurgen Klopp usai laga Liverpool vs Chelsea di Premier League 2019/20. (c) AP Photo

Frank Lampard bersalaman dengan Jurgen Klopp usai laga Liverpool vs Chelsea di Premier League 2019/20. (c) AP Photo

Manajer Chelsea, Frank Lampard, secara berani memaki Manajer Liverpool Jurgen Klopp di Anfield Stadium bulan Juli 2020. Dia tidak terima timnya mendapatkan hukuman tendangan bebas.

Lampard bahkan berani menghina Liverpool yang baru cuma sekali meraih gelar juara Liga Inggris sejak 30 tahun yang lalu. Klopp meminta para pemain dan ofisial Liverpool untuk tenang.

Klopp hanya ingin timnya membalas dengan hasil positif dan memenangkan pertandingan. "Anda tidak dapat memukul saya dengan (kata-kata) seperti itu, karena kami tidak sombong," ujar Klopp selepas laga.

Sumber: Daily Star
Disadur dari: Bola.com/Penulis Suharno/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 16/8/2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR