Strategi Manchester United Merekrut Ousmane Dembele yang Gagal Terungkap

Yaumil Azis | 8 Oktober 2020, 14:06
Pemain Barcelona, Ousmane Dembele, meninggalkan lapangan sambil meringis kesakitan dalam laga lanjutan fase grup Liga Champions hari Kamis (28/11/2019). (c) AP Photo
Pemain Barcelona, Ousmane Dembele, meninggalkan lapangan sambil meringis kesakitan dalam laga lanjutan fase grup Liga Champions hari Kamis (28/11/2019). (c) AP Photo

Bola.net - Ada banyak momen menarik jelang penutupan bursa transfer tahun ini. Salah satunya adalah kegagalan Manchester United merekrut penyerang Barcelona, Ousmane Dembele.

Manchester United cukup akrab dengan kegagalan. Selain gagal mengalahkan Tottenham - malah dibantai 1-6, klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu juga gagal mendatangkan sosok baru untuk melengkapi sektor penyerang.

Memang benar, Manchester United berhasil merekrut Edinson Cavani di detik-detik akhir. Namun sudah bukan rahasia lagi kalau mereka membutuhkan sosok winger, terlihat jelas dalam upaya mendatangkan Jadon Sancho.

Setelah Sancho gagal, klub berjuluk the Red Devils itu mengalihkan perhatiannya ke Ousmane Dembele. Sayang, hingga bursa transfer musim panas resmi ditutup, transfer tersebut tidak terealisasi.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Kisah di Balik Layar

Berdasarkan kabar yang beredar, Manchester United berniat merekrut Dembele dengan status pinjaman. Namun harapan itu tidak sejala dengan Barcelona yang mengharapkan sang penyerang pergi secara permanen.

Ternyata ceritanya tidak sedangkal itu. Jurnalis kawakan, Duncan Castles, dalam The Transfer Window podcast, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar menurut pantauannya.

"Butuh waktu hingga jam makan siang buat mereka untuk mendapatkan 'ya' dari Dembele, bahwa dia siap bergabung dengan Manchester United di hari terakhir dan meminjamnya ketimbang transfer permanen," tutur Castles.

"Mereka pergi bernegosiasi dengan Barcelona, yang berkata, 'kami tidak ingin meminjamkan pemain ini kecuali ada opsi kewajiban membeli, sebab dia masih punya kontrak dua tahun'."

"Mereka berdiskusi hingga sore untuk mencapai posisi di mana Barcelona berkata - 'oke, kami akan meminjamkan dia semusim tanpa kewajiban membeli tapi sang pemain harus menandatangani kontrak baru'," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Waktunya Terlalu Mepet

Barcelona kemudian bertemu dengan pihak Dembele untuk mendiskusikan kontrak anyar. Sayangnya, mereka gagal mendapatkan persetujuan baik dari sang pemain maupun agennya.

"Meminta mereka untuk menyepakati kontrak baru dalam jangka waktu beberapa jam di hari penutupan bursa transfer adalah langkah yang tidak realistis," tambahnya.

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, meminta klub untuk merekrutnya, entah itu sebagai pinjaman atau permanen. MU melihat peluang karena Barcelona sedang membutuhkan uang.

"Harganya turun, dari yang aslinya 100 juta euro hingga sekitar 80 juta euro, 70 juta euro pada hari itu, kemudian 60 juta euro. Namun kesepakatan gagal terlaksana," sambung Castles.

"Sebagian besar karena, sepemahaman saya, Manchester United belum siap membayar 60 juta euro untuk pilihan keduanya dan yang kedua karena Dembele serta agennya enggan berkomitmen dalam kontrak panjang di waktu yang sangat singkat," pungkasnya.

(This Is Futbol)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR