BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Solskjaer Dirasa Kurang Tegas di Manchester United, Disuruh Coba Tiru Mourinho

22-10-2021 10:03 | Yaumil Azis

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. (c) AP Photo
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. (c) AP Photo

Bola.net - Meski Manchester United baru saja meraih kemenangan, Ole Gunnar Solskjaer selaku pelatih tetap tidak lepas dari kritikan dari berbagai kalangan. Kali ini, ia diminta lebih tegas dalam pemilihan pemain.

Kemenangan atas Atalanta yang epik, dengan 'comeback' usai tertinggal dua gol, jelas belum membuat Solskjaer termaafkan. Sebab itu adalah kemenangan ketiga Manchester United dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Sebelum menghadapi La Dea, the Red Devils dihajar empat gol lebih dulu oleh Leicester City di ajang Premier League. Untung dua gol dari Mason Greenwood dan Marcus Rashford membuat Manchester United tidak kalah secara memalukan.

Manchester United pun sebenarnya berada di ambang kekalahan ketika bertemu Atalanta. Mereka sempat tertinggal dua gol lebih dulu di babak pertama. Kedudukan baru bisa di babak kedua sehingga MU bisa menang dengan skor 3-2.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Menjadi Setegas Jose Mourinho

Karena torehan negatifnya terlalu besar, satu kemenangan pun seolah sulit untuk menutupinya. Jadi, bukan sesuatu yang mengherankan kalau Solskjaer masih menerima kritikan demi kritikan meski sudah mempersembahkan kemenangan.

Kritikan teranyar datang dari mantan pemain Liverpool, Glen Johnson. Beberapa pemain Manchester United seperti Paul Pogba dan Bruno Fernandes dianggap kurang perform, dan Solskjaer diminta lebih tegas untuk mencadangkan mereka.

"Saya pikir anda harus memulainya [mencadangkan pemain bintang]. Mourinho melakukannya ketika masih di Chelsea. Tim yang dia tinggalkan pada hari Sabtu sangat cukup untuk finis di enam besar," kata Johnson kepada PA News.

"Jika anda ingin menjadi pelatih klub papan atas, anda harus bisa membuat keputusan yang kejam. Dia harus membuat beberapa keputusan besar dan meninggalkan beberapa nama besar, Mourinho benar-benar tidak peduli," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Sikap Tanpa Toleransi

Ketika masih aktif bermain, dan sebelum bergabung dengan Liverpool, Johnson sempat menjadi anak asuh Mourinho di Chelsea. Ia bisa melihat betapa kejamnya pria asal Portugal tersebut saat membentuk starting XI-nya.

"Dia tahu kalau dia memiliki pekerjaan dan dia melindunginya dengan memilih tim untuk memenangi pertandingan tertentu. Jika anda ingin bekerja di klub besar, itu yang harus dilakukan, anda harus memiliki sikap tanpa toleransi itu, sungguh."

"Ole datang sebagai orang yang sangat baik dan saya tidak bisa membayangkan dia ingin membuat kecewa orang banyak. Itu tidak mengapa, dia bisa memakai caranya, tak perlu membuat orang-orang kesal," pungkasnya.

Saran Johnson mungkin tak bisa diterapkan Solskjaer dalam waktu dekat ini. Sebab Manchester United membutuhkan semua pemain terbaiknya untuk melawan Liverpool dalam laga lanjutan Premier League hari Minggu (24/10/2021) nanti.

(PA News - via Metro.co.uk)

KOMENTAR