Review Premier League 2021/22: Chelsea Nyungsep, Balapan Dua Kuda Berlanjut, MU? Lawak As Usual!

Serafin Unus Pasi | 24 Mei 2022, 07:00
Trofi Premier League. (c) EPL
Trofi Premier League. (c) EPL

Bola.net - Premier League musim 2021/22 telah berakhir. Kasta tertinggi sepakbola Inggris itu resmi berakhir di tanggal 22 Mei 2022 kemarin.


Seperti biasa, pertandingan terakhir EPL selalu digelar bersamaan. 10 pertandingan yang melibatkan 20 kontestan EPL digelar di jam yang bersamaan.

Bedanya dengan musim 2020/21, pekan ke-38 ini ada keseruan ekstra. Karena hingga pekan ke-38 ini juara Premier League masih belum ketahuan.

Situasi ini berbeda dengan musim lalu, di mana Manchester City berhasil mengamankan gelar juara beberapa pekan sebelum musim 2020/21 berakhir.

Nah sebelum kita melihat hasil perburuan gelar juara EPL musim ini, mari kita lihat perjalanan Premier League sepanjang musim 2021/22.

1 dari 6 halaman

Persaingan Gelar Juara

Manchester City juara Premier League 2021-22 (c) AP Photo

Musim 2021/22 EPL ini dimulai dengan empat kandidat kuat calon juara. Mereka adalah Manchester City sang juara bertahan, Liverpool, Chelsea sang juara UCL dan Manchester United.

Namun baru tiga bulan Liga berjalan, Manchester United kehilangan arah. Mereka bahkan ahrus memecat sang manajer Ole Gunnar Solskjaer pada saat itu.

Chelsea sempat konsisten di puncak klasemen. Namun performa mereka menurun setelah sang pemilik, Roman Abramovich terlibat invasi militer Rusia ke Ukraina, sehingga Pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi berat ke Chelsea, dan para pemain sepertinya terpengaruh hal itu sehingga konsentrasi mereka buyar dan performa mereka menurun.

Karena situasi itu, perburuan gelar juara EPL menjadi balapan dua kuda lagi, yaitu Liverpool dan Manchester City. Liverpool sebenarnya sempat menjalani periode inkonsisten, sehingga City sempat terlalu kokoh di puncak klasemen.

Namun perlahan City mulai kehilangan konsentrasi dan Liverpool berhasil menyusul. Sehingga perebutan juara Premier League harus ditentukan di pekan ke-38, di mana Liverpool berhadapan dengan Wolverhampton sementara City harus berhadapan dengan Aston Villa.

City dan Liverpool sama-sama mengawali laga dengan posisi tertinggal. City tertinggal 2-0, sementara Liverpool tertinggal 1-0.

Liverpool berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-1. Namun sayangnya City juga berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 sehingga mereka menjadi juara EPL musim 2021/22/.

2 dari 6 halaman

Tim Terbaik EPL 2021/22

Skuat Manchester City merayakan gol Raheem Sterling ke gawang Newcastle di Etihad Stadium, Minggu (08/05/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Sebagai juara EPL 2021/22, Manchester City sangat layak disebut sebagai tim terbaik EPL di musim ini.

Hal itu bisa terlihat dari catatan mereka musim ini. Mereka menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak yaitu 99 gol, dan mereka jadi tim yang paling sedikit kebobolan dengan 26 gol.

Selain itu dua pemain mereka, Kevin De Bruyne menyandang gelar pemain terbaik EPL 2021/22, sementara Phil Foden terpilih menjadi pemain muda terbaik EPL 2021/22.

Catatan ini disempurnakan dengan Pep Guardiola yang menerima penghargaan pelatih terbaik EPL 2021/22. Jadi City layak menyandang gelar tim terbaik EPl itu.

3 dari 6 halaman

Tim Terburuk

Norwich City di Premier League 2021/22 (c) AP Photo

Jika Manchester City terpilih menjadi tim terbaik EPL 2021/22, maka Norwich City dinobatkan jadi tim terburuk EPL 2021/22.

The Cannaries hanya meraih lima kemenangan saja sepanjang musim ini. Mereka kebobolan 84 gol, di mana tidak ada tim yang kebobolan sebanyak itu di musim ini.

Catatan itu membuat Norwich City finish sebagai juru kunci EPL 2021/22 dan menjadi tim terburuk EPL di musim ini.

4 dari 6 halaman

Wakil Eropa dari EPL

Dua pemain Manchester United, Bruno Fernandes dan Harry Maguire (c) AP Photo

Selain Liverpool dan Manchester City, ada dua tim lain yang ikut bermain di UCL musim depan. Yang pertama adalah Chelsea yang sudah mengamankan posisi peringkat tiga akhir EPL.

Sementara slot terakhir UCL resmi direbut oleh Tottenham. The Lillywhites menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam sebulan terakhir dan berhasil menyalip Arsenal di peringkat empat.,

Arsenal yang terpeleset di tiga pertandingan terakhir EPL harus rela bermain di UEL. Mereka ditemani oleh Manchester United yang sebenarnya nyaris bermain di Confrence League karena mereka kalah 1-0 dari Crystal Palace di pertandingan terakhir.

Namun dewi fortuna masih berpihak kepada MU, karena West Ham kalah 3-1 dari Brighton di pertandingan terakhir. Sehingga The Hammers lah yang akan mewakili Inggris di Confrence League di musim depan.

5 dari 6 halaman

Tim yang Terdegradasi

Burnley (c) AP Photo

Kita sudah mengetahui bahwa Norwich City menjadi tim pertama yang terdegradasi pertama dari EPL di musim ini. Lantas siapa dua klub terakhir yang terdegradasi ke Championship?

Klub kedua adalah Watford. The Hornerts terdegradasi di pekan ke-36 EPL karena mereka tidak bisa mengejar lagi perolehan poin Everton, Leeds dan Burnley.

Everton berhasil menyelamatkan diri dari degradasi di pekan ke-37 EPL dengan mengalahkan Crystal Palace. Sehingga hanya tersisa Leeds United dan Burnley yang bersaing untuk tiket terakhir ke Championship.

Di pekan ke-38, Burnley kalah 2-1 dari Newcastle. Sementara Leeds berhasil menang 2-1 dari Brentford. Alhasil The Whites bertahan di EPL dan Burnley terdegradasi setelah sekian lama.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR