BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ranking Para Pemain Amerika Selatan di Manchester United, dari yang Ambyar Hingga Paling Bersinar

08-10-2020 18:28 | Dimas Ardi Prasetya

Edinson Cavani, Uruguay (c) AP Photo Edinson Cavani, Uruguay (c) AP Photo

Bola.net - Sudah ada banyak pemain asal Amerika Selatan yang pernah menghuni skuat Manchester United. Ada yang gagal tapi ada juga yang sukses.

Edinson Cavani menjadi pemain terbaru asal Amerika Selatan yang bergabung dengan Manchester United. Pemain asal Uruguay ini direkrut dengan status bebas transfer.

Cavani memang berstatus sebagai free agent. Sebab ia sebelumnya sudah terbebas dari kontraknya di PSG.

MU memberi kepercayaan besar pada pemain berusia 33 tahun itu. Ia langsung diberikan jersey dengan nomor keramat, 7.

Cavani juga diberi kontrak berdurasi satu tahun. Kabarnya ada opsi untuk memperpanjang masa kerjanya di Old Trafford selama satu tahun.

Saat ini menarik untuk ditunggu; apakah ia bisa sukses, atau gagal di Manchester United. Sebab sejarah membuktikan ada sejumlah pemain yang gagal meski tak sedikit yang sukses.

Berikut rangking para pemain dari Amerika Selatan yang pernah bermain di Manchester United, dari yang terburuk sampai yang terbaik.

1 dari 16 halaman

Radamel Falcao

Siapa yang tak kenal Radamel Falcao. Salah satu striker paling mematikan yang pernah dimiliki oleh Kolombia.

Ia sangat tajam ketika membela FC Porto. Ia menjadi predator yang sangat menakutkan ketika sudah berada di kotak penalti. Demikian pula kala membela panji Atletico Madrid dan AS Monaco.

Namun ketika di MU, Falcao tiba-tiba melempem. Ia memang terpengaruh cedera. Di MU ia cuma bisa mencetak empat gol dari 26 laga.

Falcao kemudian balik ke Monaco. Anehnya, di sana ia bisa kembali tajam dengan mengemas 21 gol hanya dari 29 laga.

2 dari 16 halaman

Andreas Pereira

Gelandang kelahiran Belgia berpaspor Brasil ini merupakan pemain didikan akademi Manchester United. Ia menembus tim senior sejak tahun 2014 silam.

Tapi ia kesulitan untuk bisa menembus ketatnya persaingan di lini tengah United. Pemain 24 tahun ini pun sempat beberapa kali dipinjamkan ke Granada dan Valencia.

Total sejauh ini ia hanya membela MU sebanyak 75 kali di semua ajang kompetisi dan mengemas empat gol. Musim ini ia kembali dipinjamkan oleh Setan Merah. Kali ini klub tujuannya adalah Lazio.

3 dari 16 halaman

Alexis Sanchez

Lincah, tak kenal lelah, pekerja keras, dan mampu mencetak banyak gol. Ia tampil impresif saat bermain di Arsenal. Rata-rata ia mampu mencetak satu gol tiap dua laga.

166 kali ia bermain bagi The Gunners. 80 gol dicetaknya plus 45 assist.

Tapi, pemain yang pernah membela Udinese ini kehilangan magisnya ketika membela Manchester United. Padahal Setan Merah kadung memberikan gaji selangit kepadanya.

Total ia bermain sebanyak 45 kali bagi United di semua ajang kompetisi. Ia hanya bisa menyumbangkan lima gol dan sembilan assist.

4 dari 16 halaman

Kleberson

Gelandang asal Brasil ini tampil impresif di Piala Dunia 2002. SIr Alex Ferguson pun tertarik untuk meminang Kleberson.

United merasa beruntung akhirnya bisa merekrut pemain yang menjadi motor penggerak Selecao itu di Piala Dunia. Sebab ia kala itu juga diincar Barcelona.

Saat itu ia dianggap bisa menjadi pengganti Juan Sebastian Veron. Tapi ternyata akhirnya United cuma mendapat 'zonk'.

Ia hanya tampil sebanyak 30 kali dalam dua musim bagi Setan Merah. 20 di antaranya di Premier League.

Kleberson juga cuma bisa menjaringkan dua biji gol saja. Ia kemudian dilepas Manchester United ke Besiktas pada musim panas 2005.

5 dari 16 halaman

Guillermo Varela

Nama yang satu ini tak setenar nama lainnya dan mungkin ada banyak yang lupa bahwa Manchester United pernah merekrutnya. Pemain asal Uruguay ini direkrut MU di era David Moyes.

Varela sendiri sebelumnya menjalani trial selama beberapa pekan di MU. Setan Merah kemudian memboyongnya dari Penarol dengan harga yang disebut sekitar 2.8 juta euro.

Ia sempat dipinjamkan ke Real Madrid Castilla. Setelah balik pada musim 2015-16 ia sempat beberapa kali bermain dengan skuat utama MU. Namun setelah kedatangan Jose Mourinho, ia dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt.

Pada Agustus 2017, ia akhirnya dilepas lagi ke Penarol secara permanen. Di MU ia cuma bermain sebanyak 11 kali saja di semua ajang kompetisi.

6 dari 16 halaman

Juan Sebastian Veron

Tampil sangat apik ketika di Serie A. Utamanya ketika berseragam Parma dan Lazio. Pemain plontos itu bisa dibilang sebagai salah satu playmaker terbaik di dunia kala itu.

Manchester United merekrutnya pada tahun 2001. Fee transfernya saat itu mencapai 28 juta pounds. Ia pun jadi rekrutan termahal di Inggris kala itu.

Ia sempat tampil menjanjikan, khususnya di Liga Champions. Namun ia terganggu cedera. Performanya pun menurun dan sempat disorot oleh media.

Sir Alex Ferguson akhirnya melegonya ke Chelsea dua tahun kemudian dengan harga sekitar 15 juta pounds, dengan jumlah penampilan di MU sebanyak 82 kali. The Times memasukkan nama Veron ke dalam daftar 50 transfer terburuk di sejarah Premier League.

7 dari 16 halaman

Angel di Maria

Pemain asal Argentina ini dikenal gesit, punya kemampuan mengumpan yang sangat oke dan dribel jempolan. Angel di Maria juga cukup tajam dalam urusan mencetak gol.

Manchester United tertarik merekrutnya dari Real Madrid pada tahun 2014. Ia dibeli dengan mahal, sekitar 59 juta pounds. Di Maria juga dipercaya untuk mengenakan jersey nomor 7.

Sayangnya ia melempem di Manchester United. Awalnya ia memang tampil menjanjikan namun kemudian performanya memburuk.

Ada kemungkinan hal tersebut tak lepas dari faktor cedera dan faktor eksternal; rumahnya dibobol maling dan ia tampaknya menjadi tak betah di Inggris.

Ia akhirnya cuma bermain semusim di Manchester United dan dilepas ke PSG pada musim panas 2015 dengan total penampilan sebanyak 34 kali. Meski menghasilkan empat gol dan 12 assist, para pandit dan jurnalis di Inggris melabelinya sebagai perekrutan terburuk musim 2014-15.

8 dari 16 halaman

Fabio da Silva

Kembaran dari Rafael da Silva. Fullback asal Brasil ini tampak menjanjikan ketika direkrut oleh Manchester United dari Fluminense pada tahun 2007 silam.

Ia memang sempat dipercaya main di sejumah laga. Namun cedera kerap menyapanya. Ia sempat dipinjamkan ke QPR.

Kebersamaan Fabio dengan MU kemudian berakhir di tangan David Moyes. Ia dilepas ke Cardiff City pada Januari 2014. Total di MU, ia sempat bermain sebanyak 56 kali dan menyumbang tiga gol.

9 dari 16 halaman

Fred

Gelandang asal Brasil ini diboyong Manchester United pada tahun 2018 lalu. Dengan bandrol 47 juta pound, Fred diharap bisa mengubah permainan Setan Merah menjadi lebih enak ditonton.

Fred dianggap memiliki banyak potensi. Namun ia kesulitan beradaptasi di Inggris.

Pemain berusia 27 tahun ini kemudian memang sempat menunjukkan peningkatan performa. Namun sekarang ini ia terdesak ke bangku cadangan berkat hadirnya Bruno Fernandes.

Sejauh ini ia telah tampil sebanyak 77 kali. Fred baru mengemas tiga gol dan lima assist.

10 dari 16 halaman

Sergio Romero

Kiper asal Argentina ini diboyong Manchester United dari Sampdoria pada tahun 2015 silam. Namun sejauh ini ia cuma dijadikan pelapis bagi David De Gea.

Untungnya, ketika dipercaya tampil, Sergio Romero tak mengecewakan. Sejauh ini ia telah bermain lebih dari 50 kali bagi Man United.

Salah satunya momen terbaiknya adalah ketika ia dipercaya jadi kiper utama Man United di final Liga Europa 2017. Ia pantas dipertahankan meski saat ini terdesak oleh kehadiran Dean Henderson.

11 dari 16 halaman

Gabriel Heinze

Pemain yang menempati posisi bek tengah ini diboyong Manchester United dari PSG pada tahun 2014 silam. Harganya cuma 6.9 juta pounds.

Bek asal Argentina ini juga bisa bermain di pos bek kiri. Performanya yang lugas membuatnya disukai fans. Heinze bahkan mendapat penghargaan pemain terbaik MU pada musim 2004-05.

Sayangnya performanya terhalang cedera. Ini yang membuat MU akhirnya memboyong Patrice Evra.

Ia akhirnya dimainkan sebagai bek tengah. Akan tetapi Heinze tak dimainkan secara reguler dan akhirnya sempat membuatnya bersitegang dengan Sir Alex Ferguson.

Heinze gerah dengan situasi itu dan meminta dijual ke Liverpool. Ia akhirnya jadi sosok yang kurang populer di mata fans. MU kemudian melegonya ke Real Madrid pada tahun 2007.

12 dari 16 halaman

Anderson

Gelandang asal Brasil ini disebut memiliki talenta yang sangat masif. Ia diprediksi akan bisa jadi salah satu pemain terbaik di dunia.

Sayangnya Anderson gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Tapi setidaknya ia bisa tampil cukup bagus bersama Manchester United.

Sayangnya karirnya cukup terganggu oleh cedera. Ia sempat dipinjamkan ke Fiorentina sebelum dilego ke Internacional pada tahun 2015.

Selama sekitar delapan musim membela MU, ia tampil sebanyak 181 kali di semua ajang kompetisi. Namun Anderson hanya bisa menyumbangkan sembilan gol saja.

13 dari 16 halaman

Diego Forlan

Legenda sepak bola Uruguay. Diego Forlan direkrut Manchester United pada tahun 2002 setelah melihat penampilannya yang menjanjikan bersama Independiente.

Namun Forlan sempat mengalami masa-masa sulit di MU. Apalagi di sana masih ada Ruud van Nistelrooy dan Ole Gunners Solskjaer. Ia baru bisa mencetak gol perdananya setelah 27 laga.

Ia sempat tampil menjanjikan setelah itu. Fans MU pun menyukainya, apalagi setelah ia membawa Setan Merah mengalahkan Liverpool dengan dua golnya.

Namun MU kemudian melepasnya pada musim panas 2004 setelah ia tampil sebanyak 98 kali dan mengemas 17 gol. Konon ia dilego Sir Alex Ferguson karena tak menuruti perintahnya untuk mengganti pul sepatunya di laga lawan Chelsea.

Jika saja Forlan mengganti pull sepatunya, ia tak akan terpeleset dan bisa mencetak gol ke gawang Chelsea. Dengan demikian MU bisa saja keluar dari laga itu dengan hasil imbang atau bahkan menang, dan bukannya kalah 1-0.

14 dari 16 halaman

Rafael da Silva

Rafael da Silva diboyong Manchester United dari akademi Fluminense. MU sepakat merekrutnya dan saudara kembarnya pada Februari 2007.

Namun kakak beradik tersebut baru tiba di Manchester pada Januari 2008. Beda dengan Fabio, Rafael langsung tampil impresif di sektor bek kanan.

Ia solid dalam bertahan dan juga tampil oke ketika bergerak maju membombardir area sayap lawan. Rafael akhirnya pindah dari MU pada musim panas 2015 ke Lyon. Saat itu ia sudah mencatatkan 170 penampilan di semua ajang kompetisi.

15 dari 16 halaman

Antonio Valencia

Pemain asal Ekuador ini menarik perhatian Manchester United kala tampil bersama Wigan Athletic. Saat itu ia tampil mengesankan sebagai pemain sayap kanan.

MU akhirnya memboyong Antonio Valencia ke Old Trafford pada tahun 2009. Pemain yang sangat atletis ini termasuk pemain yang serba bisa.

Ia kemudian dimainkan di posisi bek kanan dan performanya tak mengecewakan. Valencia pun permanen mengisi pos tersebut.

Valencia juga termasuk pemain yang konsisten tampil apik. Ia juga seorang pemimpin yang jempolan. Tak heran jika MU sempat memercayakan ban kapten kepadanya. Valencia baru meninggalkan Man United pada tahun 2019 kemarin.

16 dari 16 halaman

Carlos Tevez

Carlos Tevez layak disebut sebagai pemain Amerika Selatan terbaik yang pernah bermain di Manchester United. Meskipun, ia cuma bermain dua musim di Old Trafford (2007-2009), plus membuat fans kecewa berat karena setelah keluar dari Old Trafford ia gabung Manchester City.

Pemain bengal asal Argentina ini membawa banyak kesuksesan bagi Setan Merah setelah tampil sebanyak 99 kali. Ia membawa mereka juara EPL dua kali, sekali juara Liga Champions, dan meraih tiga trofi lainnya di tiga ajang berbeda.

Tevez sempat membentuk lini serang yang sangat menakutkan di Manchester United. Kala itu Setan Merah masih diperkuat Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney.

Jadi Manchester United saat ini pasti berharap Edinson Cavani bisa menjadi seperti Carlos Teves, ketimbang menjadi seperti Falcao.

(Give Me Sport/Transfermarkt)

KOMENTAR