BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ranking 20 Manajer EPL Berdasarkan Karier Sebagai Pemain, Mourinho Posisi Buncit

28-03-2020 13:30 | Aga Deta

Manajer Tottenham Jose Mourinho. (c) AP Photo Manajer Tottenham Jose Mourinho. (c) AP Photo

Bola.net - Ada banyak kriteria untuk menentukan predikat sebagai manajer terbaik di Premier League. Salah satu hal yang paling penting tentu saja koleksi gelar.

Pep Guardiola membuktikan diri sebagai manajer top dengan kesuksesan di level domestik bersama Manchester City. Sementara Jurgen Klopp sukses membangkitkan Liverpool dari tidur panjangnya dalam kurun empat tahun melatih di Premier League.

Semua manajer Premier League musim ini memiliki dasar sebagai mantan pemain. Entah itu dia pemain bintang atau bukan, tak menjadi persoalan.

Lantas, bagaimana jika semua manajer di Premier League dibuat ranking berdasarkan performa saat menjadi pemain?

Itu jelas akan menjadi sisi yang menarik untuk diperbincangkan sembari menunggu kabar kompetisi dimulai lagi.

Kompetisi Premier League saat ini ditunda hingga akhir April akibat pandemi virus Corona.

Berikut ini ranking 20 manajer Premier League berdasarkan performa saat menjadi pemain seperti dilansir dari Squawka. Urutan dimulai dari posisi paling buncit.

1 dari 4 halaman

16-20

20. Jose Mourinho

Jose Mourinho berada di urutan terbawah dalam urusan ini. Meski sukses sebagai pelatih, ia tak terlalu menonjol sebagai pemain.

Bahkan Mourinho hanya bermain di level muda sebagai gelandang di Rio Ave dan Belenenses.

19. Brendan Rodgers

Kiprah Brendan Rodgers sebagai pemain sepak bola terganggu kondisi lutut. Ia pernah menjadi bek di Reading, meski berstatus pemain cadangan.

Setelah pensiun, Rodgers membangun reputasi sebagai manajer dan sempat mengasuh Liverpool dan Celtic. Kini, ia melatih Leicester City.

18. Daniel Farke

Manajer Norwich City, Daniel Farke, merupakan mantan pemain dengan posisi striker. Ia mengabiskan waktu bermain di kompetisi bawah Bundesliga, dengan membela SV Steinhausen dan SV Lippstadt 08.

17. Graham Potter

Manajer Brighton & Hove Albion, Graham Potter, memiliki kisah panjang sebagai pemain dan berposisi bek kiri. Ia pernah membela klub papan tengah di Premier League seperti Birmingham City, Stoke City, Southampton, dan West Bromwich Albion.

16. Roy Hodgson

Manajer Crystal Palace, Roy Hodgson, bukan sosok yang istimewa saat menjadi pemain. Mantan bek ini pernah membela Crystal Palace, Gravesend & Northfleet, Maidstone United, dan Berea Park.

2 dari 4 halaman

11-15

15. David Moyes

David Moyes menjadi bagian Celtic saat memenangi gelar Liga Skotlandia pada 1982 di awal kariernya. Namun, ia tak pernah mencapai titik puncak setelahnya.

Selain Celtic, manajer West Ham United inii pernah membela Bristol City, Dunfermline, dan Preston.

14. Nuno Espirito Santo

Nuno Espirito Santo merupakan mantan penjaga gawang Victoria Guimaraes, Deportivo La Coruna, dan FC Porto. Ia pensiun di Porto pada 2010.

Kini Nuno memiliki karier kepelatihan yang cemerlang di Wolverhampton Wanderers.

13. Dean Smith

Manajer Aston Villa, Dean Smith, mengabiskan waktu 16 tahun sebagai pemain di lima klub berbeda. Ia membela Walsall, Leyton Orient, Sheffield Wednesday, dan Port Vale.

12. Eddie Howe

Eddie Howe adalah legenda Bournemouth dan berposisi sebagai bek. Kini ia sedang berjuang melatih Bournemouth untuk lepas dari jurang degradasi.

11. Chris Wilder

Manajer Sheffield United, Chris Wilder, menghabiskan waktu bermain di seluruh level sepak bola Inggris. Ia membela beberapa klub, seperti Sheffield United, Notts County, Charlton Athletic, dan Brighton & Hove Albion dengan posisi sebagai bek kanan.

3 dari 4 halaman

6-10

10. Nigel Pearson

Manajer Watford, Nigel Pearson, tercatat pernah membela Shrewsbury City, Sheffield Wednesday, dan Middlesbrough. Pemain yang semasa aktif pemain jadi bek ini, sempat merasakan bermain Premier League selama dua musim sebelum pensiun.

9. Sean Dyche

Manajer Burnley, Sean Dyche, merupakan bek saat masih menjadi pemain. Ia sempat mengalami patah kaki di awal kariernya. Klub yang pernah dibelanya adalah Nottingham Forest, Chesterfield, Millwall, dan Northampton.

8. Jurgen Klopp

Juru racik Liverpool, Jurgen Klopp, memiliki dua posisi saat bermain, yakni Striker dan Bek. Selama 11 tahun sebagai pemain, Klopp hanya membela Mainz.

Ia meraih kesuksesan menjadi manajer saat mengasuh Borussia Dortmund dan kini, Liverpool.

7. Ralph Hasenhutti

Ralph Hasenhutti merupakan mantan striker Austria Wina dan FC Koln. Meski pernah mengaku tak memiliki bakat sepak bola, Hasenhutti sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Austria. Kini ia membesut Southampton.

6. Miker Arteta

Miker Arteta menjadi satu di antara gelandang paling berharga di masanya. Ia sempat membela Barcelona, Rangers, Everton dan Arsenal. Kini ia kembali ke London Utara sebagai manajer.

4 dari 4 halaman

1-5

5. Steve Bruce

Manajer Newcastle United, Steve Bruce, berstatus mantan bek Manchester United pada 1992-1996. Ia sukses mempersembahkan tiga gelar Premier League, tiga trofi Piala FA, satu Piala Liga, dan satu Piala Winners.

Sebelum bergabung dengan the Red Devils, Bruce membela Gillingham dan Norwich City.

4. Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti memiliki karier yang sukses baik sebagai pelatih atau pemain. Ia pernah meraih kesuksesan kala berseragam Parma, AS Roma, dan AC Milan.

Setelah pensiun, ia mengasuh AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid, Bayern Munchen, Napoli. Kini, Don Carlo mengasuh Everton.

3. Ole Gunnar Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer sempat mendapat julukan pembunuh berwajah bayi. Ia menghabiskan 11 tahun sebagai pemain Manchester United. Kini, ia kembali ke Old Trafford sebagai manajer.

2. Pep Guardiola

Pep Guardiola hanya bermain untuk Barcelona sepanjang karier. Ia bermain sebagai gelandang bertahan.

Guardiola merupakan perpanjangan tangan Johan Cruyff di lapangan kala itu. Kini, ia menjadi manajer Manchester City.

1. Frank Lampard

Frank Lampard merupakan top scorer sepanjang masa Chelsea. Ia sukses mempersembahkan 13 trofi darii 13 tahun berkarier di Stamford Bridge. Selain Chelsea, Lampard juga pernah membela West Ham, Manchester City, dan New York City.

Kini, Lampard kembali ke Chelsea sebagai manajer.

Sumber: Squawka
Disadur dari: Bola.com (Hanif Sri Yulianto/Aning Jati, Published 27/3/2020)

KOMENTAR