Rangking Para Kapten Arsenal di Era EPL, Aubameyang Posisi Berapa?

Dimas Ardi Prasetya | 15 Desember 2021, 17:45
Selebrasi Pierre-Emerick Aubameyang usai membobol gawang Tottenham, Minggu (26/9/2021) (c) AP Photo
Selebrasi Pierre-Emerick Aubameyang usai membobol gawang Tottenham, Minggu (26/9/2021) (c) AP Photo

Bola.net - Ban kapten Arsenal menjadi bahan topik pembicaraan yang sedang hangat sekarang ini di Inggris.


Hal tersebut tentu saja tak lepas dari dicopotnya ban kapten The Gunners dari lengan Pierre-Emerick Aubameyang. Arsenal mengumumkan pencopotan tersebut pada hari Selasa (14/12/2021).

Keputusan itu tentu saja didasari alasan kuat. Aubameyang sebelumnya sempat melakukan tindakan indisipliner.

Aksinya itu sempat membuat Aubameyang tak dibawa ke dalam skuat yang berlaga lawan Southampton. Pria asal Gabon itu juga tak akan dimainkan lagi saat Arsenal bersua West Ham.

Pasca pencopotan tersebut, Arsenal belum menunjuk kapten baru. Namun ada dua kandidat penggantinya yakni Alexandre Lacazette dan Granit Xhaka.

Di sepanjang sejarah Premier League, Arsenal sudah dikapteni oleh 12 pemain, termasuk Aubameyang tentunya. Berikut rangking mereka dari yang terburuk sampai yang terbaik, seperti dilansir Givemesport.

1 dari 12 halaman

William Gallas

Bek asal Prancis ini gabung Arsenal pada tahun 2006. William Gallas membela panji The Gunners sampai tahun 2010.

Sebagai kapten, ia semestinya menjadi contoh yang baik bagi rekan-rekannya. Namun ia tak melakukan itu.

Salah satu contohnya adalah ketika ia malah ngambek kala Arsenal kebobolan di menit-menit akhir pertandingan di laga lawan Birmingham pada tahun 2008 silam.

Namun ada juga faktor lain yang membuatnya ada di posisi terbawah. Gallas pernah membela Chelsea sebelum gabung Arsenal dan setelah itu ia memilih cabut ke Tottenham.

2 dari 12 halaman

Laurent Koscielny

Laurent Koscielny (c) AP Photo

Bek asal Prancis ini gabung Arsenal pada tahun 2010 silam. Ia bertahan di London sampai tahun 2019.

Dengan pengabdiannya itu, tak ada yang bawel kala Arsenal menjadikannya kapten tim. Akan tetapi Laurent Koscielny malah berulah saat cabut dari Emirates Stadium ke klub Ligue 1, Bordeaux.

Koscielny mengumumkan kepindahannya dengan menggungah sebuah video di mana ia mencopot jersey Arsenal dan di baliknya terlihat jersey Bordeaux. Jelasnya aksinya itu tak patut dilakukan oleh seorang kapten.

3 dari 12 halaman

Robin van Persie

Robin van Persie besar di Arsenal dan menjadi salah satu penyerang top di Premier League dan Eropa. Ia gabung di klub tersebut sejak tahun 2004 hingga tahun 2012.

Ia mulai mencicipi ban kapten Arsenal sejak tahun 2008. Van Persie kemudian diangkat menjadi pemimpin permanen The Gunners mulai musim 2011-12.

Ban kapten itu diharap bisa membuatnya bertahan lama di Arsenal. Namun setelah cuma semusim ia memilih cabut dan pindah ke salah satu rival The Gunners, Manchester united.

Van Persie sejatinya bisa menjadi legenda di Arsenal. Namun ia merusak kesempatan tersebut dengan pindah ke MU.

4 dari 12 halaman

Granit Xhaka

Granit Xhaka. (c) AP Photo

Gelandang asal Swiss ini gabung dengan Arsenal pada tahun 2016. Granit Xhaka dipercaya menjadi kapten The Gunners mulai akhir 2019, menggantikan Laurent Koscielny.

Selama membela Arsenal, ia memang mengalami pasang surut. Bahkan ia sempat bersitegang dengan fans The Gunners pada tahun 2019 lalu.

Xhaka sempat disebut akan cabut dari Arsenal. Bahkan ban kapten sempat dicopot dari lengannya hanya sekitar lima pekan setelah ban tersebut dipercayakan kepadanya.

Akan tetapi ia akhirnya masih bertahan sampai sekarang. Ia bahkan bisa mulai sedikit merebut kembali hati para fans Arsenal.

5 dari 12 halaman

Thomas Vermaelen

Thomas Vermaelen gabung Arsenal pada tahun 2009 silam. Ia sangat loyal pada The Gunners dan baru cabut dari klub tersebut pada tahun 2014.

Ia sempat menjadi tembok kokoh di pertahanan Arsenal. Sayangnya karirnya terganggu oleh cedera dalam beberapa tahun terakhir karirnya di Emirates Stadium.

Tak seperti beberapa nama sebelumnya, Vermaelen tak bermasalah dengan fans Arsenal. Mereka pun tak meributkan transfernya pada tahun 2014 ke Barcelona.

6 dari 12 halaman

Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang mencetak gol kedua Arsenal melawan Aston Villa, Sabtu (23/11/2021) (c) AP Photo

Gabung dengan Arsenal pada Januari 2018. Pierre-Emerick Aubameyang kemudian dipercaya menjadi kapten The Gunners pada November 2019, menggantikan Granit Xhaka.

Ia sempat tampil gacor bagi Arsenal dan digadang-gadang akan membawa klub itu kembali bersaing di empat besar liga. Namun sejak musim lalu, ia malah membuat fans merasa kesal dengan tingkah lakunya di luar lapangan, plus ketajamannya yang makin menurun.

Namun demikian, Aubameyang berjasa membawa Arsenal meraih gelar FA Cup 2019/20 lalu. Ia mencetak gol di semifinal dan juga di babak final.

7 dari 12 halaman

Per Mertesacker

Bek jangkung asal Jerman ini direkrut Arsenal pada tahun 2011 silam dari Werder Bremen. Ia mulai dipercaya jadi kapten mulai tahun 2011, terutama saat pemain seperti Thomas Vermaelen dan Mikel Arteta berhalangan tampil.

Sebagai bek, Mertesacker memang tak punya kecepatan. Namun ia bisa memberikan rasa tenang pada rekan-rekannya di lini belakang.

Mertesacker pun membantu Arsenal memenangi trofi FA Cup saat ia menjadi kapten. Dan setelah pensiun pun, ia masih tetap mengabdi pada The Gunners.

Mertesacker sekarang bekerja di akademi klub Arsenal. Ia ikut membantu perkembangan pemain seperti Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka.

8 dari 12 halaman

Mikel Arteta

Mikel Arteta. (c) AP Photo

Setelah membela Everton selama enam tahun, Mikel Arteta pindah ke Arsenal pada tahun 2011. Pria Spanyol ini kemudian dipercaya menjadi kapten di musim pertamanya bermain di skuat The Gunners.

Setelah Robin van Persie cabut, ia dipercaya menjadi wakil kapten. Jabatan ban kapten akhirnya menjadi miliknya sejak musim 2014-15. Ia mengambil alih peran tersebut di saat Arsenal mengalami masa-masa sulit.

Saat itu Arsenal kesulitan untuk bersaing meraih gelar juara. Arteta kemudian berhasil membantu The Gunners mengakhiri puasa gelarnya selama sembilan tahun dengan memenangi trofi FA Cup pada tahun 2014.

9 dari 12 halaman

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas di Arsenal (c) Bola.net

Cesc Fabregas diangkut Arsenal pada tahun 2003 silam saat ia masih menimba ilmu di akademi Barcelona. Pada tahun 2008, Fabregas dipecaya menjadi kapten The Gunners, menggantikan William Gallas.

Saat itu ia masih berusia 21 tahun. Fabregas pun tampil sangat dewasa di lini tengah meski usianya masih sangat muda.

Ia menjadi penggerak lini tengah Arsenal. Fabregas makin disayang karena kemampuannya dalam memberikan assist sangat spesial.

Namanya kemudian sedikit ternoda ketika ia memutuskan pulang ke Barcelona dan kemudian gabung Chelsea pada tahun 2014.

10 dari 12 halaman

Thierry Henry

Salah satu pemain terbaik, jika bukan yang terbaik, yang pernah membela Arsenal. Thierry Henry gabung Arsenal pada tahun 1999, setelah ia gagal di Italia.

Henry dipercaya menjadi kapten Arsenal pada tahun 2005. Ia mewarisi ban tersebut dari kompatriotnya, Patrick Vieira.

Tentunya mewarisi ban kapten dari pemain sekaliber Vieira tak mudah. Namun Henry bisa melakukannya dengan mudah.

Sayangnya di bawah kepemimpinannya ia tak pernah membantu Arsenal meraih gelar juara. Ia hanya sempat membantu The Gunners menjadi runner-up UCL pada musim 2005-06. Meski demikian Henry telah menetapkan standar tinggi sebagai kapten di Emirates Stadium.

11 dari 12 halaman

Patrick Vieira

Manajer Crystal Palace Patrick Vieira. (c) AP Photo

Pemain Prancis lainnya. Patrick Vieira gabung dengan Arsenal pada tahun 1996. Juga setelah sebelumnya gagal berkarir di Italia.

Vieira dipercaya menjadi kapten sejak tahun 2002 sampai 2005, saat ia cabut dari London. Dalam periode tersebut, ia memimpin skuat Arsenal yang bersejarah yakni The Invincibles.

Vieira membantu Arsenal meraih beberapa gelar. Sayangnya ia kemudian tak bertahan lama dan memilih cabut ke Juventus pada tahun 2005.

Hal ini membuatnya kehilangan posisi sebagai kapten terbaik Arsenal. Jika saja ia bertahan sampai akhir karirnya, ia akan berada di posisi nomor satu.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR