BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Pertanyaan untuk Arsenal: Sebenarnya Apa Salah Mesut Ozil?

22-10-2020 00:30 | Richard Andreas

Mesut Ozil mendapat pelukan dari Mikel Arteta usai laga melawan Manchester United (2/1/2020) di Stadion Emirates. (c) Arsenal Mesut Ozil mendapat pelukan dari Mikel Arteta usai laga melawan Manchester United (2/1/2020) di Stadion Emirates. (c) Arsenal

Bola.net - Karier Mesut Ozil berbelok ke arah yang paling buruk bagi pesepak bola profesional. Dia masih berstatus pemain Arsenal, tapi hampir pasti tidak akan bermain musim ini.

Rabu (21/10/2020) malam WIB, Arsenal mengumumkan daftar final 25 pemain untuk Premier League musim ini. Nahasnya tidak ada nama Ozil di sana, dia tidak didaftarkan secara resmi.

Tentu pengumuman ini mengejutkan. Perlakuan Arsenal terhadap Ozil dikecam, sebab bagaimanapun Ozil pernah jadi salah satu pemain terpenting The Gunners beberapa tahun lalu.

Kira-kira apa penyebab Arsenal berlaku buruk pada Ozil? Salah klub atau salah Ozil sendiri? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 5 halaman

Sebelumnya pernah

Ini bukan pertama kalinya Arsenal mengumumkan pencoretan Ozil. Beberapa waktu lalu mereka pun mengumumkan daftar final skuad untuk ajang Liga Europa, tidak ada Ozil di sana.

Saat itu fans Arsenal mulai mengkritik, tapi masih belum segencar serang. Diduga Ozil tidak didaftarkan di Liga Europa supaya tenaganya bisa digunakan penuh di Premier League.

Kini, dugaan itu ternyata salah besar. Arsenal pun mencoret Ozil dari daftar skuad untuk Premier League. Tentu kasus ini semakin ramai dibicarakan.

2 dari 5 halaman

Apa hanya masalah malas dan gaji?

Dua tahun terakhir, Ozil jarang mendapatkan kesempatan bermain, tapi alasannya terus berubah-ubah. Ada kalanya pelatih menegaskan alasan keputusan teknis.

Lalu ada pula gosip Ozil tidak berlatih cukup keras, bahwa fisiknya tidak cukup tangguh untuk sepak bola Inggris. Ozil juga dicap pemalas, tidak mau bertahan, dan banyak gosip lainnya.

Situasi Ozil semakin sulit karena dia merupakan pemain dengan gaji terbesar di Arsenal, yakni 350.000 pounds per pekan. Alhasil, justru dia yang semakin disalahkan, dianggap pemakan gaji buta, memeras klub.

Masalahnya, perlahan-lahan Arsenal mulai kehabisan dalih. Rasa-rasanya ada alasan lain di balik pengabaian Ozil, tidak mungkin hanya karena malas, sebab seharusnya itu bisa diselesaikan dengan latihan keras.

3 dari 5 halaman

Ada masalah lain?

Mesut Ozil mendapat pelukan dari Mikel Arteta usai laga melawan Manchester United (2/1/2020) di Stadion Emirates. (c) ArsenalMesut Ozil mendapat pelukan dari Mikel Arteta usai laga melawan Manchester United (2/1/2020) di Stadion Emirates. (c) Arsenal

Lebih lanjut, Ozil tak pernah menduga bahwa gaji besar yang dia terima justru bisa menyulitkannya sendiri. Tentu dia tidak tahu bahwa dia tidak akan bermain lagi ketika meneken perpanjangan kontrak pada tahun 2018 lalu.

Gaji besar ini pun seharusnya tak jadi masalah andai Ozil mendapatkan kesempatan bermain dan dia bisa membuktikan diri di lapangan. Fans akan maklum asal Ozil terus memberikan kontribusi untuk tim.

Masalahnya, Arsenal tak pernah memberi kesempatan itu. Ozil jadi terpojokkan, mudah disalahkan. Padahal tidak ada yang tahu bagaimana situasi sebenarnya.

4 dari 5 halaman

Ozil hanya diam

Yang perlu diperhatikan, meski terus diserang kabar tak sedap, mulai disebut pemalas hingga makan gaji buta, Ozil belum pernah melontarkan komentar pedas.

Dia lebih banyak diam, tidak ada komentarnya yang memojokkan Arsenal. Padahal, andai dia benar diperlakukan tidak adil, seharusnya Ozil bisa saja menyerang klub di depan media.

Ozil tidak melakukannya, lebih banyak diam, mencoba berlatih sekeras mungkin. Hanya baru-baru ini dia bicara, itu pun lebih berupa klarifikasi.

5 dari 5 halaman

Pesan tersirat Ozil?

Ya, Ozil merilis pernyataan resmi melalui media sosial Twitter-nya. Dia mengaku patah hati dan kecewa dengan perlakuan klub, tapi tetap tidak ada kalimat yang memojokkan Arsenal dalam pernyataan ini.

Ozil pun mengaku situasinya sempat membaik, tapi entah mengapa kembali terpojok dan tidak mendapatkan kesempatan bermain.

Di akhir pesannya, Ozil menulis satu kalimat yang diyakini mengandung pesan tersirat: "Saya akan terus berlatih sebaik mungkin dan jika mungkin menggunakan suara saya untuk melawan kekejaman kemanusiaan dan untuk keadilan."

Menurut sejumlah laporan yang beredar, suara-suara itulah yang jadi titik awal masalah Ozil. Kabarnya pihak klub tidak senang jika pemain Arsenal terlibat masalah politik dunia, dengan risiko merusak citra klub.

Ozil sendiri dikenal vokal bicara soal kekerasan terhadap kemanusiaan di belahan dunia lain. Mungkinkah ini jadi alasan perlakuan buruk Arsenal terhadap Ozil?

Sumber: Berbagai sumber

KOMENTAR