Parah Nih! 5 Laga dengan Babak Pertama Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Selain Duel Man City Vs MU

Aga Deta | 5 Oktober 2022, 11:40
Selebrasi Erling Haaland usai mencetak gol untuk Manchester City (c) AP Photo
Selebrasi Erling Haaland usai mencetak gol untuk Manchester City (c) AP Photo

Bola.net - Manchester City keluar sebagai pemenang dalam Derbi Manchester yang berlangsung di Etihad Stadium, Minggu (2/10/2022) malam WIB. Man City menang dengan skor 6-3 atas rival sekotanya, Manchester United (MU). Menariknya, The Red Devils tertinggal empat gol pada babak pertama.

Dalam derbi Manchester kali ini, Erling Haaland dan Phil Foden sama-sama mencetak hatttrick ke gawang MU. Sementara MU membalas lewat gol Antony dan brace Anthony Martial.

Menariknya, pada babak pertama, Erling Haaland dan Phil Foden sama-sama mencetak brace yang membuat Man City menutup 45 menit pertama dengan kemenangan telak 4-0.

Pertandingan dengan skor telak empat gol tanpa balas pada babak pertama ini menjadikan derbi Manchester ini menjadi satu dari enam pertandingan dengan babak pertama terburuk yang pernah ada.

Lalu selain kekalahan MU dari Man City ini, seperti apa 5 laga lainnya yang masuk dalam pertandingan dengan babak pertama terburuk? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Daily Star.

1 dari 5 halaman

Southampton vs Leicester City - 2019

Papan skor menunjukkan hasil akhir Southampton vs Leicester (c) AP Photo

Papan skor menunjukkan hasil akhir Southampton vs Leicester (c) AP Photo

Southampton benar-benar direndahkan oleh Leicester City pada 2019, yang ternyata harus mengalami kekalahan 0-9. Namun, kekalahan itu terjadi karena tujuh kebobolan yang mereka alami pada babak pertama.

Dan hasil keseluruhan membuat ada rekor baru untuk kemenangan tandang terbesar dalam sejarah kasta tertinggi sepak bola Inggris. Tentu saja, Southampton mengalami nasib yang sama setahun kemudian ketika menghadapi Manchester United (MU).

2 dari 5 halaman

Wigan Athletic vs Hull City - 2020

Pertama datang dari divisi Championship dalam struktur kompetisi Liga Inggris. Bermain di DW Stadium, The Tigers membuat diri sendiri terlihat buruk dengan kebobolan tujuh gol dalam 45 menit pertama.

Para penggemar Hull yang memberikan dukungan dalam laga tandang itu tampak harus menarik rambut mereka ke belakang setelah menyaksikan kekalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam waktu yang begitu singkat.

Sebenarnya itu kesempatan bagi Hull untuk meninggalkan zona degradasi. Namun, keran gol Wigan terbuka setelah Kal Naismith mencetak gol pertama pada menit pertama.

Sementara itu, Kieffer Moore dan Kieran Dowell sama-sama sukses mencetak brace pada babak pertama. Sementar yang terakhir, Jamal Lowe dan Joe Williams menambah jumlah keunggulan mereka sebelum jeda pertandingan.

Dowel akhirnya memastikan diri mencetak hattrick dengan tambahan satu gol pada babak kedua dan Wigan menang telak 8-0.

3 dari 5 halaman

Fulham vs Newcastle United - 2022

Pemain-pemain Fulham berselebrasi di depan para suporternya (c) AP Photo

Pemain-pemain Fulham berselebrasi di depan para suporternya (c) AP Photo

Meski melakukan investasi besar pada 2022, Newcastle United hanya berhasil menang satu kali dalam tujuh pertandingan pertama mereka di Premier League. Faktanya, kemenangan mereka datang pada awal musim, jadi setelah itu ada enam pertandingan beruntun tanpa kemenangan.

Namun, kartu merah yang diterima Chalobah pada awal pertandingan segera menentukan hasil, di mana mereka mencetak empat gol selama 45 menit pertama, dalam permainan yang benar-benar mendominasi.

Fulham mendapatkan satu gol balasan pada babak kedua yang dicetak oleh Bobby Reid, tapi mereka sudah terlanjur kalah telak.

4 dari 5 halaman

Liverpool vs AC Milan - 2005

Dari Liga Inggris, kita beralih ke Liga Champions. Anda hanya perlu mengatakan 'Istanbul' sekarang untuk bisa langsung mengingat pertandingan yang bersejarah ini.

Dalam pertandingan final Liga Champions di Turki itu, Liverpool di bawah asuhan Rafael Benitez menjadi underdog melawan AC Milan yang dikenal sangat kuat. Namun, masih ada keyakinan yang kuat, keyakinan yang bertahan sampai akhir.

Paolo Maldini membuka gol untuk AC Milan dan berlanjut dengan dua gol yang dicetak oleh Hernan Crespo. Tiga gol itu cukup membuat Liverpool benar-benar sengsara, satu di antaranya karena sepakan chip yang luar biasa setelah mengejar umpan Kaka yang menakjubkan.

Pada babak kedua, sepertinya Liverpool, secara tidak resmi, sudah tersingkir dari pertandingan final itu. Namun, kemudian apa yang terjadi patut tercatat dalam sejarah sebagai sebuah comeback yang luar biasa.

Liverpool bangkit melawan, mencetak tiga gol pada babak kedua dan dan pada akhirnya berhasil memenangkan pertandingan lewat drama adu penalti. Sebuah hal yang sangat hebat.

5 dari 5 halaman

Brasil vs Jerman - 2014

Toni Kross mencetak gol di laga Brasil vs Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. (c) AFP

Toni Kross mencetak gol di laga Brasil vs Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. (c) AFP

Pertandingan terakhir datang dari pertemuan dua tim nasional hebat di bumi ini ketika tampil di Piala Dunia 2014.

Piala Dunia 2014 di Brasil adalah sesuatu yang harus dirayakan. Pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu adalah pertemuan antara dua raksasa sepak bola dalam sejarah Piala Dunia, Jerman dan Brasil.

Brasil masih menjadi favorit dalam pertandingan ini. Semua orang memang mendukung mereka, sebuah negara yang telah memberikan banyak hal untuk sepak bola selama bertahun-tahun.

Jerman dan Brasil bertemu di semifinal Piala Dunia 2014 dan Die Mannschaft berhasil mempermalukan tim tuan rumah itu. Brasil dibuat kebobolan lima gol pada babak pertama pertandingan, membuat para penggemar Selecao yang hadir di stadion merasa hancur.

Mereka yang berada di tribune dengan tawa dan nyanyian pada awal pertandingan, kemudian menangis di balik jersey kuning kebanggaan Brasil.

Pada akhirnya, Jerman menang 7-1 atas Brasil. Bahkan pada akhirnya Jerman berhasil menjadi juara Piala Dunia 2014. Namun, bagi Brasil kekalahan dari Jerman itu menjadi noda dalam sejarah sepak bola mereka.

Sumber: Daily Star
Disadur dari: Bola.com/Penulis Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 5/10/2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR