BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Mengingat 4 Momen Terbaik Steven Gerrard di Liverpool, Termasuk 'Malam di Istanbul'

02-06-2020 14:33 | Yaumil Azis

Steven Gerrard (c) AFP Steven Gerrard (c) AFP

Bola.net - Kesetiaan seorang Steven Gerrard terhadap Liverpool sudah tidak perlu diragukan lagi. Hampir seluruh karirnya sebagai pemain dihabiskan bersama klub yang memiliki julukan the Reds tersebut.

Gerrard menjadi bagian dari Liverpool sejak dirinya masih berusia sangat belia, yakni sembilan tahun. Ia mempelajari banyak hal selama di akademi hingga akhirnya berhasil menembus skuat inti di tahun 1998.

Selama 17 musim Gerrard menghabiskan waktunya bersama Liverpool. Sebanyak 186 gol telah ia bukukan dalam 710 laga di klub tersebut. Pada akhirnya, usia yang membuatnya harus pindah ke LA Galaxy di tahun 2015.

17 musim bukanlah waktu yang singkat. Gerrard sudah merasakan berbagai macam pengalaman bersama the Reds, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Berikut adalah beberapa momen penting yang pernah dirasakan Gerrard selama berseragam Liverpool.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 4 halaman

Alaves

Setelah menjuarai FA Cup dan Carabao Cup di tahun 2001, Liverpool masih menyisakan satu ajang yang harus segera dituntaskan. itu adalah Liga Europa, yang saat itu masih bernama UEFA Cup.

Mereka telah mencapai babak final dan harus berhadapan dengan wakil Spanyol, Alaves. Gerrard mengantongi gol yang tercipta pad amenit ke-16. Gol tersebut membuat the Reds unggul 2-0.

Alaves sempat memberikan perlawanan sengit, hingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Beruntung, Liverpool berhasil menjadi pemenang dengan skor 5-4.

2 dari 4 halaman

Olympiakos

Pada Desember 2004, Liverpool sempat merana hingga nyaris tersingkir secara dini dari ajang Liga Champions. Untungnya, ada Gerrard yang berhasil menyelamatkan wajah klubnya.

The Reds membutuhkan tiga gol setelah Rivaldo sukses menjebol gawang Chris Kirkland pada menit ke-26. Florent Sinama Pongolle dan Neil Mellor membuat Liverpool sukses memperkecil kebutuhan golnya.

Waktu semakin menipis. Sementara Liverpool masih butuh satu gol lagi untuk mendapatkan tiket ke babak berikutnya. Dan pada menit ke-86, Gerrard datang dan membuat fans Liverpool gempar dengan golnya.

"Itu adalah gol termanis yang pernah saya buat. Rasanya lega bisa melihat jala bergerak. Jika saya harus memilih gol yang favorit untuk koneksi dan reaksi dari fans - maka itu pilihan saya," ujar Gerrard kepada Independent di tahun 2013.

3 dari 4 halaman

AC Milan

Momen 'Malam di Istanbul' jelas tidak bisa dilupakan oleh banyak fans sepak bola di generasi sekarang. Bagaimana tidak, Liverpool menyajikan performa magis yang membuat mereka menjuarai Liga Champions di tahun 2005.

Kala itu, Liverpool sedang berhadapan dengan AC Milan yang sedang perkasa di pentas Eropa. Saat wasit mengakhiri babak pertama, the Reds yang dilatih Rafa Benitez kala itu sedang tertinggal 0-3.

Namun semuanya berubah begitu Gerrard mencetak gol di awal babak kedua. Ia juga yang berperan besar dalam penalti yang dicetak Xabi Alonso. Pada akhirnya, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan dan menang melalui adu penalti.

4 dari 4 halaman

West Ham

Momen magis di Istanbul itu terulang 12 bulan kemudian. Tepatnya saat Liverpool sedang bertemu dengan West Ham pada babak final FA Cup. Mereka sempat tertinggal 0-2 atas tim asal London tersebut.

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor imbang 3-3, dan Liverpool berhasil keluar sebagai pemenang melalui drama adu penalti. Namun the Reds takkan bisa menjadi juara jika bukan karena peran Gerrard.

Gerrard mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, salah satunya ia ciptakan jelang 90 menit waktu normal selesai. Ia juga menciptakan assist yang berujung pada gol Djibril Cisse di menit ke-32.

(Planet Football)

KOMENTAR