BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Mengapa Arsenal Bisa Sehancur Ini? Arsene Wenger: Sudah Tidak Manusiawi

13-12-2019 06:20 | Richard Andreas

Striker Arsenal, Alexandre Lacazette dalam kepungan pemain Southampton. (c) AP Photo Striker Arsenal, Alexandre Lacazette dalam kepungan pemain Southampton. (c) AP Photo

Bola.net - Arsene Wenger turut memberikan pendapatnya perihal keterpurukan Arsenal dewasa ini. Dia yakin The Gunners yang sekarang sudah benar-benar berubah, sudah tidak manusiawi.

Arsenal tenggelam dalam masalah beberapa tahun terakhir, mulai dari tahun-tahun terakhir Wenger sampai era Unai Emery yang terlalu singkat. Sekarang, tugas berat itu dipikul Freddie Ljungberg.

Status Ljungberg masih interim, pihak klub sedang mempertimbangkan beberapa nama calon pelatih permanen. Proses inilah yang sulit, Wenger tahu Arsenal yang sekarang sudah terlalu besar.

Apa yang dimaksud Wenger? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Tidak Manusiawi

Bagi Wenger, status Arsenal sebagai klub besar justru menyulitkan. Sekarang segalanya tentang bisnis, tentang uang. Perlahan-lahan jati diri klub luntur dan Arsenal kehilangan sentuhan manis yang muncul dari hubungan akrab.

"Penyesalan terbesar saya di Arsenal adalah perkembangan ukuran klub dari manusiawi jadi tidak manusiawi, dengan beban administratif yang lebih besar. Segalanya berjalan lebih cepat," buka Wenger kepada Express.

"Sepuluh tahun lalu, ketika Anda melihat ada calon yang bagus, Anda bisa langsung mendapatkannya, memberinya kostum, dan dia akan jadi bagian tim."

"Sekarang hal itu sudah tidak ada. Jika Anda menginginkan physio baru, Anda harus menelaah 300 lamaran. Begitulah Arsenal sekarang. Sedikit demi sedikit, saya merasa klub sudah lepas dari genggaman saya," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Sangat Besar

Wenger tahu, siapa pun pelatih Arsenal nanti bakal kesulitan menangani tim. Sebab sekarang ada begitu banyak hal yang perlu dipikirkan. Arsenal tidak lagi akrab, segalanya dinilai berdasarkan angka-angka dan torehan pekerjaan.

"Ketika saya tiba di Arsenal, hanya ada 80 orang (pimpinan, staf pemain). Ketika saya pergi, ada sekitar 750 orang. Dan ketika ada 750 orang dalam satu organisasi, setiap orang memikirkan dirinya sendiri daripada perkembangan," imbuh Wenger.

"Saya kira itu jadi pelajaran bagi saya: bagaimana bisa Anda menjaga hasrat untuk terus memberikan performa terbaik?"

"Sampai di angka 150 orang, saya kira Anda tetap manusiawi. Anda mengenal nama istri mereka, anak mereka, dan sebagainya," tutupnya.

Sumber: Express

KOMENTAR

Smartfren Kapanlagi Live Bareng Mahen, Bagasran dan Adhitia Sofyan