Menelaah Setumpuk Masalah Liverpool: Kombinasi Cedera dan Pemain Underperform?

Richard Andreas | 4 Oktober 2022, 13:00
Virgil van Dijk saat melanggar Victor Osimhen di laga Napoli vs Liverpool di matchday 1 UCL 2022/2023 di Diego Armando Maradona, Kamis (08/09/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo
Virgil van Dijk saat melanggar Victor Osimhen di laga Napoli vs Liverpool di matchday 1 UCL 2022/2023 di Diego Armando Maradona, Kamis (08/09/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Liverpool belum juga menemukan kestabilan di awal musim 2022/23 ini. Mendekati 10 pertandingan di semua kompetisi, The Reds masih terseok-seok dan sulit meraih kemenangan.

Terannyar, Sabtu (1/10/2022), Liverpool ditahan imbang Brighton 3-3 di Anfield. Hasil tersebut menahan langkah Liverpool di papan tengah, baru dua kali menang dari tujuh pertandingan.

Di Liga Champions, kondisi pasukan Jurgen Klopp juga tidak lebih baik. Liverpool keok di matchday 1 dan harus bersusah payah bangkit di matchday 2.

Kondisi Liverpool ini cukup mengkhawatirkan, mengingat mereka pernah digadang-gadang sebagai calon juara. Lantas, apa masalahnya?

1 dari 4 halaman

Cedera dan underperform

Kondisi Liverpool ini juga diperhatikan oleh analis Premier League, Gary Neville. Menurutnya, ada banyak masalah yang terjadi bersamaan di Liverpool, mulai dari cedera pemain hingga pemain-pemain yang tampil di bawah standar.

"Masalah terbesar Liverpool bukanlah Trent-Alexander Arnold, meski dia membuat sejumlah blunder," kata Neville kepada Sky Sports.

"Mereka selalu punya focal point, tapi untuk sekarang Virgil van Dijk tidak bermain di level terbaiknya dan kehilangan Sadio Mane jadi masalah besar bagi mereka."

"Cedera di lini tengah juga jadi masalah bagi mereka, sebab mungkin seharusnya mereka merekrut gelandang top musim panas lalu," imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Minim investasi

Ekspresi Mohamed Salah di laga Liga Champions 2022/2023 antara Napoli vs Liverpool, Kamis (8/9/2022) (c) AP Photo

Ekspresi Mohamed Salah di laga Liga Champions 2022/2023 antara Napoli vs Liverpool, Kamis (8/9/2022) (c) AP Photo

Menurut Neville, Liverpool mulai merosot karena kesalahan mereka sendiri. The Reds terlalu berhati-hati dalam merekrut pemain, jadi semakin tertinggal dari rival seperti Manchester City dan Manchester United.

"Mereka punya pelatih luar biasa, semangat tim luar biasa, didukung dengan fans yang luar biasa. Mereka pernah menjalani masa-masa di level top," ujar Neville.

"Namun, ketika Anda melihat total pembelian mereka dibandingkan dengan dua klub Manchester, sebenarnya Liverpool bersaing dengan dua tangan terikat di belakang."

3 dari 4 halaman

Perlu belanja, tapi gak sampai panik

Neville menilai bahwa Liverpool mau tak mau harus belanja pemain untuk memperkuat skuad. Namun, bukan berarti The Reds harus sembarangan bergerak tanpa strategi.

"Menurut saya, fans Liverpool mungkin mulai merasa bahwa mereka perlu belanja besar sama seperti klub-klub lain, contohnya seperti Chelsea musim panas ini," sambung Neville.

"Namun, jika saya ada di posisi Liverpool, saya tidak akan terlalu panik," tandasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR