BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Manchester United Bakal Gagal ke Liga Champions Lagi? Yuk Simak 5 Alasannya

15-07-2020 15:02 | Asad Arifin

Striker Manchester United, Anthony Martial merayakan gol ke gawang Southampton, Selasa (14/7/2020) (c) AP Photo Striker Manchester United, Anthony Martial merayakan gol ke gawang Southampton, Selasa (14/7/2020) (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United gagal menembus zona Liga Champions usai bermain imbang 2-2 melawan Southampton. Kini, Setan Merah harus bersaing dengan Chelsea dan Leicester City untuk menembus empat besar klasemen akhir Premier League 2019/2020.

Hasil melawan Soton sangat pahit karena hingga menit ke-90 Manchester United masih unggul 2-1. Soton unggul lebih dulu melalui gol Stuart Amstong, tapi kemudian dibalas Marcus Rashford dan Anthony Martial.

Pada babak kedua MU lebih banyak tertekan, tapi masih mampu mempertahankan keunggulan. Petaka datang pada injury time, tepatnya pada menit ke-90+6. Michael Obafemi membuat fans Setan Merah tertegun setelah berhasil menjebol gawang David De Gea.

MU akhirnya masih tertahan di peringkat kelima. Meski mengumpulkan nilai yang sama dengan Leicester City di peringkat keempat, United kalah selisih gol. Chelsea bertengger di peringkat ketiga, unggul empat atas Manchester United, tapi sudah memainkan satu laga lebih banyak. Pada Rabu (15/7/2020) dini hari WIB, The Blues mengalahkan Norwich City 1-0.

Alhasil, tiga laga terakhir Premier League akan menjadi pertarungan sengit antara Chelsea, Leicester City, dan Manchester United, dalam memperebutkan dua tiket ke Liga Champions. Dua tiket lainnya sudah menjadi milik Liverpool dan Manchester City yang berada di posisi pertama dan kedua.

Posisi MU jelas paling lemah, karena berada di bawah kedua klub pesaingnya itu. Red Devils hanya bisa berusaha menyapu bersih kemenangan dan berharap lawan tergelincir.

Namun, bukan tak mungkin lagi-lagi Manchester United gagal lagi ke Liga Champions seperti musim ini. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya, berikut lima di antaranya.

1 dari 5 halaman

1. Barisan Pertahanan

Michael Obafemi mencetak gol dalam laga Manchester United vs Southampton, Selasa (14/7/2020) (c) AP Photo Michael Obafemi mencetak gol dalam laga Manchester United vs Southampton, Selasa (14/7/2020) (c) AP Photo

Lini serang Manchester United menunjukkan performa impresif, terutama sejak pergantian tahun. Trio Anthony Martial, Marcus Rashford, dan Mason Greenwood ganas di depan gawang lawan. Ketiganya masing-masing-masih sudah mencetak minimal 20 gol di semua kompetisi musim ini.

Sektor tengah MU juga sudah menunjukkan perkembangan impresif sejak kedatangan Bruno Fernandes. Dengan ditopang oleh Paul Pogba dan Nemanja Matic, lini tengah MU menjadi lebih solid dan bertaji.

Namun, sektor belakang menjadi salah satu titik kelemahan Setan Merah. Formasi Harry Maguire, Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof dan Luke Shaw terkadang bermain kurang tenang dan lambat, seperti yang terlihat saat menghadapi Southampton.

Jika lini belakang MU tak segera berbenah, itu bisa menjadi bumerang pada tiga laga tersisa Setah Merah dan terancam berujung kegagalan lolos ke Liga Champions.

2 dari 5 halaman

2. Mental Pemain

Manchester United ketika berjumpa Bournemouth di pekan ke-33 Premier League 2019/2020, Sabtu (4/7/2020) malam WIB (c) AP Photo Manchester United ketika berjumpa Bournemouth di pekan ke-33 Premier League 2019/2020, Sabtu (4/7/2020) malam WIB (c) AP Photo

Tiga laga terakhir Premier League bakal menjadi bak laga final bagi Manchester United. MU akan menghadapi Crystal Palace, West Ham United, dan Leicester City.

Pertaruhan pada tiga laga pamungkas itu adalah menang atau gagal. Jika terus menang maka besar kemungkinan MU akan melaju, apalagi lawan terakhir yang dihadapi adalah rival langsung dalam perburuan tiket Liga Champions.

Dalam momen-momen krusial seperti itu, skill dan kemampuan saja tak cukup. Para pemain Manchester United harus memiliki mental baja, bukan malah membuang poin berharga seperti saat melawan Southampton.

Jika tak bisa menjaga mental tetap kuat dalam menghadapi tekanan pada tiga pertandingan terakhir, maka Paul Pogba dan kawan-kawan harus siap-siap berlaga di Liga Europa lagi.

3 dari 5 halaman

3. Performa Chelsea dan Leicester City

Skuad Chelsea merayakan gol Olivier Giroud ke gawang Norwich, Rabu (15/7/2020) (c) AP Photo Skuad Chelsea merayakan gol Olivier Giroud ke gawang Norwich, Rabu (15/7/2020) (c) AP Photo

Dengan kondisi saat ini, nasib Manchester United dalam perburuan Liga Champions tidak hanya tergantung pada diri sendiri. Nasib MU tergantung pada kinerja Chelsea dan Leicester City.

Jika Chelsea dan Leicester City bisa terus mendulang kemenangan pada laga-laga terakhir, MU mau tak mau hanya bisa pasrah lagi-lagi tak merasakan atmosfer Liga Champions.

4 dari 5 halaman

4. Kejutan dari Crystal Palace dan West Ham United

Pemain Crystal Palace merayakan gol Patrick van Aanholt ke gawang MU (c) AP Photo Pemain Crystal Palace merayakan gol Patrick van Aanholt ke gawang MU (c) AP Photo

Hasil imbang kontra Southampton jadi pelajaran berharga bagi Manchester United. Di atas kertas, Southampon seharusnya menjadi lawan yang bisa dijinakkan Setan Merah.

The Saint bercokol di luar 10 besar klasemen Premier League. Nyatanya, kengototan Soton membuat MU gugup dan tertekan, terutama pada babak kedua.

Dua dari tiga lawan terakhir MU adalah tim yang secara matematika seharusnya bisa ditaklukkan. Crytal Palace menempati posisi ke-14, sedangkan West Ham penghuni peringkat ke-16.

Namun, bukan tak mungkin kedua tim akan menampilkan kengototan ala Southampton dan berujung membuat MU kehilangan poin. Waspadalah Manchester United!

5 dari 5 halaman

5. Lini Tengah Buntu

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes. (c) AP Photo Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes. (c) AP Photo

Lini tengah Manchester United menjadi faktor penting kebangkitan tim sejak pergantian tahun. Kedatangan Bruno Fernandes dari Sporting Lisbon berefek instan, ditunjang penampilan gemilang Nemanja Matic, hingga kembalinya Paul Pogba pasca-lockdown.

Sektor tengah MU menjadi lebih solid, kreatif, dan menjadi alternatif datangnya gol. Namun, jika lini tengah sedang buntu, itu bakal menjadi alarm bahaya bagi MU.

Contohnya pada laga Setan Merah saat diimbangi Southampton. Bruno Fernandes memang menciptakan satu assist, namun secara keseluruan ia tak mengesankan. Pogba juga sempat melakukan blunder yang berujung gol pertama Soton.

Kedua pemain akhirnya diganti pada babak kedua. Ketika mereka sedang melempem dan buntu, MU otomatis terkena imbasnya. Bukan hanya dukungan serangan yang berkurang, pertahanan MU juga jadi lebih rapuh. Jika skenario terulang lagi, bukan tak mungkin MU gagal menyapu bersih kemenangan pada tiga pertandingan tersisa.

Sumber: dari berbagai sumber

Disadur dari Bola.com (Penulis: Yus Mei Sawitri, 15 Juli 2020)

KOMENTAR