BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Lima Pelajaran dari Duel Arsenal vs Wolverhampton: Aubameyang Oh Aubameyang

30-11-2020 18:02 | Dimas Ardi Prasetya

Pierre-Emerick Aubameyang berusaha melewati Rui Patricio di laga Arsenal vs Wolverhampton di Emirates Stadium, Senin (30/11/2020) dini hari WIB. (c) Pool Getty via AP Photo Pierre-Emerick Aubameyang berusaha melewati Rui Patricio di laga Arsenal vs Wolverhampton di Emirates Stadium, Senin (30/11/2020) dini hari WIB. (c) Pool Getty via AP Photo

Bola.net - Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari hasil pertandingan antara Arsenal vs Wolverhampton di matchday 10 Premier League 2020-21.

Arsenal menjamu Wolverhampton di Emirates Stadium, Senin (30/11/2020) dini hari WIB. The Gunners menjalani misi untuk meraih kemenangan di kandang lagi.

Sebab sebelumnya Mikel Arteta gagal membawa Arsenal meraih kemenangan di dua laga kandang sebelumnya. Bahkan mereka selalu menelan kekalahan.

Arsenal sendiri tampaknya berada di atas angin. Sebab di awal laga Wolves terpaksa harus kehilangan Raul Jimenez yang mengalami cedera kepala usai berbenturan dengan David Luiz.

Namun ternyata performa Wolves tak terpengaruh oleh keluarnya Jimenez. Lini serang mereka tetap tampil trengginas.

Pedro Neto pun berhasil membuat Wolverhampton unggul lebih dahulu pada menit ke-27. Arsenal memang mampu mencetak gol balasan dengan cepat pada menit ke-30 via Gabriel.

Namun Wolves mampu unggul lagi melalui Daniel Podence pada menit ke-42. Pada akhirnya Arsenal pun kalah dengan skor 1-2 atas tim asuhan Nuno Espirito Santo.

Jadi pelajaran apa saja yang bisa dipetik dari duel Arsenal vs Wolverhampton ini? Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Taktik Sama, Hasil Beda

Belakangan ini ada perubahan menarik yang terjadi di skuat Arsenal dan juga Wolverhampton. Keduanya sama-sama berganti taktik usai jeda internasional.

Sebelumnya mereka memakai formasi 3-4-3. Namun kemudian mereka memutuskan memakai skema 4-2-3-1.

Tapi di laga di Emirates ini, dilihat dari performa di atas lapangan, kedua tim jelas meraih hal yang bertolak belakang. Contohnya soal barisan gelandang serangnya; Pedro Neto, Adama Traore, dan Daniel Podence tampil kece ketimbang Willian, Joe Willock dan Bukayo Saka.

Mereka terlihat bekerjasama dengan lebih bagus, lebih bertenaga dan lebih lapar. Mereka tahu apa yang mereka lakukan dan terlihat memiliki ide yang jelas.

Dan saat Wolves memutuskan untuk lebih banyak bertahan, Arsenal tampak kebingungan mencari cara untuk bisa mencetak gol. Mikel Arteta sepertinya bisa belajar sejumlah hal dari Nuno Espirito Santo di laga ini.

2 dari 5 halaman

Arsenal Butuh Partey

Di pertandingan ini Arsenal tak bisa memainkan Thomas Partey. Ia masih harus absen karena cedera.

Arsenal pun kembali mengandalkan Granit Xhaka. Sayangnya ia kewalahan menghadapi serbuan trio lini serang Wolverhampton.

Xhaka yang tak memiliki mobilitas tinggi sebagai gelandang bertahan kesulitan mencegah pergerakan enerjik Adama Traore, Pedro Neto, dan Daniel Podence.

Rekannya Dani Ceballos juga tak bisa tampil sesuai ekspektasi. Ia kesulitan menunjukkan performa seperti saat melawan Leeds United. Ini membuat lini tengah dan belakang mereka begitu rapuh.

3 dari 5 halaman

No Jimenez, No Problem

Raul Jimenez adalah penyerang utama Wolverhampton. Dalam dua musim sebelumya, ia selalu jadi top skor Wolves dengan koleksi total 44 gol di semua ajang kompetisi.

Namun kekhawatiran besar menghinggapi kubu Wolves saat Jimenez berbenturan kepala dengan David Luiz di awal-awal pertandingan. Alhasil pada menit ke-15 ia harus ditarik keluar lapangan dan dilarikan ke rumah sakit.

Pemain asal Meksiko itu harus digantikan oleh Fabio Silva. Hal ini diperkirakan bisa membuat momentum positif sang tamu terganggu sejak awal laga. Tapi ternyata performa Wolves tak terpengaruh oleh keluarnya Jimenez.

Lini serang Wolves tetap ganas. Mereka tahu bagaimana cara mengeksploitasi lini belakang The Gunners.

4 dari 5 halaman

Aubameyang yang Masih Loyo

Lini serang Arsenal sangat bertumpu pada Pierre-Emerick Aubameyang. Maklum saja ia beberapa musim sebelumnya memang sudah menunjukkan jati dirinya sebagai bomber haus gol.

Ia tampak akan meneruskan performa positifnya ketika ia berhasil mencatatkan gol di dua laga awal musim ini. Hal itu menjanjikan bahwa Arsenal bisa meraih prestasi lebih baik.

Tapi sayangnya pemain asal Gabon ini kemudian seperti kehilangan ketajamannya. Ia hanya bisa mengemas satu gol saja sejak saat itu dan itu pun dari titik penalti saat melawan Manchester United di Old Trafford.

Sekarang ini, ia sudah tak bisa mencetak gol dari situasi open play dalam sembilan pertandingan. Ini jelas mengkhawatirkan.

Aubameyang sendiri sebenarnya memiliki kans bagus untuk bisa mencetak gol saat lawan Wolverhampton ini. Tepatnya saat ia bisa menanduk bola di dalam kotak penalti beberapa saat sebelum laga berakhir.

Tapi ia gagal memaksimalkan peluang itu. Masalah kemandulan Pierre-Emerick Aubameyang ini jelas sangat mengkhawatirkan bagi Arsenal dan harus dituntaskan oleh Mikel Arteta.

5 dari 5 halaman

Kreativitas Masih Hilang

Masalah ini sudah banyak dikeluhkan oleh fans Arsenal. Mereka tampaknya tak salah, terutama melihat pertandingan ini.

Mikel Arteta sendiri sempat berkelit bahwa tak ada masalah kreativitas. Ia menilai permasalahan lebih terletak pada lini serangnya yang tak bisa menuntaskan peluang yang mereka miliki.

Namun tampaknya bukan hal itu yang terjadi di laga lawan Wolverhampton. Joe Willock tak memberikan efek positif untuk Arsenal sementara Bukayo Saka juga kurang lebih sama saja.

Willian cukup lumayan tapi ditarik keluar pada menit ke-65. Penggantinya yakni Reiss Nelson tak bisa memberikan kontribusi yang signifikan.

Wajar jika kemudian fans Arsenal banyak yang menyinggung nama Mesut Ozil usai laga lawan Wolverhampton berakhir.

(Football London/Mirror)

KOMENTAR