BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Lima Pelajaran dari Duel Arsenal vs Leicester City: Sinyal Positif The Gunners

01-03-2021 06:59 | Dimas Ardi Prasetya

Skuat Arsenal merayakan gol David Luiz ke gawang Leicester City di King Power Stadium, Minggu (28/02/2021) malam WIB. (c) AP Photo Skuat Arsenal merayakan gol David Luiz ke gawang Leicester City di King Power Stadium, Minggu (28/02/2021) malam WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal berhasil menggebuk Leicester City di kandangnya sendiri di King Power Stadium, Minggu (28/02/2021) malam WIB.

Arsenal berusaha kembali ke jalur kemenangan di liga di laga pekan ke-26 Premier League 2020-21 ini. Sebab mereka sebelumnya dikalahkan oleh Manchester City.

Awalnya Arsenal seperti akan menuai hasil buruk lagi. Sebab begitu laga dimulai mereka tampak tampil grogi dan itu dimanfaatkan Leicester untuk mencetak gol pada menit keenam melalui Youri Tielemans.

Namun bagusnya, Arsenal merespon dengan tepat. Permainan mereka membaik seiring waktu. Pada akhirnya The Gunners bisa mencetak gol balasan melalui David Luiz pada menit ke-39.

Arsenal tak butuh waktu lama untuk mencetak gol keduanya. Pada menit 45+2, Alexandre Lacazette sukses menjebol gawang Leicester via titik putih.

Arsenal kemudian bisa mencetak gol ketiganya. Kali ini melalui sontekan Nicolas Pepe dari jarak dekat. Mereka akhirnya menang 1-3 atas Leicester City.

Dari pertandingan ini, pelajaran apa saja yang bisa dipetik? SImak ulasannya di bawah ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Rotasi yang Terbayarkan

Arsenal sebelumnya bermain melawan Red Star Belgrade di leg kedua babak 32 besar Liga Europa. Untuk laga lawan Leicester City ini, Mikel Arteta melakukan rotasi besar.

Rotasi ini memang dirasa perlu oleh Mikel Arteta. Sebab ia sebelumnya sempat mengeluhkan minimnya waktu istirahat bagi para pemainnya akibat jadwal yang padat.

Ia mencadangkan enam pemainnya sekaligus. Di antaranya Pierre-Emerick Aubameyang, Marten Odegaard, Hector Bellerin, dan Bukayo Saka.

Sebagai gantinya, masuklah Alexandre Lacazette, Nicolas Pepe, Cedric, dan Willian. Pergantian ini membuat gaduh fans Arsenal. Apalagi penyebabnya jika bukan karena ia memainkan Willian dan Pepe yang sebelumnya terkena tampil di bawah standar.

Namun rotasi Arteta terbayarkan. Para pemain yang ia pilih semuanya bermain oke dan bahkan menjadi aktor kemenangan Arsenal atas Leicester. Pepe bahkan menjadi Man of the Match di laga ini.

Ke depannya rotasi ini jelas akan membuat kebugaran pemain terjaga dan akan membantu usaha The Gunners meraih gelar di Eropa dan menembus empat besar Premier League.

2 dari 5 halaman

Titik Balik Willian

Willian diharap bisa menjadi cahaya bagi para pemain muda setelah didatangkan Arsenal dari Chelsea. Akan tetapi yang didapat The Gunners malah tak sesuai ekspektasi.

Willian tak bisa memberikan banyak kontribusi bagi Arsenal. Maka tak heran apabila ia kemudian sering menjadi bahan cemoohan fans The Gunners.

Pemain asal Brasil ini tentu sempat membuat banyak fans Arsenal berkeringat dingin saat Mikel Arteta memilihnya menjadi starter. Namun para fans itu akhirnya dibuat bernafas lega.

Willian memberikan kontribusi besar pada kemenangan Arsenal malam tadi. Ia memberikan assist untuk terciptanya gol David Luiz via tendangan bebas. Ia juga yang memberikan andil atas terciptanya gol Nicolas Pepe.

Menurut situs Whoscored, Willian juga menjadi sumber kreativitas serangan Arsenal. Ia tercatat melepas tiga keypas di sepanjang laga. Selain itu ia juga mengirim sembilan umpan silang (terbanyak Arsenal) dan lima umpan panjang (keempat terbanyak di Arsenal).

Penampilan Willian bahkan diganjar dengan penghargaan Man of the Match oleh situs tersebut. Ratingnya paling tinggi dibandingkan semua pemain lain yakni 7.99.

Willian kini punya kans bermain lebih banyak dan lebih gacor. Pasalnya, Emile Smith Rowe cedera sementara Martin Odegaard belum menemukan performa terbaiknya.

3 dari 5 halaman

Pepe Lebih Kompatibel Dengan Cedric Ketimbang Bellerin?

Di laga ini Arsenal tak memakai jasa Hector Bellerin. Sebagai gantinya, Mikel Arteta memasang Cedric di pos bek kanan.

Keputusan ini membuat serangan Arsenal dari sayap kanan menjadi hidup. Sebab ternyata ia lebih terkoneksi dengan Nicolas Pepe yang ada di depannya.

Dari catatan @PremLeaguePanel, Pepe dan Cedric saling berinteraksi dengan bertukar umpan sebanyak 31 kali di laga lawan Leicester ini. Hal itu jauh jika dibandingkan dengan saat Pepe berduel dengan Bellerin di laga lawan Manchester City, di mana saat itu mereka cuma saling mengumpan sebanyak tujuh kali saja.

Kerjasama ini membuat Pepe mampu tampil bersinar. Pemain Pantai Gading itu mampu membuat lini belakang Leicester kerepotan menghadang pergerakannya.

Performa Pepe juga terbantu oleh Cedric yang sering melakukan overlap. Dengan demikian fokus lawan akan terpecah pada pemain Portugal tersebut dan bukannya pada Pepe seorang saja.

4 dari 5 halaman

Petaka Barnes

Di pertandingan ini, Leicester City masih tetap mengandalkan Harvey Barnes. Maklum saja, belakangan ini sang winger tampil gacor.

Ia menjadi starter. Akan tetapi pemain 23 tahun tersebut cuma bertahan di lapanan selama sekitar 50 menit saja. Sebab ia mengalami masalah pada lututnya dan kemudian digantikan oleh Cengiz Under. Cederanya Barnes ini menimbulkan dua petaka sekaligus.

Pertama bagi Barnes sendiri. Cedera itu tampaknya cukup serius dan bisa membuat kans untuk masuk ke timnas Inggris yang berlaga di Euro tertutup.

Yang kedua petaka bagi Leicester. Sebab tumbangnya Barnes membuat daftar pemain yang cedera di skuat asuhan Brendan Rodgers ini bertambah panjang.

Sebelumnya, Wesley Fofana, James Maddison, James Justin, Dennis Praet dan Ayoze Perez sudah berkumpul di ruang medis.

Rodgers juga pasti makin puyeng. Sebab setelah Barnes, Jonny Evans juga tampak cedera dan harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-69.

Leicester pasti was-was menghadapi sisa musim ini. Cedera para pemain itu bisa menghalangi mereka untuk bertahan di zona empat besar.

5 dari 5 halaman

Sinyal Positif untuk Arsenal

Arsenal sebelumnya tampak akan kesulitan untuk bisa meraih targetnya yakni kembali ke Liga Champions. Sebab mereka terperosok ke bagian bawah papan tengah klasemen Premier League.

Harapan untuk naik ke zona Liga Europa saja terlihat suram. Sebab Arsenal kesulitan meraih poin penuh secara konsisten.

Akan tetapi kini sinyal positif hadir bagi Arsenal dalam usahanya untuk menembus zona empat besar. Kemenangan atas Leicester City itu membuat The Gunners kini cuma terpisah delapan poin saja dari West Ham yang ada di posisi empat.

Saat ini kompetisi Premier League masih menyisakan 12 pertandingan. Harapan untuk bisa masuk ke zona empat besar masih terbuka.

Kemenangan itu bukan satu-satunya sinyal positif bagi Arsenal untuk bisa mengakhiri musim dengan apik. Mereka kini merupakan tim dengan catatan pertahanan terbaik keempat di liga dan mereka juga berhasil meraih dua kemenangan di laga away melawan tim yang ada di zona empat besar musim ini.

Hasil kerja keras Mikel Arteta tampaknya mulai menunjukkan wujudnya. Fans Arsenal pun bisa berharap timnya bisa finis di posisi yang baik di akhir musim ini.

(Twitter/Mirror/WhoScored/Sportskeeda)

KOMENTAR