BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Lima Epic Comeback Dalam Sejarah Manchester United

30-11-2020 11:27 | Gia Yuda Pradana

Edinson Cavani (c) AP Photo Edinson Cavani (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United kembali berhasil membuat para penggemar mereka jantungan. Menghadapi Southampton, pada laga pekan kesepuluh Premier League 2020/2021, Setan Merah harus tertinggal lebih dulu, sebelum akhirnya membalikkan kedudukan.

Tak tanggung-tanggung, pada laga yang dihelat di Stadion St. Mary's, Minggu (29/11) ini, mereka tertinggal lebih dulu. Dua gol Southampton yang tercipta pada babak pertama ini dicetak Jan Bednarek dan James Ward-Prowse. United akhirnya mampu mencetak tiga gol pada babak kedua. Tiga gol United ini dicetak Bruno Fernandes dan Edinson Cavani (dua gol).

Bagi United, bukan sekali ini saja mereka harus tertinggal lebih dahulu sebelum akhirnya meraih kemenangan. Ada banyak momen di mana Setan Merah harus kebobolan lebih dulu sebelum akhirnya melakukan comeback dan balik meraih kemenangan.

Dari banyak momen ini, Bola.net, merangkum lima di antara comeback terbaik Manchester United pada semua ajang. Ingin tahu momen apa saja itu? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 5 halaman

Manchester United vs Liverpool (Putaran Keempat Piala FA 1998/1999)

Pada laga yang dihelat di Old Trafford pada Senin, 24 Januari 1999, Manchester United menjamu Liverpool pada putaran keempat Piala FA 1998/1999. Laga baru berjalan tiga menit ketika Michael Owen membobol gawang Peter Schmeichel.

Terlepas dari gencarnya serangan Manchester United, keunggulan Liverpool bertahan sampai laga nyaris usai. Namun, asa The Reds untuk mempermalukan Setan Merah di Old Trafford harus sirna ketika akhirnya Dwight Yorke membobol gawang mereka pada menit 88.

Para penggawa Liverpool sudah berpikir soal laga ulangan yang harus dilakukan di Anfield jika laga ini berakhir imbang. Namun, hal tersebut tak menjadi kenyataan. Dua menit setelah gol Yorke, giliran Ole Gunnar Solskjaer yang membuat David James harus memungut bola dari gawangnya. United pun melenggang ke babak selanjutnya dengan kemenangan 2-1.

2 dari 5 halaman

Tottenham vs Manchester United (Pekan 8 Premier League 2001/2002)

Manchester United bertandang ke White Hart Lane pada laga pekan kedelapan Premier League 2001/2002. Mereka akan menantang Tottenham Hotspur pada laga tersebut.

Laga baru berlangsung 15 menit kala Dean Richards membobol gawang United. Sepuluh menit berselang, Fabien Barthez harus kembali memungut bola dari gawangnya. Kali ini, Les Ferdinand yang membobol gawang Setan Merah. Semenit sebelum laga babak pertama usai, Christian Ziege membuat peluang United pulang dengan tiga poin kian tipis.

Namun, pada babak kedua, United bermain lebih bagus. Semenit setelah laga dimulai, Andy Cole memperkecil ketertinggalan mereka. Kemudian, pada menit 58, giliran Laurent Blanc yang mencetak gol ke gawang Spurs. Asa United membawa pulang poin dari lawatan ini terbuka setelah Ruud van Nistelrooy mencetak gol ketiga mereka pada menit 72.

Tak mengendurkan serangan, United akhirnya berbalik unggul pada menit 76. Kali ini Juan Sebastian Veron lah yang membobol gawang Neil Sullivan. Tiga menit sebelum laga usai, David Beckham memastikan United meraih tiga poin dalam lawatan mereka dari London tersebut.

3 dari 5 halaman

Manchester City vs Manchester United (Pekan 14 Premier League 1993/1994)

Manchester United bertandang ke tetangga mereka, Manchester City, pada laga pekan ke-14 Premier League 1993/1994. Pertandingan ini dihelat di Maine Road pada Minggu, 7 November 1993.

Dalam pertandingan ini, United tertinggal setelah Niall Quinn mencetak gol pada menit 21. Sebelas menit berselang, Peter Schmeichel kembali harus memungut bola dari gawangnya. Lagi-lagi, Niall Quinn lah yang mencetak gol bagi City.

Babak kedua, asa United meraih poin pada laga ini mulai terbuka. Eric Cantona mencetak gol pada menit 52 untuk memperkecil ketertinggalan mereka. The King -julukan Eric Cantona- kemudian mencetak gol lagi pada menit 77 untuk menyamakan kedudukan.

Setan Merah akhirnya bisa berbalik unggul setelah bintang muda mereka, Roy Keane, mencetak gol pada menit 86. Kedudukan 3-2 bagi keunggulan United ini bertahan sampai wasit Robert Hart meniup peluit panjang.

4 dari 5 halaman

Juventus vs Manchester United (Leg 2 Semifinal Liga Champions 1998/1999)

Manchester United bertandang ke kandang Juventus pada leg kedua Semifinal Liga Champions 1998/1999. Laga ini dihelat di Stadion Delle Alpi pada Rabu, 21 April 1999.

Dalam pertandingan ini, United berada dalam posisi tak diuntungkan. Pasalnya, pada leg pertama yang dihelat di Old Trafford, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1.

Disaksikan lebih dari 60 ribu pasang mata, United tak memulai laga ini dengan baik. Laga baru berjalan 11 menit, United sudah ketinggalan dua gol. Filippo Inzaghi memborong dua gol ke gawang Peter Schmeichel tersebut, masing-masing pada menit enam dan sebelas.

Menit 24, Roy Keane berhasil memperkecil ketinggalan dengan membobol gawang Angelo Peruzzi. Sepuluh menit berselang giliran Dwight Yorke yang menyamakan kedudukan.

Diwarnai saling serang sepanjang laga, United akhirnya mampu menyegel tiket lolos ke final setelah Andy Cole membobol gawang Peruzzi pada menit 83.

Dengan kemenangan 3-2 ini, United lolos ke Final Liga Champions 1998/1999 dengan agregat 4-3.

5 dari 5 halaman

Bayern Munchen vs Manchester United (Final Liga Champions 1998/1999)

Manchester United berhadapan dengan Bayern Munchen pada partai puncak Liga Champions 1998/1999. Pertandingan ini dihelat di Camp Nou pada Rabu, 26 Mei 1999.

Dalam laga ini, Manchester United sudah tertinggal sejak menit kelima setelah sepakan bebas Mario Basler menghujam gawang Peter Schmeichel.

Usai kebobolan ini, United tak mendapat banyak kesempatan mengembangkan permainan. Bayern Munchen terus mendominasi permainan dan menekan mereka. Bahkan, beberapa kali sepakan penggawa Bayern Munchen menghantam gawang Schmeichel.

Para penggawa Bayern Munchen sudah bersiap berpesta ketika United mendapat sepak pojok jelang laga usai. Memanfaatkan kemelut di lini pertahanan Bayern menyusul sepak pojok ini, Teddy Sheringham mencetak gol penyama kedudukan.

Usai gol ini, United kembali mendapat sepak pojok. Kali ini, giliran Ole Gunnar Solskjaer yang membobol gawang Oliver Kahn dan memupus asa Bayern Munchen mengangkat trofi Liga Champions musim itu.

Sir Alex Ferguson pun tak bisa menyembunyikan rasa kaget atas kemenangan anak asuhnya tersebut. Menjawab pertanyaan wartawan usai laga, pelatih legendaris United ini hanya berkata, "Football, bloody hell."

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR