BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Legenda Arsenal Desak Ozil dan Mustafi Segera Didepak

05-06-2020 10:26 | Aga Deta

Playmaker Arsenal, Mesut Ozil, usai mencetak gol ke gawang Newcastle United, Minggu (16/2/2020) dini hari WIB. (c) AP Photo Playmaker Arsenal, Mesut Ozil, usai mencetak gol ke gawang Newcastle United, Minggu (16/2/2020) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Legenda Arsenal Charlie Nicholas mendesak The Gunners untuk menjual Mesut Ozil dan Shkodran Mustafi pada musim panas ini. Ia menilai kedua pemain tersebut sudah tidak pantas berada di klub.

Ozil datang ke Arsenal pada tahun 2013 dari Real Madrid. Akan tetapi, gelandang asal Jerman itu kerap mendapatkan kritik tajam belakangan ini.

Ozil merupakan pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal, 350.000 pounds (Rp 6,2 miliar) per minggu. Akan tetapi, penampilan sang pemain sangat jauh dari harapan.

Begitu pula dengan rekan senegara Ozil, Shkodran Mustafi. Mantan bek Valencia itu termasuk salah satu pemain yang paling sering membuat kesalahan di lini belakang.

1 dari 2 halaman

Jual Ozil dan Mustafi

Nicholas menganggap Ozil dan Mustafi sudah tidak layak bermain di skuad Arsenal saat ini. Karena itu, ia menyarankan mantan klubnya untuk melepas kedua pemain tersebut di bursa transfer.

"Masalah yang masih dihadapi Arsenal adalah bagaimana kita membuat Mesut Ozil keluar dengan gaji yang didapatnya?" kata Nicholas kepada Daily Mirror.

"Apakah dia akan bertahan dan bermain hanya karena dia punya banyak uang? Bagaimana kita mulai membuat pemain seperti Shkodran Mustafi keluar dari ketika mereka mendapatkan banyak uang?"

2 dari 2 halaman

Salah Beli Pemain

Nicholas juga membeberkan kebiasaan buruk yang dilakukan manajemen Arsenal di bursa transfer. Menurutnya, mereka sering melakukan kesalahan dalam membeli pemain baru.

"Kami memiliki masalah dalam mengidentifikasi pemain. Lalu apa yang kami lakukan adalah kami mulai membayar 30 juta pounds, 40 juta pounds untuk Mustafi dan para bek yang tidak cocok untuk Arsenal dan belum cukup bagus," lanjutnya.

"Jadi mereka salah beli. Para pemain kemudian menyadari bahwa mereka bukanlah ancaman untuk memenangkan Premier League atau Liga Champions. Jadi petinggi klub salah semuanya."

Sumber: Metro

KOMENTAR