BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Kontroversi Arsenal, Premier League Terlalu Mudah Tunda Pertandingan?

19-01-2022 06:20 | Richard Andreas

Ben White dan skuad Arsenal di markas Liverpool, Jumat (14/1/2022) (c) AP Photo
Ben White dan skuad Arsenal di markas Liverpool, Jumat (14/1/2022) (c) AP Photo

Bola.net - Keputusan Premier League menunda pertandingan Tottenham vs Arsenal akhir pekan lalu menuai reaksi negatif. Pihak liga dinilai terlalu mudah mengabulkan permintaan penundaan pertandingan.

Duel Tottenham vs Arsenal seharusnya dimainkan pada 16 Januari 2022 lalu. Namun, beberapa hari sebelum pertandingan, Arsenal melayangkan permintaan resmi untuk menunda pertandingan.

Pihak The Gunners beralasan bahwa tim mereka tidak siap bermain. Ada beberapa pemain yang terkena Covid-19, lalu ada yang cedera, akumulasi kartu, dan harus membela timnas di kompetisi lain (AFCON).

Tidak banyak pemain Arsenal yang terkena Covid-19, lebih banyak yang absen karena akumulasi kartu dan laga internasional. Oleh sebab itu, keputusan Premier League justru jadi kontroversi.

1 dari 2 halaman

Gelandang habis, tapi tidak perlu tunda

Penundaan pertandingan Tottenham vs Arsenal pekan lalu juga menarik perhatian analis Premier League, Paul Merson. Sebagai fans Arsenal, dia tahu Mikel Arteta kehilangan banyak pemain, tapi menurutnya laga tidak perlu sampai ditunda.

"Tepat setelah pertandingan Arsenal kontra Liverpool di leg pertama semifinal Carabao Cup, Mikel Arteta berkata bahwa dia harus memainkan Saka, Martinelli, dan Lokonga di lini tengah untuk laga kontra Tottenham," buka Merson di Sky Sports.

"Menurut saya itu bakal jadi masalah. Sebelumnya saya mengunggulkan Arsenal menang atas Tottenham, tapi itu sebelum cedera dan akumulasi Granit Xhaka, tidak setelahnya."

"Maksud saya, siapa yang akan bermain di lini tengah Arsenal? Namun, saya juga tidak percaya mereka memutuskan menunda pertandingan," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Terlalu mudah tunda pertandingan?

Menurut Merson, Premier League terlalu mudah mengabulkan permintaan untuk menunda pertandingan. Setiap klub di liga memiliki tim akademi yang diisi pemain-pemain muda berbakat, seharusnya mereka bisa bermain.

"Saya bisa memahami jika penundaan itu diambil karena Covid, katakanlah jika ada kasus 10 pemain positif dan mereka harus melakukan isolasi mandiri," sambung Merson.

"Namun, jika hanya ada satu kasus Covid dan pertandingan ditunda karena ada tujuh pemain lain cedera? Ayolah, sekarang menunda pertandingan jadi terlalu mudah," tutupnya.

Sumber: Sky Sports

KOMENTAR