BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Klaim Roberto Carlos: Jorginho Layak Dibikinkan Patung Oleh Chelsea!

27-07-2021 08:08 | Ari Prayoga

Pemain Chelsea, Jorginho. (c) AP Photo
Pemain Chelsea, Jorginho. (c) AP Photo

Bola.net - Legenda sepak bola Brasil, Roberto Carlos mengklaim bahwa Chelsea harus membuat patung Jorginho berkat sumbangsih prestasi yang sudah ia catatkan untuk The Blues.

Jorginho menjadi salah satu pilar kunci Chelsea ketika menjuarai Liga Champions musim 2020/21 kemarin. Sebelumnya, ia juga mengantar timnya menjadi juara Liga Europa.

Penampilan impresif Jorginho berlanjut di pentas Euro 2020. Ia menjadi nyawa permainan Italia yang pada akhirnya keluar sebagai juara usai mengalahkan Inggris lewat adu penalti di final.

1 dari 2 halaman

Pujian Roberto Carlos

Kesuksesan Italia menjuarai Euro 2020 membuat skuad asuhan Roberto Mancini mendapat pujian dari Roberto Carlos. Menurutnya, Gli Azzurri memang memiliki mental juara.

“Tim asuhan Roberto Mancini tidak hanya menang karena mereka memainkan sepakbola yang positif dan melakukannya sebagai sebuah tim. Mereka juga memiliki mentalitas yang tepat,” ujar Roberto Carlos kepada La Repubblica.

“Itulah satu-satunya cara Anda bisa melewati master operan Spanyol dan fisik Inggris. Italia tumbuh selama kompetisi, mereka dalam kondisi fisik yang baik dan pantas mendapatkan gelar.” tambahnya.

2 dari 2 halaman

Penilaian Roberto Carlos

Lebih lanjut, Roberto Carlos pun menunjuk Jorginho yang notabene pemain kelahiran Brasil sebagai salah satu sosok paling krusial di balik kesuksesan Italia.

“Setiap tim top akan merindukan Jorginho, termasuk Brasil. Dia memiliki teknik, visi, dan ketenangan sedingin es ini. Dia selalu tahu hal terbaik untuk dilakukan," tutur Carlos.

“Ditambah lagi dia juga fantastis dalam memenangkan kembali bola, posisinya luar biasa dalam hal itu. Jorginho sangat menentukan untuk Italia, dan untuk Chelsea. Setelah dia membantu mereka memenangkan Liga Europa dan kemudian Liga Champions, para penggemar Inggris harus membangun patung dirinya.” tukasnya.

Sumber: La Repubblica

KOMENTAR