BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Kisah Evolusi Bruno Fernandes: Dari Bek Tengah Jadi Gelandang No. 10

06-04-2020 10:40 | Richard Andreas

Ekspresi Bruno Fernandes seusai mencetak gol pertamanya bagi Manchester United (c) MUFC Official
Ekspresi Bruno Fernandes seusai mencetak gol pertamanya bagi Manchester United (c) MUFC Official

Bola.net - Siapa sangka gelandang kreatif anyar andalan Manchester United, Bruno Fernandes, ternyata lebih banyak menghabiskan masa mudanya sebagai bek tengah. Evolusi Bruno Fernandes terjadi pada masa-masa sulitnya.

Gelandang 25 tahun asal Portugal ini mendarat di Old Trafford pada Januari 2020 lalu. Dia langsung tancap gas, adaptasi cepat, tampil impresif, bahkan meraih penghargaan Premier League Player of the Month untuk bulan Februari.

Untuk jadi pemain sehebat sekarang, ternyata Fernandes harus melewati masa-masa sulit. Mereka yang mengenal dia memahami perjalanan kariernya dari Boavista, Pasteleira, Novara, Udinese, Sampdoria, dan Sporting.

Kapan titik balik perkembangan karier Fernandes? Baca kisah selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Minta Dipinjamkan

Saat itu Fernandes sempat frustrasi di Boavista karena terus bermain sebagai bek tengah, dia minta dipinjamkan ke klub lain. Pihak Boavista sepakat, tahu bahwa Fernandes butuh kesempatan mengembangkan diri, mereka mengirimnya ke Pasteleira.

Masa peminjaman inilah yang jadi titik balik Fernandes. Pelatihnya saat itu, Antonio Peres, mengatakan bahwa keberuntungan dan kemampuan Fernandes membuatnya mendapatkan kesempatan berkembang di tempat baru.

"Kami sedang mengevaluasi pemain, di mana mereka bisa bermain lebih baik, posisi mana yang seharusnya jadi tempat mereka bermain. Itu hal biasa yang kami lakukan di setiap awal musim," ujar Peres kepada Fourfourtwo.

"Andai kami punya pemain nomor 10 dalam tim ini, mungkin kami tidak akan mendorongnya jauh ke depan di lapangan."

2 dari 2 halaman

Kesempatan Bruno

Artinya, saat itu Bruno beruntung karena tim Pasteleira tidak punya gelandang no. 10. Dia beruntung karena kesempatan itu ada, tapi yang tidak kalah penting adalah kerja keras Bruno untuk memaksimalkan kesempatan tersebut.

"Dia mengambil kesempatan itu. Dia langsung tancap gas, dia mencetak gol hampir di setiap pertandingan," sambung Peres.

Selain langsung menemukan sentuhan terbaiknya sebagai gelandang kreatif, Bruno juga menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin. Bruno muda sudah bisa jadi panutan, itulah yang jadi salah satu nilai plusnya di MU saat ini.

"Sebagai kapten, Bruno menetapkan standar yang sangat tinggi untuk orang lain. Dia selalu berlatih sendiri setelah latihan tim, mengambil tendangan bebas, latihan menendang," tandasnya.

Sumber: Fourfourtwo

KOMENTAR