BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Kisah Aaron Wan-Bissaka: Karir Nyaris Hancur Gara-Gara Junk Food dan Minuman Soda

17-07-2021 19:00 | Serafin Unus Pasi

Bek kanan Manchester United, Aaron Wan-Bissaka, di laga melawan Southampton di pekan ke-22 Premier League 2020/2021 (c) AP Photo
Bek kanan Manchester United, Aaron Wan-Bissaka, di laga melawan Southampton di pekan ke-22 Premier League 2020/2021 (c) AP Photo

Bola.net - Sebuah kisah dibagikan Aaron Wan-Bissaka mengenai karirnya. Bek Manchester United itu mengakui bahwa karirnya nyaris berakhir lebih cepat karena junk food dan minuman bersoda.

Wan-Bissaka dikenal sebagai salah satu bek muda potensial di EPL. Ia mulai menunjukkan sinarnya saat bermain di Crystal Palace.

Manchester United jatuh hati dengan performa sang bek. Alhasil mereka berani membayar 50 juta pounds untuk mendapatkan jasanya.

Wan-Bissaka mengakui bahwa karir sepakbola profesionalnya nyaris berakhir lebih cepat. "Ketika saya masih muda, saya berteman dengan orang-orang dari banyak latar belakang, dan saya sempat terseret dengan apa yang teman-teman saya lakukan," ujar Wan-Bissaka kepada Player Tribune.

Baca komentar lengkap sang bek di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Gaya Hidup Tidak Sehat

Wan-Bissaka menceritakan bahjwa ia sempat terlibat dalam gaya hidup yang tidak sehat. Dan itu membuat karirnya sempat terancam selesai lebih awal.

"Saya di tim muda Crystal Palace, saya tidak serius dalam hal-hal seperti diet dan lain sebagainya. Sementara teman-teman saya di sekolah kebanyakan tidak bermain sepakbola, sehingga mereka tidak perlu berlatih seusai sekolah seperti saya,"

"Sepulang sekolah mereka sering mengajak saya makan ayam, kentang goreng, minuman bersoda dan lain sebagainya. Jujur pada saat itu saya terpengaruh dengan mereka, sehingga saya mengabaikan diet saya,"

2 dari 3 halaman

Berkat Ayah

Wan-Bissaka menyebut berkat sang Ayah, ia bisa keluar dari lingkaran setan itu dan fokus meniti karir profesionalnya.

"Palace menyadari situasi saya itu dan berbicara kepada ayah saya bahwa musim itu bisa jadi musim terakhir saya di sana. Ayah saya kemudian berbicara dengan saya dan saya bisa merasakan kesakitannya di setiap ucapannya,"

"Biasanya ayah saya akan memarahi saya, namun pada saat itu ayah saya berbicara dari hati ke hati dan ia tidak pernah berbicara seperti itu kepada saya. Jadi saya tahu bahwa situasi ini benar-benar serius," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Jadi Andalan

Wan-Bissaka sendiri berhasil menjalani karir profesionalnya yang sukses.

Posisinya sebagai bek kanan utama MU tidak tergeser sejak musim lalu.

(Player Tribune)

KOMENTAR