BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Kevin De Bruyne, Terbaik Nomor Tiga Setelah Messi-Ronaldo?

23-09-2020 05:20 | Richard Andreas

Kevin De Bruyne mencetak gol penalti pada duel Wolverhampton vs Man City, Premier League 2020/21 (c) AP Photo Kevin De Bruyne mencetak gol penalti pada duel Wolverhampton vs Man City, Premier League 2020/21 (c) AP Photo

Bola.net - Kevin De Bruyne langsung menyuguhkan permainan terbaiknya pada pertandingan pertamanya di musim baru Premier League. Manchester City mengalahkan Wolves 3-1, De Bruyne mencetak satu gol di antaranya.

Tidak hanya satu gol, gelandang Belgia ini pun membuat satu assist, plus shot on target terbanyak (4), kreasi peluang terbanyak (6), umpan silang (6), dan tekel (5).

De Bruyne jelas tidak melambat. Musim lalu dia dipilih jadi pemain terbaik Premier League dalam berbagai versi, dan sekarang dia langsung tancap gas di musim baru.

Performa De Bruyne ini pun sampai mencuri perhatian mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher. Apa katanya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Setelah Messi dan Ronaldo

Carragher bicara sebagai analis Premier League dan sebagai penikmat sepak bola. Dia percaya De Bruyne yang sekarang berada di level berbeda dari pemain hebat lain, bahkan bisa dibilang mendekati level Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

"De Bruyne, ketika kita bicara soal pemain terbaik di dunia saat ini, saya akan menaruh namanya di atas kelompok pemain kelas dua, di bawah Messi dan Ronaldo," ungkap Carragher kepada Sky Sports.

"Jika Anda bertanya pemain mana yang saya inginkan dalam tim saya, jelas Kevin De Bruyne."

2 dari 2 halaman

Serbabisa

Carragher lalu melanjutkannya dengan memuji keserbabisaan De Bruyne. Gelandang Belgia ini bisa bermain di beberapa posisi di lini tengah, dan punya kemampuan cukup untuk tampil menonjol di setiap posisi itu.

"Dia bisa bermain di peran no. 10, di depan dengan skema tiga penyerang, dan Roberto Martinez memainkannya sebagai gelandang sentral untuk Belgia," sambung Carragher.

"Saya kira kariernya akan berjalan panjang karena saya masih percaya dia bisa bermain dalam peran yang lebih dalam [deep lying playmaker], mungkin ketika kakinya mulai lelah bermain agresif," tutupnya.

Sumber: Sky Sports

KOMENTAR