BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Kecam Pelaku Pelecehan Rasis, Gabriel Jesus: Kalian Nggak Punya Otak!

06-06-2020 07:15 | Ari Prayoga

Bomber Manchester City, Gabriel Jesus (c) AP Photo Bomber Manchester City, Gabriel Jesus (c) AP Photo

Bola.net - Striker Manchester City, Gabriel Jesus akhirnya ikut menyuarakan dukunhannya pada gerakan "BlackLivesMatter dengan mengecam para pelaku pelecehan berbau rasisme.

Gerakan ini bermula dari aksi protes masyarakat Minneapolis, Amerika Serikat terhadap kematian seorang warga berkulit hitam bernama George Floyd yang tengah dalam penangkapan polisi.

Aksi protes ini dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari unjuk rasa hingga penjarahan. Tindakan represif yang dilakukan aparat justru membuat gelombang protes semakin kencang.

1 dari 2 halaman

Kegeraman Gabriel Jesus

Gabriel Jesus merasa aksi protes yang kini meluas di berbagai penjuru dunia itu merupakan hal yang wajar mengingat rasisme bukanlah persoalan baru.

"Saya tak sependapat dengan protes lewat kekerasan. Saya mendukung protes secara damai untuk mengatakan 'tidak untuk rasisme' dan kapan pun kita berkata 'BlackL ives Matter', kita harus membacanya dengan tepat dan memahami arti di baliknya," ujar Jesus seperti dikutip Goal International.

"Kami tak mengatakan bahwa nyawa orang lain tak penting, tapi kami mengatakan bahwa nyawa orang berkulit hitam yang merasakan rasisme itu penting," tambahnya.

"Kami tak bisa meggeneralisasinya. Tak semua orang itu rasis, mayoritas tidak, tapi banyak orang yang rasa dan sepertinya mereka tak mempunyai otak," tukasnya.

2 dari 2 halaman

Cerita Gabriel Jesus

Lebih lanjut, Jesus juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban pelecehan berbau rasisme ketika masih bermain untuk klub Brasl, Palmeiras.

"Saya beberapa kali mengalaminya. Saya mampu mengatasinya. Saya berkulit hitam dan berasal dari sebuah favela [kawasan kumuh di Brasil]. Saya bisa belajar dari pengalaman tersebut, tapi semuanya bereaksi dan merasa berbeda dan saya memiliki cara tersendiri," tutur Jesus.

"Saat ini media sosial begitu penting, tapi masalahnya adalah terkadang kita tak menghormati pendapat atau pandangan satu sama lain dan itu bisa menyebabkan masalah atau kebencian yang lebih besar lagi," lanjutnya.

"Saya tahu sulit untu berbicara tentang kedamaian, tapi jika kita menjalani hidup kita dengan berdasarkan kedamaian, maka itu akan jauh lebih baik," tandasnya.

Sumber: Goal International

KOMENTAR