Kalah dari Everton, Odegaard Singgung Mental Arsenal

Aga Deta | 7 Desember 2021, 10:28
Pemain Arsenal Martin Odegaard (kiri) dalam pertandingan melawan Everton di Goodison Park, Selasa (7/12/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo
Pemain Arsenal Martin Odegaard (kiri) dalam pertandingan melawan Everton di Goodison Park, Selasa (7/12/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal dipaksa mengakui keunggulan Everton dalam lanjutan Premier League. Martin Odegaard menyebut masalah mental membuat The Gunners menelan kekalahan.


Arsenal takluk 1-2 saat bertandang ke markas Everton pada laga pekan ke-15 Premier League. Duel ini berlangsung di Goodison Park, Selasa (7/12/2021) dini hari WIB.

Arsenal sebenarnya mampu unggul lebih dulu lewat gol Martin Odegaard menjelang turun minum. Namun, Everton mampu membalikkan keadaan di babak kedua lewat Richarlison dan Demarai Gray.

Kekalahan ini membuat Arsenal tertahan di peringkat ketujuh dengan 23 poin. Sementara Everton berada di posisi ke-12 dengan 18 poin.

1 dari 4 halaman

Sulit Diterima

Gelandang Arsenal Martin Odegaard jelas kecewa dengan hasil ini. Dia mengakui timnya tidak tampil dengan sepanjang 90 menit.

“Ini sulit untuk diterima. Saya pikir secara umum kami tidak berada di level yang kami inginkan hari ini," kata Odegaard kepada Sky Sports.

“Kami memiliki beberapa momen bagus, tetapi kami harus melakukannya jauh lebih baik lagi. Kami seharusnya bisa lebih baik."

2 dari 4 halaman

Buang Keunggulan

Odegaard juga sulit menjelaskan mengapa Arsenal tidak mampu mempertahankan keunggulan sehingga timnya harus pulang dengan tangan hampa.

“Sulit untuk mengatakan. Begitulah kadang-kadang. Sulit untuk mengatakan dengan tepat apa yang terjadi," lanjutnya.

"Kami harus melakukan yang lebih baik ketika kami memiliki keunggulan. Kami berhenti bermain dan memberi mereka permainan yang mereka inginkan.”

3 dari 4 halaman

Masalah Mentalitas

Ini merupakan kekalahan kedua beruntun Arsenal setelah mereka memimpin lebih dahulu. Odegaard menilai masalah utama The Gunners saat ini adalah mentalitas.

Saya pikir itu [masalah pola pikir]. Ketika Anda memimpin 1-0, Anda malah merasa takut untuk kehilangan kemenangan dan menurut saya itulah kesalahan yang kami lakukan hari ini,” tambahnya.

“Kami mengejar gol kedua dan itu memang niatnya, tetapi kami tidak berhasil melakukannya di lapangan.”

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR