BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Jurgen Klopp dan Alasan Ketika Liverpool Bapuk: Rumput Kering, Angin hingga Salju

09-02-2021 12:11 | Asad Arifin

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. (c) AP Photo Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. (c) AP Photo

Bola.net - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, dinilai mencari-cari alasan atas performa buruk Liverpool. Klopp belakangan disorot karena menghitung penalti Manchester United dan COVI-19 di Manchester City.

Liverpool berada dalam situasi sulit pada musim 2020/2021 ini. The Reds, pada pekan ke-23, hanya berada di posisi keempat Premier League dan terancam kehilangan gelar yang diraihnya pada musim lalu.

Beberapa waktu lalu, setelah Liverpool kalah dari Southampton, Jurgen Klopp kesal karena timnya tidak mendapat penalti. Klopp kemudian menyingung Manchester United yang sering mendapat penalti.

"Saya dengar bahwa United lebih banyak mendapatkan penalti dalam dua tahun terakhir daripada yang tim saya dapatkan dalam lima setengah tahun," ujar Klopp.

Ini bukan satu-satunya aksi Klopp mencari-cari alasan di Liverpool. Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 6 halaman

Rumput Kering

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp (c) Pool Getty via AP Photo Manajer Liverpool, Jurgen Klopp (c) Pool Getty via AP Photo

Rumput kering sepertinya menjadi musuh besar manajer Liverpool, Jurgen Klopp. Setelah gagal menang melawan Southampton pada 2017 di Anfield, mantan manajer Borussia Dortmund itu mengklaim bahwa rumput kering membuatnya timnya sangat sulit untuk menciptakan peluang.

"Hari ini, saya tahu tidak ada yang mau mendengarnya tetapi saya cukup berani untuk mengatakannya, lapangannya benar-benar kering.

"Kami sudah mengguyurnya dengan air, tetapi setelah 15 menit itu benar-benar kering, angin, itu sulit."

Ini bukan pertama kalinya Klopp menyalahkan rumput ketika Liverpool gagal meraih kemenangan. Manajer Jerman itu menyalahkan rumput setelah Liverpool gagal mengalahkan Bury pada 2018.

Pada tahun yang sama, Klopp menyebut alasan serupa ketika Liverpool gagal mengalahkan West Brom di Hawthorn.

2 dari 6 halaman

Embusan Angin

Jurgen Klopp saat memberikan instruksi di laga Liverpool vs West Brom, Minggu (27/12/2020) malam WIB. (c) Pool Getty via AP Photo Jurgen Klopp saat memberikan instruksi di laga Liverpool vs West Brom, Minggu (27/12/2020) malam WIB. (c) Pool Getty via AP Photo

Angin juga menjadi kambing hitam Klopp atas kegagalan Liverpool. Hal itu terjadi setelah mereka menelan kekalahan dari Southampton di semifinal Piala Liga Inggris. Setelah pertandingan, Klopp menyalahkan angin sehingga Liverpool tidak bisa bermain sebaik mungkin.

Mungkin dia lupa kalau angin berembus sama untuk kedua tim.

"Saya mengatakan beberapa kali ketika saya datang ke sini tentang angin dan semua orang tertawa, tetapi hari ini benar-benar sulit, sangat sulit bermain sepak bola dengan angin seperti ini," kata Klopp.

Ketidaksukaannya dengan angin juga terjadi pada 2015. Saat itu, Klopp mengklaim cuaca berangin di Inggris menghambat filosofi sepak bola yang mengalir bebas.

3 dari 6 halaman

Penyiar Televisi

Jurgen Klopp menerima kartu kuning pada laga melawan Atalanta di Grup D Liga Champions 2020/2021 (c) AP Photo Jurgen Klopp menerima kartu kuning pada laga melawan Atalanta di Grup D Liga Champions 2020/2021 (c) AP Photo

Ya, ini pernah terjadi. Jurgen Klopp pernah menggunakan alasan penyiar televisi karena menghalangi timnya. Ini terjadi di Piala FA ketika Liverpool kalah dari West Brom pada 2018.

Klopp menyalahkan BT Sport karena tidak mengizinkan wasit menambah waktu injury time.

“Yang saya dengar adalah waktu tambahan yang sebenarnya di babak pertama seharusnya 10 menit. Itu hanya empat menit. Saya mendengar bahwa televisi mengatakan itu tidak lebih dari empat menit," kata Klopp.

4 dari 6 halaman

Salju

Manajer Liverpool Jurgen Klopp saat memberikan instruksi bagi anak-anak asuhnya di laga lawan West Ham di London Stadium, Minggu (31/01/2021) malam WIB. (c) Pool PA via AP Photo Manajer Liverpool Jurgen Klopp saat memberikan instruksi bagi anak-anak asuhnya di laga lawan West Ham di London Stadium, Minggu (31/01/2021) malam WIB. (c) Pool PA via AP Photo

Klopp juga tidak sungkan menyalahkan salju atas kegagalan timnya. Setelah gagal mengalahkan Leicester pada Januari 2019, ia menyatakan salju mengganggu irama permainan timnya dan membuat hidup mereka sengsara.

"Anda lihat bola tidak menggelinding dengan baik," kata Klopp. "Jika Anda menguasai bola cukup banyak selama 70 hingga 80 persen dari waktu itu membuat hidup benar-benar tidak nyaman."

5 dari 6 halaman

Cedera Lawan

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. (c) AP Photo Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. (c) AP Photo

Klopp juga pernah menggunakan masalah cedera tim lawan atas kegagalan timnya untuk meraih kemenangan.

Itu terjadi saat Liverpool bermain imbang melawan Manchester United pada Februari 2019. Manajer Jerman itu mengklaim masalah cedera yang dialami United pada babak pertama menyebabkan gangguan pada ritme permainan.

"Jika kami melanjutkan seperti kami memulai pertandingan kami bisa menang tetapi kami kehilangan ritme karena cedera," katanya.

Dalam pertandingan di Old Trafford tersebut, ada empat pergantian pemain yang terjadi di babak pertama dan tiga di antaranya dilakukan oleh Manchester United.

6 dari 6 halaman

Kaki Kiper Kedinginan

Ekspresi Alisson Becker usai melakukan blunder dalam laga Liverpool vs Manchester City, Minggu (7/2/2021) (c) AP Photo Ekspresi Alisson Becker usai melakukan blunder dalam laga Liverpool vs Manchester City, Minggu (7/2/2021) (c) AP Photo

Alisson Becker menjadi sorotan tajam saat Liverpool dibantai Manchester City 1-4 pada lanjutan Liga Inggris, Senin (2/2/2021). Sang penjaga gawang melalukan dua blunder yang sangat merugikan The Reds.

Setelah pertandingan, Jurgenn Klopp melontarkan komentar aneh tentang Klopp, yang disebutnya mungkin kakinya kedinginan karena cuaca yang dingin sehingga melakukan blunder.

"Saya tidak tahu, tidak ada penjelasan yang nyata di sana. Mungkin kakinya kedinginan atau semacamnya. Kedengarannya lucu tapi bisa jadi. Tapi, masih ada kesempatan untuk menendangnya ke tribune," kata Klopp.

Sumber: Give Me Sport, Sky Sports, The Sun

Disadur dari Bola.com (Penulis: Yus Mei Sawitri, 9 Februari 2021)

KOMENTAR