BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Jadi Awal Kebobolan Manchester United, Bruno Fernandes: Iya, Sepak Pojok Saya Buruk

03-10-2021 00:01 | Yaumil Azis

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes (kiri). (c) AP Photo
Pemain Manchester United, Bruno Fernandes (kiri). (c) AP Photo

Bola.net - Bruno Fernandes mungkin pantas dijadikan kambing hitam dalam hasil imbang yang diterima Manchester United ketika bertemu Everton, Sabtu (2/10/2021). Dan pria asal Portugal tersebut mengakui kesalahannya.

Manchester United bertemu Everton dalam partai lanjutan Premier League yang digelar di markasnya, Old Trafford. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1, di mana kedua gol yang tercipta dicetak Anthony Martial dan Andros Townsend.

Hasil yang sangat disayangkan, mengingat Manchester United sempat unggul lebih dulu. Martial membuat fans yang hadir di Old Trafford bersorak lewat golnya menjelang akhir babak pertama.

Mimpi buruk klub berjuluk the Red Devils tersebut tersaji pada menit ke-65. Everton melakukan serangan balik cepat yang berujung pada gol Townsend. Hasil imbang ini membuat kedua tim harus rela berbagi angka.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Fernandes Mengakui Kesalahannya

Bruno Fernandes mungkin pantas untuk disalahkan atas lahirnya gol Everton. Sebab the Toffees melakukan serangan balik setelah mencuri bola dari eksekusi sepak pojok yang dilakukan Fernandes.

Fernandes tidak malu mengakui gol tersebut sebagai salah satu kesalahannya di pertandingan ini. "Tentu saja, itu adalah sepak pojok yang sangat buruk dari saya," katanya seperti yang dikutip dari situs resmi Manchester United.

"Kami tidak menutup jalur di luar kotak penalti dengan baik, kami tidak menyapu bola, kami melakukan banyak kesalahan dimulai dari sepak pojok saya."

"Kami seharusnya bisa berbuat lebih baik, kami harus belajar karena ini bukan pertama kali terjadi. Kami harus lebih baik di masa mendatang. Kami harus mengubah sesuatu," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Salah Pemain, Bukan yang Lain

Hasil imbang ini membuat publik mengarahkan perhatiannya kepada Ole Gunnar Solskjaer. Tentu, ketika sebuah klub gagal meraih kemenangan, pelatih adalah sasaran yang paling empuk untuk dijadikan kambing hitam.

Namun bagi Fernandes, ini bukan kesalahan Solskjaer, namun para pemain yang beraksi di lapangan. Dimulai dari dirinya yang tak mampu mengirimkan umpan sepak pojok dengan baik dan pemain lainnya.

"Itu bergantung pada pemain, bukan yang lain. Kami harus membuat pelanggaran, menghentikan permainan, saya harus melakukan sepak pojok yang lebih baik. Sungguh banyak yang harus dilakukan dengan lebih baik," pungkasnya.

Manchester United punya waktu yang cukup panjang untuk merenungi kesalahannya. Sebab laga mereka berikutnya baru akan digelar pada tanggal 16 Oktober 2021, tepat setelah jeda internasional berakhir.

(Manutd.com)

KOMENTAR