Final Liga Europa dan Doa Ole Gunnar Solskjaer untuk Manchester United

Yaumil Azis | 26 Mei 2021, 06:47
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. (c) AP Photo
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. (c) AP Photo

Bola.net - Musim 2020/21 akan segera berakhir buat Manchester United. Laga final Liga Europa melawan Villarreal yang digelar di PGA Arena Gdansk, Kamis (27/5/2021) nanti akan menjadi penutup rangkaian perjalanan mereka.

Tentunya, Manchester United ingin mengakhiri perjalanan mereka dengan kisah yang manis. Puasa gelar yang sudah dialami sejak tahun 2017 lalu bisa berakhir hanya dengan mengalahkan klub berjuluk Yellow Submarine tersebut.

Bukan perkara mudah memang. Walaupun Villarreal adalah tim yang di atas kertas bisa dikalahkan Manchester United, namun sepak bola selalu menghadirkan berbagai macam kejutan. Jika tak mampu mengatasinya, the Red Devils bisa kehilangan gelar.

Dan Manchester United tidak hanya sekadar mencari gelar dari laga final ini. Lebih dari itu, mereka berharap keberhasilan di ajang Liga Europa bisa menjadi langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi lainnya di masa mendatang.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Awal dari Sesuatu yang Lebih

Trofi Liga Europa juga memiliki makna yang cukup besar buat sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer. Satu benda penting itu bisa menjadi bukti kalau pembangunan skuad yang telah dilakukan olehnya sejak tahun 2018 lalu telah berjalan sesuai rencana.

"Ini adalah tim yang kami bangun ulang dalam beberapa tahun terakhir, harapannya ini menjadi awal dari sesuatu yang lebih," buka Solskjaer ke awak media dikutip dari Goal International.

"Ini adalah klub terbaik di dunia. Itulah kesenangan sekaligus tekanan dari Manchester United. Sesuatu yang para pemain telah siap hadapi. Mereka takkan datang kalau bukan pemain papan atas," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Batu Loncatan untuk Sesuatu yang Besar

Solskjaer membangun skuad Manchester United seperti sedang bermain puzzle. Satu persatu kepingan ia datangkan, entah dari klub lain ataupun akademi. Menjadikan perpaduan antara pemain muda dan berpengalaman yang cukup menarik.

Beda dengan klub lain yang memilih bongkar pasang, Solskjaer memilih bersabar dan membangun timnya secara perlahan. Untungnya, ia mendapatkan dukungan besar dari klub yang tidak memecatnya meski belum menyumbangkan gelar.

Kesabaran itu membuahkan hasil. Manchester United berhasil mencapai final Liga Europa. "Ini adalah malam yang besar buat kami. Mungkin akan menjadi batu loncatan untuk sesuatu yang besar di masa depan," sambungnya.

"Tim ini terdiri dari sekelompok pemain yang telah bekerja sama selama satu setengah tahun. Langkah berikutnya buat mereka adalah menikmati pertandingan seperti ini - saya melihat sesuatu tumbuh di dalam diri pemain," pungkasnya.

(Goal International)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR