BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Eks Atletico Ini Mengaku Bohongi Benitez Agar Bisa Pindah ke Liverpool

31-03-2020 19:53 | Dimas Ardi Prasetya

Maxi Rodriguez (c) AFP Maxi Rodriguez (c) AFP

Bola.net - Eks gelandang Atletico Madrid Maxi Rodriguez mengungkapkan ia sampai terpaksa harus berbohong pada Rafael Benitez agar bisa merealisasikan mimpinya gabung Liverpool.

Maxi menjadi penggawa Atletico sejak tahun 2005. Ia kemudian hengkang dari klub tersebut pada tahun 2010 setelah kontraknya habis.

Pria didikan akademi Newell's Old Boy tersebut kemudian gabung Liverpool pada Januari 2010. Ia pindah secara gratis.

Di Anfield, Maxi meneken kontrak berdurasi tiga setengah tahun. Namun kisah kepindahannya ke Liverpool itu sedikit dibumbui oleh drama.

1 dari 2 halaman

Berbohong Pada Benitez

Sebelum tranfernya terlaksana, Maxi Rodriguez mengetahui bahwa ada satu syarat yang harus dipenuhi seorang pemain sebelum pindah ke Liverpool. Pemain itu harus bisa berbahasa Inggris karena hanya bahasa itulah yang dipakai di ruang ganti klub.

Maxi saat itu tak bisa berbahasa Inggris. Ia pun terpaksa sedikit berbohong kepada Rafael Benitez.
Rodriguez telah kembali ke Amerika Selatan untuk merayakan Natal, saat ia diberi tahu Benitez ingin merekrutnya. Ia kemudian berkomunikasi dengan Benitez via telepon dengan menggunakan bahasa Spanyol.

“Rafa memberi tahu saya bahwa sangat penting bagi semua orang untuk berbicara bahasa Inggris di ruang ganti," ungkap Maxi seperti dilansir Mirror.

“Ia bertanya kepada saya apakah saya tahu bagaimana berbicara bahasa itu dan saya berkata 'ya, tentu saja, tetap tenang.' Tentu saja, saya tidak ingin negosiasi gagal, jadi saya mengatakan sedikit kebohongan," serunya.

2 dari 2 halaman

Akhirnya Ketahuan

Pada akhirnya setiap kebohongan, cepat atau lambat, pasti akan terungkap. Dalam kasus Maxi Rodriguez ini, kebohongannya terungkap dengan cepat.

Maxi terpaksa mengakui ia berbohong pada saat menjalani sesi konferensi pers perkenalan dirinya. Namun untungnya, saat itu Rafael Benitez tidak marah kepadanya.

"Ketika saya tiba di Inggris, ada konferensi pers dan Rafa mengatakan kepada saya bahwa ia akan berbicara terlebih dahulu dan kemudian saya setelahnya," ujar Maxi.

"Saat itulah saya memegangnya dan berkata, 'Dengar Rafa, saya harus mengakui sesuatu kepada Anda. Saya tidak bisa bahasa Inggris. Satu-satunya yang saya tahu adalah bagaimana mengatakan halo," akunya.

"Rafa berkata, 'kau anak yang nakal.' Tetapi kami berdua tertawa dan setelah itu saya belajar bagaimana berbicara bahasa Inggris. Saya sangat bagus di Atletico. Saya adalah kapten dan saya tahu kota itu dengan sangat baik. Tapi sepak bola Inggris membuatku gila dan saya ingin bermain di sana," tandasnya.

Selama di Liverpool, ia cuma mendapat kesempatan tampil sebanyak 73 kali saja di semua ajang kompetisi, dengan sumbangan 17 gol dan tujuh assist. Ia meninggalkan Anfield pada 13 Juli 2012 dan kembali ke Argentina.

(mirror)

KOMENTAR

Generasi Penerus Bundesliga: Erling Braut Haaland