Duh! Hancurkan Ponsel Suporter Everton, Ronaldo Belum Bayar Biaya Ganti Rugi

Dimas Ardi Prasetya | 27 September 2022, 04:59
Pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo. (c) AP Photo
Pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo. (c) AP Photo

Bola.net - Superstar Manchester United Cristiano Ronaldo ternyata belum membayar biaya ganti rugi ponsel suporter Everton yang ia hancurkan beberapa waktu lalu.

Insiden ini bermula saat Manchester United berkunjung ke markas Everton di Goodison Park pada bulan April 2022 lalu. Ronaldo main sebagai starter.

Sayangnya ia gagal membantu timnya menang. Bahkan ia gagal mengindarkan MU dari kekalahan dengan skor 1-0.

Ronaldo juga mendapat kartu kuning di laga itu. Setelah laga berakhir CR7 pun merasa kecewa.

1 dari 6 halaman

Tampar Remaja Suporter Everton

Saat berjalan keluar lapangan menuju lorong ruang ganti pemain, Cristiano Ronaldo melakukan aksi kekerasan. Ia menampar tangan seorang remaja suporter Everton.

Suporter itu bernama Jacob Kelly. Ia masih berusia 14 tahun.

Hasilnya, tamparan itu membut tangan sang remaja mengalami memar. Selain itu ponsel milik Jacob juga hancur.

2 dari 6 halaman

Dakwaan untuk Ronaldo

Cristiano Ronaldo tentu saja tak bisa lari dari insiden tersebut. Ia sebelumnya telah diperingatkan oleh Polisi Merseyside setelah melakukan aksi kekerasan itu.

Pihak FA juga tidak tinggal diam. Mereka sudah memutuskan bahwa Ronaldo melanggar Peraturan pasal E3. Pasal ini berkaitan dengan perilaku kekerasan dan/atau tidak pantas.

"Pembaruan Peraturan dan Disiplin: Cristiano Ronaldo telah didakwa dengan pelanggaran Peraturan FA E3 untuk insiden yang terjadi setelah pertandingan Liga Premier Manchester United FC melawan Everton FC pada Sabtu 9 April 2022. Diduga bahwa perilaku penyerang setelah final peluit tidak pantas dan/atau keras." Demikian bunyi pernyataan FA.

3 dari 6 halaman

Tuntutan Ibu Jacob Kelly

Penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo (c) AP Photo

Penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo (c) AP Photo

Keputusan pihak FA tersebut tak membuat ibu Jacob Kelly, yakni Sarah Kelly, puas. Ia lantas berharap Cristiano Ronaldo mendapat hukuman yang lebih berat.

Terlebih anaknya masih trauma atas insiden tersebut. Selain itu ponselnya juga masih belum mendapatkan pengganti.

"Mari berharap ia akhirnya mendapatkan hukuman yang tepat. Ia tidak bisa terus menghindarinya," keluhnya pada Mirror.

"Perilakunya tidak dapat diterima. Saya diburu oleh orang-orang yang mengatakan saya menyeretnya lagi tetapi saya tidak tahu apa-apa tentang itu."

"Ia seharusnya ditangani enam bulan lalu. Anak saya berbicara tentang apa yang terjadi padanya setiap hari. Ia masih belum mendapatkan ponselnya kembali," beber Sarah.

4 dari 6 halaman

Ronaldo tak Bayar Biaya Ganti Rugi

Ekspresi Cristiano Ronaldo pada laga Sheriff vs Manchester United di Liga Europa 2022/2023 (c) AP Photo

Ekspresi Cristiano Ronaldo pada laga Sheriff vs Manchester United di Liga Europa 2022/2023 (c) AP Photo

Sarah Kelly menambahkan, ada upaya untuk membantu putranya memperbaiki ponselnya. Namun usaha itu malah dilakukan oleh kepolisian Merseyside.

Sarah tentu saja mengecam Cristiano Ronaldo. Ia mengatakan harusnya Ronaldo lah yang mengganti biaya kerusakan ponsel putranya. Namun sejauh ini pemain Portugal tersebut masih diam saja.

“Ia yang seharusnya membayar untuk itu. Ia yang menyebabkan semua ini," tegasnya.

"Ini membingungkan saya – ia bisa menyerang seorang anak dan melanjutkan hidup seperti biasa. Bagaimana ia bisa tidur di malam hari mengetahui kesusahan yang ia sebabkan pada seorang penggemar muda?”

5 dari 6 halaman

Sebuah Penghinaan

Cristiano Ronaldo sendiri sebelumnya sudah memberikan penawaran untuk bertemu dengan keluarga Jacob Kelly. Sayangnya Ronaldo tak punya niatan meminta maaf dalam pertemuan tersebut.

Ia menyebut Ronaldo mengaku tak bersalah. Bagi Sarah Kelly, apa yang dilakukan pria 37 tahun tersebut tak ubahnya sebuah penghinaan baginya dan keluarganya.

“Ia menawari kami untuk bertemu dengannya dan mengatakan ia menyesal tetapi mengatakan ia tidak melakukan kesalahan. Itu bukan permintaan maaf, itu penghinaan,” ketus Sarah.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR