Chelsea 2004/2005: Juara Premier League dengan Kebobolan 15 Gol Saja

Asad Arifin | 24 April 2020, 15:08
Chelsea ketika menjadi juara Premier League musim 2004/2005 (c) Premier League
Chelsea ketika menjadi juara Premier League musim 2004/2005 (c) Premier League

Bola.net - Musim 2004/2005 bakal selalu dikenang dengan manis oleh Chelsea dan para fansnya. Sebab, musim ini adalah awal dari era kejayaan mereka di Premier League. Chelsea merengkuh gelar juara dengan perkasa.


Chelsea belum pernah meraih juara Premier League sejak format baru dimulai pada musim 1992/1993. Gelar juara didominasi Manchester United. Arsenal dan Blackburn Rovers sempat memberi perlawanan untuk Setan Merah.

Adalah Roman Abramovich yang lantas membawa Chelsea menjadi pesaing Manchester United. Taipan asal Rusia tersebut membeli The Blues pada 2003. Setelah itu, dia membuat investasi besar untuk membangun klub super.

Sejak kedatangan Roman Abramovich, The Blues mulai rajin belanja pemain. Ambisi besarnya pun terwujud pada musim 2004/2005. Di bawah kendali Jose Mourinho, Chelsea mampu meraih gelar juara Premier League.

1 dari 5 halaman

Transfer Besar Chelsea

Tahun pertama Abramovich di Chelsea tidak berakhir cukup bagus. Tidak menyerah begitu saja, Abramovich mengeluarkan uang besar pada tahun kedua untuk membeli banyak pemain bintang ke Chelsea.

Abramovich membeli Didier Drogba dari Marseille dengan harga 24 juta pounds. Setelah itu, ada juga Jiri Jarosik [CSKA Moskow], Mateja Kezman, Arjen Robben [PSV Endhoven], dan Petr Cech [Rennes]. Mereka membuat Chelsea menjadi tim super.

Lalu, keputusan paling penting Abramovich tentu saja menunjuk Jose Mourinho sebagai manajer baru. Mourinho baru saja membawa Porto menjadi juara Liga Champions musim 2003/2004. Hampir pindah ke Liverpool, Mourinho akhirnya berlabuh ke Chelsea.

Kedatangan Mourinho juga disertai gerbong pemain asal Portugal. Mourinho membawa Ricardo Carvalho dan Paulo Ferreira yang menjadi anak asuhnya di Porto. Selain itu, Tiago Mendes juga dibeli dari Benfica.

Chelsea sebelumnya sudah punya pemain top lain pada diri William Gallas, Damien Duff, Joe Cole, Frank Lampard, Claude Makalele, Arjen Robben, dan tentu saja sang kapten tim John Terry.

2 dari 5 halaman

Setelah 50 Tahun

Chelsea melewati musim 2004/2005 nyaris tanpa kendala yang berarti. The Blues di bawah kendali Jose Mourinho nyaris menyamai catatan tidak terkalahkan Arsenal saat menjadi juara pada musim 2003/2004.

Pada musim tersebut, Chelsea hanya sekali menelan kekalahan. The Blues menelan kekalahan saat berjumpa Manchester City di Stadion Etihad. Chelsea kalah dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Nicolas Anelka dari titik putih.

Manchester United dua kali dihajar Chelsea. Pada duel pertama, The Blues menang dengan skor 1-0 di Stamford Bridge lewat gol Eidur Gudjohnsen. Lalu, laga di Old Trafford berakhir dengan skor 1-3 untuk Chelsea.

Tiga gol Chelsea dicetak Tiago, Gudjohnsen, dan Joe Cole. Gol Setan Merah dicetak Rudd van Nistelrooy.

Hanya ada satu tim yang tidak mampu dikalahkan Chelsea pada musim 2004/2005 yakni Arsenal. Chelsea bermain imbang 0-0 di Stamford Bridge dan 2-2 di Highbury. Selain itu, semua tim pernah dikalahkan Chelsea.

Meraih 29 kemenangan, delapan hasil imbang, dan sekali kalah, Chelsea mendapatkan 95 poin. Chelsea lantas menjadi juara Premier League. The Blues menjadi juara setelah 50 tahun tidak juara liga.

3 dari 5 halaman

Hanya Kebobolan 15 Gol

Salah satu kunci sukses Chelsea menjadi juara Premier League musim 2004/2005 adalah pertahanan yang kuat. Chelsea menjadi tim dengan tingkat kebobolan paling minim dibanding klub lainnya pada musim tersebut.

Chelsea, di bawah kendali Jose Mourinho, hanya kebobolan 15 gol saja. Sejauh ini, catatan tersebut menjadi rekor kebobolan paling sedikit di Premier League dalam satu musim. Chelsea kebobolan 15 gol dari 38 laga yang dimainkan.

Berikut adalah 15 gol yang bersarang di gawang Chelsea:

1. James Beattie (Chelsea 2-1 Southampton, matchday 4)

2. Nicolas Anelka (Man City 1-0 Chelsea, matchday 9)

3. Zoltan Gera (West Brom 1-4 Chelsea, matchday 11)

4. Papa Bouba Diop (Fulham 1-4 Chelsea, matchday 13)

5. Kevin Davies (Chelsea 2-2 Bolton Wanderers, matchday 14)

6. Radhi Jaidi (Chelsea 2-2 Bolton Wanderers, matchday 14)

7. Thierry Henry (Arsenal 2-2 Chelsea, matchday 17)

8. Thierry Henry (Arsenal 2-2 Chelsea, matchday 17)

9. Leon McKenzie (Norwich 1-3 Chelsea, matchday 28)

10. Aki Riihilahti (Chelsea 4-1 Crystal Palace, matchday 30)

11. Kevin Phillips (Southampton 1-3 Chelsea, matchday 31)

12. Walter Pandiani (Chelsea 1-1 Birmingham City, matchday 32)

13. Collins John (Chelsea 3-1 Fulham, matchday 34)

14. Ruud van Nistelrooy (Man Utd 1-3 Chelsea, matchday 37)

15. Gol Geremi sendiri (Newcastle 1-1 Chelsea, matchday 38)

4 dari 5 halaman

Reputasi Jose Mourinho dan Petuah Sir Alex Ferguson

Musim 2004/2005 inilah yang kemudian membangun reputasi Jose Mourinho sebagai manajer yang jago meracik strategi bertahan. Bagaimana tidak, Chelsea hanya kebobolan 15 gol saja dalam satu musim dan menjadi juara.

Chelsea hanya dua kali kebobolan lebih dari satu gol pada musim 2004/2005. Pertama, ketika bermain imbang 2-2 melawan Bolton. Kedua, saat ditahan imbang Arsenal dengan skor 2-2. Dua gol Arsenal dicetak Thierry Henry.

Sebagai perbandingan, Manchester United sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit kedua, harus melihat gawangnya 26 kali kebobolan. Artinya, pertahanan The Blues benar-benar sangat tangguh di bawah racikan Jose Mourinho.

Pernah ada pernyataan ikonik dari Sir Alex Ferguson ihwal betapa pentingnya membangun pertahanan tangguh untuk menjadi juara liga. "Bermain menyerang akan memenangkan pertandingan dan bermain bertahan akan membawa Anda meraih juara," kata Sir Alex.

5 dari 5 halaman

Pemain Kunci Chelsea

Gerbong Portugal tentu saja menjadi pemain kunci bagi Chelsea. Paulo Ferreira menjadi andalan di posisi bek kanan dengan 29 laga di Premier League. Ricardo Carvalho memainkan 25 laga dan Tiago Mendes tampil pada 34 laga [21 sebagai pemain inti].

Namun, Jose Mourinho juga bertumpu pada kekuatan lama. Frank Lampard menjadi pemain yang tidak tergantikan. Sang gelandang tampil pada 38 laga di Premier League dan semuanya sebagai pemain inti.

Frank Lampard membangun koneksi yang apik dengan Claude Makalele di lini tengah. Kinerja pemain asal Prancis amat vital. Dia menjadi filter bagi serangan lawan sebelum berjumpa John Terry di posisi bek tengah. Kedua pemain memainkan 36 laga.

Selain itu, Petr Cech juga tampil sangat apik. Kiper asal Rep. Ceko dimainkan pada 35 laga.

Frank Lampard bukan hanya tidak tergantikan. Frank Lampard juga menjadi pencetak gol paling banyak bagi Chelsea pada musim 2004/2005 dengan 13 gol. Di bawah Frank Lampard, ada nama Gudjonshon [12 gol], Didier Drogba [10 gol], dan Joe Cole [8 gol].

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR