BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Cekcok Dengan Staff Burnley, Maurizio Sarri Didakwa Bersalah Oleh FA

24-04-2019 17:38 | Serafin Unus Pasi

Maurizio Sarri (c) AFP Maurizio Sarri (c) AFP

Bola.net - Federasi Sepakbola Inggris, FA akhirnya memberikan keputusan terkait Maurizio Sarri. FA memutuskan bahwa sang pelatih bersalah setelah terlibat pertengkaran dengan Staff Burnley pada awal pekan kemarin.

Duduk perkara Sarri didakwa bersalah FA itu bermula pada pertandingan Chelsea melawan Burnley pada hari Selasa (23/4) dini hari kemarin. Pada saat itu Sarri terlibat pertengkaran dengan staff pelatih Burnley.

Menurut berita tersebut, Sarri murka setelah staff pelatih Burnley itu mengumpat Sarri. Alhasil terjadi pertengkaran hebat dan akhirnya Wasit mengusir pelatih asal Italia itu dengan kartu merah.

FA sendiri bertindak cepat untuk menginvestigasi situasi tersebut. Mereka menyatakan bahwa eks pelatih Napoli itu terbukti bersalah pada situasi tersebut.

Baca dakwaan resmi FA untuk Sarri di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Dinyatakan Bersalah

Keputusan FA yang menyatakan Sarri bersalah itu dimuat di situs resmi mereka pada hari Rabu (24/4) pagi waktu setempat.

Dalam pernyataan resmi mereka itu, Sarri didakwa melakukan tindakan yang tidak terpuji pada pertandingan melawan Burnley tersebut.

"Maurizio Sarri didakwa bersalah melakukan penggaran terkati dengan perilakunya di menit ke-94 pada hari Senin [22/04/2019] pada pertandingan Premier League antara Chelsea melawan Burnley," buka pernyataan resmi FA tersebut.

2 dari 2 halaman

Belum Ada Hukuman

Dalam rilis resmi FA tersebut, tidak disebutkan hukuman apa yang diberikan kepada Sarri terkait pertengkarannya dengan staff pelatih Burnley tersebut.

Namun ia diberikan waktu hingga hari Jumat [26/4] waktu setempat untuk mengajukan banding atas dakwaan yang diberikan FA tersebut.

Jika Sarri tidak mengajukan pembelaan, maka ia akan dinyatakan bersalah dan diberikan hukuman oleh FA.

5 Bek Tersukses Manchester United yang Patut Ditiru Harry Maguire dan Wan Bissaka

KOMENTAR