BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Bukan Kepedean, Ini 5 Alasan MU Bisa Saingi Liverpool-Man City Musim Depan

07-07-2020 07:30 | Richard Andreas

Manchester United ketika berjumpa Bournemouth di pekan ke-33 Premier League 2019/2020, Sabtu (4/7/2020) malam WIB (c) AP Photo Manchester United ketika berjumpa Bournemouth di pekan ke-33 Premier League 2019/2020, Sabtu (4/7/2020) malam WIB (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United mulai membuat fans mereka bersemangat dan percaya diri dalam beberapa pekan terakhir. Sejak sepak bola digulirkan kembali, pasukan Ole Gunnar Solskjaer telah menemukan pijakan mereka untuk terus berkembang.

Saat ini MU memang masih di peringkat ke-5 klasemen sementara, tapi mereka hanya tertinggal 2 poin dari Chelsea di peringkat ke-4. Artinya peluang bermain di Liga Champions musim depan terbuka lebar.

Betapa tidak, selain saat ditahan imbang Tottenham 1-1 pada laga pertama, empat pertandingan MU berikutnya berjalan mulus. Mereka tidak hanya menang, tapi juga bermain apik.

Karena itulah sepekan terakhir muncul suara-suara percaya diri untuk MU musim depan. Suara ini disampaikan oleh mereka yang yakin bahwa MU bisa bersaing di puncak klasemen, tentu melawan Liverpool dan Manchester City.

Memang sampai saat ini Liverpool dan Man City masih terlalu kuat, tim-tim besar lain hanya bisa melihat keduanya dari jauh. Namun, sepertinya persaingan musim depan bakal lebih panas, termasuk dengan kehadiran MU sebagai pesaing.

Benarkah MU bisa jadi pesaing musim depan? Meski belum pasti, setidaknya ada 5 alasan untuk memercayai potensi MU jadi salah satu pesaing juara musim depan.

Apa saja? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

1 dari 5 halaman

1. Fondasi terbangun

Kira-kira dua tahun yang lalu, MU sedang kacau-balau di bawah Jose Mourinho. Gaya bermain tidak jelas, komposisi skuad tidak jelas, pemain-pemain yang dibeli pun beberapa gagal memenuhi ekspektasi.

Namun, sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer, perlahan-lahan MU menemukan jalan mereka. Meski tidak bisa secara instan, Solskjaer pelahan-lahan memperbaiki masalah MU.

Dia mendatangkan beberapa pemain yang menurutnya penting dan bisa jadi andalan sampai beberapa tahun ke depan. Sejauh ini setiap pembelian Solskjaer terbukti tepat, fondasi timnya perlahan-lahan terbentuk.

2 dari 5 halaman

2. Skuad kompak

Striker Manchester United, Anthony Martial (kanan) merayakan golnya ke gawang Sheffield United bersama Marcus Rasfhord. (c) AP PhotoStriker Manchester United, Anthony Martial (kanan) merayakan golnya ke gawang Sheffield United bersama Marcus Rasfhord. (c) AP Photo

Hasil-hasil positif yang terus diraih berbanding lurus dengan perkembangan keharmonisan ruang ganti. Sekarang, tidak banyak lagi gosip-gosip tak sedap yang menyerang skuad MU.

Memang benar sampai sekarang masih ada satu gosip yang tak kunjung tuntas, yakni soal masa depan Paul Pogba. Entah dia bermain atau tidak, terus saja kabar tak sedap menghantui Pogba.

Bahkan beberapa bulan terakhir dia terus dikabarkan bakal hengkang ke Real Madrid, meski Pogba sendiri tidak pernah benar-benar buka suara.

Sekarang, gosip itu mulai tak terdengar karena permainan MU yang menunjukkan tanda-tanda positig, khususnya karena Pogba ikut bermain di lapangan.

3 dari 5 halaman

3. Pembelian jitu

Inilah yang jadi sumber untuk alasan nomor satu di atas. Membangun fondasi tim tidak mudah, perlu pembelian pemain-pemain yang tepat.

Sejak awal, Solskjaer tegas menentukan pemain-pemain yang dia inginkan. Mungkin karena berpengalaman sebagai mantan striker, Solskjaer paham betul pemain seperti apa yang dibutuhkan Setan Merah.

Mulai dari Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire, hingga yang teranyar Bruno Fernandes. Semua pemain ini sudah sesuai ekspektasi, bahkan beberapa melebihi ekspektasi.

Jika bisa terus menjaga kejeliannya dalam membeli pemain, Solskjaer bisa jadi pelatih terbaik untuk MU setelah bertahun-tahun.

4 dari 5 halaman

4. Pembuktian musim ini

Anthony Martial berduel dengan Fernandinho di laga Manchester United vs Manchester City di Old Trafford, Minggu (08/03/2020). (c) AP PhotoAnthony Martial berduel dengan Fernandinho di laga Manchester United vs Manchester City di Old Trafford, Minggu (08/03/2020). (c) AP Photo

Fakta membuktikan MU merupakan tim paling tangguh dalam duel-duel antar top six musim ini. Tercatat, Setan Merah telah mencuri 18 poin dari duel-duel The Big Six musim ini.

Yang paling menarik adalah keberhasilan MU mengalahkan Man City dua kali di Premier League musim ini, kandang dan tandang. Mereka juga bisa menahan imbang Liverpool di Old Trafford meski takluk di Anfield.

Berikut catatan lengkapnya:

  • MU vs Arsenal: 1 imbang 1 kalah
  • MU vs Chelsea: 2 menang
  • MU vs Liverpool: 1 imbang 1 kalah
  • MU vs Man City: 2 menang
  • MU vs Tottenham: 1 menang 1 imbang
5 dari 5 halaman

5. Kelemahan Liverpool dan Man City

Musim ini Liverpool dan Man City memang masih yang paling kuat, klasemen sudah cukup jadi bukti. Namun, bukan berarti keduanya merupakan tim sempurna.

Kelemahan-kelemahan Liverpool mulai terbongkar beberapa pekan terakhir. Level permainan mereka menurun sejak resmi jadi juara, seakan-akan sudah kehabisan tenaga.

Man City pun demikian. Usai mengalahkan Liverpool 4-0, beberapa hari setelahnya justru takluk 0-1 dari Southampton. Guardiola punya masalah sendiri saat melakukan kebijakan rotasi.

Sumber: Berbagai sumber

KOMENTAR