BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Blunder Besar Ferguson, Biarkan 11 Pemain Hebat Ini Pergi dari Manchester United

18-07-2020 22:14 | Aga Deta

Cristiano Ronaldo dan Sir Alex Ferguson. (c) AFP/Nicolas Asfouri Cristiano Ronaldo dan Sir Alex Ferguson. (c) AFP/Nicolas Asfouri

Bola.net - Sir Alex Ferguson sangat identik dengan kesuksesan Manchester United di masa lalu. Di bawah tangan dinginnya, Setan Merah berhasil menjadi tim yang disegani di Inggris dan juga Eropa.

Total, Ferguson mempersembahkan 28 gelar untuk Manchester United, termasuk 13 titel Premier League dan dua trofi Liga Champions.

Ferguson juga dikenal sebagai pelatih yang mampu menyulap pemain yang biasa-biasa saja menjadi andalan atau berkontribusi signifikan bagi tim. Sudah banyak contohnya.

Namun, bukan berarti Ferguson sosok sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan. Pria asal Skotlandia itu tetap manusia biasa yang kadang salah mengambil keputusan.

Selama 27 tahun di Old Trafford, Ferguson juga pernah beberapa kali melakukan blunder terkait penjualan pemain. Dia pernah mengambil langkah salah dengan membiarkan beberapa pemain hebat pergi dari Manchester United.

Berikut ini 11 di antaranya, seperti dilansir Planet Football.

1 dari 11 halaman

1. Tim Howard

Tim Howard tak pernah benar-benar mapan sebagai kiper nomor satu di Manchester United. Dia pindah ke Everton pada 2006 untuk bisa bermain reguler.

Howard membuktikan diri dengan mencatatkan 400 penampilan untuk The Toffees selama 10 tahun. Bahkan dia menyelamatkan dua penalti yang membantu Everton mengalahkan MU pada semifinal Piala FA 2009.

2 dari 11 halaman

2. Phil Neville

Tim Howard bukan pemain pertama yang pindah dari Old Trafford ke Goodison Park, markas Everton. Phil Neville lebih dulu melakukannya pada 2005.

Neville tampil konsisten di bawah besutan David Moyes, bahkan didaulat menjadi kapten. Setelah gantung sepatu, dia mengikuti Moyes yang didapuk menjadi pelatih MU pada 2013. Ia menjadi staf pelatih selama setahun di sana.

3 dari 11 halaman

3. Jaap Stam

Jaap Stam membantu MU memenangi tiga trofi Premier League secara beruntun dan meraih treble pada 1999. Namun, Ferguson tiba-tiba menjualnya ke Lazio pada 2001.

Sang bek masih bisa bermain di level tertinggi selama lima tahun, dengan memenangi Coppa Italia di Lazio, kemudian mencapai final Liga Champions 2005 bersama AC Milan.

"Ketika berpikir tentang kekecewaan, jelas menjual Stam adalah penyesalan bagi saya. Saya membuat keputusan buruk," kata Ferguson pada 2013.

4 dari 11 halaman

4. Gerard Pique

Gerard Pique tidak bisa mengganggu duet Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand, kemudian memutuskan kembali ke Barcelona pada 2008.

Setelah itu, dia berkembang menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia, memenangi delapan gelar La Liga, enam Copa del Rey, dan tiga titel Liga Champions di Camp Nou.

Pique juga memenangi trofi Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Timnas Spanyol.

5 dari 11 halaman

5. Gabriel Heinze

Heinze memenangi penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year pada 2004-2005. Namun, ia membuat MU marah karena memaksa pindah ke Liverpool pada 2007.

Sang bek kemudian dijual ke Real Madrid dan membantu tim tersebut memenangi La Liga pada musim debutnya. Ia kemudian bertualang ke Marseille dan AS Roma, sebelum menyudahi karier di Newell’s Old Boys, Argentina.

6 dari 11 halaman

6. David Beckham

David Beckham adalah idola fans Manchester United. Namun, hubungannya dengan Ferguson retak sehingga hengkang ke Real Madrid pada 2003.

El Real gagal memenangi gelar bergengsi pada tiga musim pertama Beckham di sana. Namun, ia berperang penting saat Madrid menjuarai La Liga pada 2006-2007.

Beckham kemudian hijrah ke LA Galaxy pada akhir musim itu. Namun, dia kemudian balik ke Eropa untuk bersama AC Milan dan PSG.

7 dari 11 halaman

7. Paul Ince

Ince memenangi dua titel liga dan dua gelar Piala FA selama enam tahun di Old Trafford. Fans seolah tak percaya ketika dia dijual ke Inter Milan pada 1995. Tapi, Ince tak protes.

Setelah mendulang kesuksesan di Italia, Ince kembali ke Inggris pada 1997 dan memancing kontroversi karena memilih Liverpool. Dia mencetak 17 gol selama dua tahun di Merseyside.

8 dari 11 halaman

8. Juan Sebastian Veron

Veron diboyong MU pada 2001 dengan mahar 28,1 juta pounds. Tapi, sang gelandang gagal membuktikan layak dibeli mahal. Selama dua tahun di MU, ia malah melempem.

Veron kemudian dijual ke Chelsea, tapi juga gagal tampil impresif. Pemain asal Argentina ini kemudian memenangi Serie A bersama Inter Milan dan juara Copa Libertadores di Estudiantes.

Ferguson mengakui talenta apik Veron. Bahkan, ia pernah marah-marah kepada jurnalis yang mengkritik Veron pada 2002.

9 dari 11 halaman

9. Cristiano Ronaldo

Ronaldo adalah salah satu pemain dalam daftar Ferguson yang sangat ingin dipertahankannya. Tak sulit menebak alasannya.

Ronaldo menjelma menjadi salah satu pemain terbaik dunia di Old Trafford, tapi tak bisa menahan keinginan mengejar mimpi hijrah ke Real Madrid pada 2009.

Di Spanyol, ia mencapai level baru dengan mencetak 438 gol dalam 450 laga, serta memenangi dua titel La Liga dan empat trofi Liga Champions selama sembilan tahun.

Dia kemudian gabung Juventus pada 2018 dan melanjutkan performa briliannya.

10 dari 11 halaman

10. Ruud van Nistelrooy

Statusnya sebagai mesin gol tak membuat Nistelrooy aman dari sikap tanpa kompromi Ferguson. Sang striker dijual ke Real Madrid paad 2006.

Dia langsung memberikan pengaruh besar. Nistelrooy menjadi top scorer di liga dengan 25 gol dan mengantar Los Blancos menjuarai La Liga pada 2006. Pada 2007, ia kembali membantu Madrid mempertahankan gelar La Liga.

Nistelrooy kemudian melanjutkan petualangannya ke Hamburg dan Malaga sebelum pensiun pada 2012.

11 dari 11 halaman

11. Diego Forlan

Segalanya tak berjalan dengan baik bagi Forlan di Old Trafford. Dia kemudian pindah ke Spanyol pada 2004. Sang striker membangun kembali kaeiernya bersama Villarreal dan Atletico Madrid.

Ia mencetak 128 gol dalam 240 penampilan di La Liga selama tujuh tahun. Dia juga tampil pada Piala Dunia 2010, menyumbangkan lima gol dan memenangi Sepatu Emas saat Uruguay mencapai semifinal.

Sumber: Planet Football
Disadur dari: Bola.com/Penulis Yus Mei Sawitri/Editor Erwin Fitriansyah

Published: 18 Juli 2020

KOMENTAR