Bagaimana Performa Liverpool 2021/2022: Suguhkan Level Tinggi, Sayangnya Hanya Dua Trofi?

Richard Andreas | 24 Mei 2022, 15:00
Skuad Liverpool merayakan gol Sadio Mane dalam laga versus Villarreal, Kamis (28/4/2022) (c) AP Photo
Skuad Liverpool merayakan gol Sadio Mane dalam laga versus Villarreal, Kamis (28/4/2022) (c) AP Photo

Bola.net - Musim 2021/22 berjalan cukup baik bagi Liverpool, bahkan bisa dibilang sangat baik. The Reds sempat berada di posisi apik untuk membungkus quadruple alias empat trofi sekaligus.


Musim lalu, Liverpool benar-benar terhantam pandemi Covid-19. Badai cedera dan ketidaksiapan kedalaman skuad jadi masalah. The Reds beruntung bisa mengamankan empat besar, itu pun lewat gol dramatis Alisson Becker.

Menariknya, keberhasilan dramatis itu justru jadi langkah awal perkembangan pesat Liverpool. Jurgen Klopp memperbaiki segalanya dengan cepat, merekrut pemain yang dianggap perlu di bursa transfer musim panas 2021.

Hasilnya, Liverpool kembali menyuguhkan performa top. Bahkan, mereka langsung membantah tudingan bahwa The Reds sudah habis karena performa buruk di musim sebelumnya. Kembalinya Virgil van Dijk jadi kunci.

Van Dijk kembali bermain setelah menepi cukup lama karena cedera ACL. Dampaknya luar biasa untuk Liverpool, kehadiran Van Dijk bukan hanya penting untuk lini belakang, melainkan juga untuk keseluruhan tim.

Menariknya, Klopp tidak melakukan transfer besar-besaran untuk mengembalikan Liverpool ke level top. Dia hanya merekrut pemain yang dirasa perlu, seperti Ibrahima Konate.

Lalu, di pertengahan musim, ketika Liverpool tampak akan kesulitan, Klopp kembali bergerak dengan mendatangkan Luis Diaz. Lagi-lagi transfer jitu, bahkan dampak kedatangan Diaz terbukti sangat penting sampai akhir musim ini.

Dua rekrutan itu, Konate dan Diaz, membuktikan efisiensi kerja Klopp di Liverpool. Tidak ada pembelian pemain yang terburu-buru. Hampir setiap pembelian Liverpool akurat, tidak ada yang gagal.

Kini, Liverpool telah membungkus trofi domestik, kalah tipis di Premier League, dan masih akan bermain di final Liga Champions 2021/22.

1 dari 6 halaman

Rebut dua trofi domestik, gagal di liga

Klopp tiba di Liverpool pada tahun 2015. Butuh waktu tujuh tahun baginya untuk meraih trofi Piala FA (FA Cup) pertama, tepatnya di tahun 2022 ini.

Beberapa tahun terakhir Liverpool sudah bermain di level tinggi, tapi mereka selalu kesulitan meraih trofi domestik. Klopp kerap kali terpaksa mengabaikan Carabao Cup dan Piala FA.

Bukan berarti dua trofi itu tidak penting, melainkan karena kedalaman skuad Liverpool memang tidak cukup bagus beberapa musim terakhir. Untungnya, masalah itu teratasi musim ini.

27 Februari 2022, Liverpool membungkus trofi pertama musim ini. Mereka menekuk Chelsea di final Carabao Cup 2021/22 lewat drama adu penalti (11-10). Bukan kemenangan mudah, The Reds harus bekerja keras.

14 Mei 2022, Liverpool meraih trofi keduanya. Lagi-lagi mereka mengalahkan Chelsea, kali ini di final FA Cup, dan lagi-lagi lewat drama adu penalti. Skor penalti 6-5 untuk kemenangan Liverpool, Kostas Tsimikas jadi penentu.

22 Mei 2022, sayangnya Liverpool harus mengubur mimpi meraih treble domestik. Mereka harus mengaku kalah dari Man City dalam pemburuan juara liga. Selisih poin tipis, Man City juara dengan 93 poin, Liverpool runner-up dengan 92 poin.

"Kami sangat dekat [untuk jadi juara EPL], tapi pada akhirnya kami tidak cukup dekat. Begitulah adanya," kata Jurgen Klopp.

Ucapan Klopp merangkum betapa pahitnya kegagalan Liverpool di liga. 92 poin seharusnya sudah cukup untuk jadi juara, sayangnya masih ada Man City yang bermain luar biasa.

Kalah satu poin dari Man City, Liverpool harus membungkus mimpi quadruple. Mereka sudah berjuang luar biasa, hanya Man City masih lebih konsisten dan sedang bagus-bagusnya.

2 dari 6 halaman

Pemain terbaik: Mohamed Salah

Aksi Mohamed Salah di laga Liverpool vs Watford di pekan ke-31 Premier League 2021-22 di Anfield, Sabtu (02/04/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Tidak bisa dimungkiri, Mohamed Salah masih layak disebut sebagai pemain terbaik Liverpool musim ini. Gol-gol Salah masih sangat penting untuk membantu Liverpool meraih kemenangan.

Musim ini, Salah kembali jadi top skor Premier League dengan 23 gol. Torehannya cukup apik meski sempat absen di beberapa laga karena cedera. 23 gol tentu bukan catatan sepele.

Jika cakupannya diperluas, Salah sudah mencetak total 33 gol dan 16 assist di semua kompetisi. Dia masih jadi pemain kunci Klopp untuk laga-laga penting.

Memang ada nama-nama penyerang lain seperti Luis Diaz dan Diogo Jota yang kerap jadi penentu kemenangan. Namun, Salah melakukannya secara konsisten sejak awal musim. Kontribusinya tidak bisa disaingi.

Meski gagal juara liga, peran Salah bagi tim sangat penting di Premier League musim ini. Dia membantu Liverpool bersaing ketat dengan Man City sampai akhir.

3 dari 6 halaman

Pemain terburuk: Alex Oxlade-Chamberlain

Alex Oxlade-Chamberlain berduel lawan Nathan Redmond di laga Liverpool vs Southampton di Anfield, 9 Mei 2021. (c) Pool PA via AP Photo

Bicara statistik, performa Alex Oxlade-Chamberlain terbilang mengecewakan. Bahkan, kabarnya dia masuk daftar jual Liverpool untuk bursa transfer musim panas mendatang.

Chamberlain baru berusia 28 tahun, seharusnya bisa jadi salah satu gelandang andalan Klopp. Namun, musim ini dia semakin tenggelam di bangku cadangan karena kalah bersaing dengan rekan-rekannya.

Tercatat, Chamberlain hanya menempuh 29 penampilan, 12 di antaranya sebagai pemain pengganti. Dia main 9 kali di Premier League, 8 sebagai pengganti.

Di Piala Liga, Chamberlain tiga kali jadi starter, tapi kontribusnya minim. Di Piala FA, dia dua kali jadi starter dan tidak banyak membantu tim.

Chamberlain sebenarnya masih bisa jadi starter di klub-klub medioker Premier League seperti Crystal Palace atau Southampton. Jadi, kemungkinan besar dia akan meninggalkan tim musim panas ini.

4 dari 6 halaman

Menuju final Liga Champions

Skuat Liverpool merayakan gol Andrew Robertson ke gawang Wolverhampton di pekan ke-38 Premier League 2021-22 di Anfield, Minggu (22/05/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Liverpool masih bisa menutup musim 2021/22 dengan lebih baik. Akhir pekan ini, Minggu (29/5/2022), The Reds akan menghadapi Real Madrid di panggung final Liga Champions 2021/22.

Tentu, The Reds akan memasuki laga itu dengan ambisi besar. Ada ambisi balas dendam, ada pula ambisi setelah gagal mengenaskan di Premier League.

Final ini adalah ulangan duel 2017/18 lalu. Kala itu, Liverpool harus bertekuk lutut di hadapan Madrid dengan skor 1-3. Ada drama blunder Karius dan gol salto Gareth Bale di panggung final.

Memori kekalahan itu bakal jadi motivasi ekstra untuk skuad The Reds. Mohamed Salah sudah mengatakannya secara langsung, bahwa dia ingin

"Karena sebelumnya kami kalah di final melawan mereka [Madrid], saya ingin bermain melawan mereka [musim ini], dan semoga menang melawan mereka," ujar Salah.

Salah tidak banyak membantu tim di final 2017/18 lalu karena harus ditarik keluar di tengah laga. Jadi, jelas bahwa sekarang dia punya ambisi ekstra untuk membantu tim jadi juara.

Masalahnya, Madrid adalah salah satu lawan paling merepotkan di Liga Champions. Alih-alih juara, Liverpool mungkin harus kembali gigit jari dan menutup musim dengan dua trofi domestik saja. Mungkinkah skenario terburuk itu terjadi?

5 dari 6 halaman

Bagaimana musim depan?

Jurgen Klopp berbicara dengan Thiago di laga Liverpool vs Wolverhampton di Anfield, Minggu (22/05/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Berkaca pada musim ini, Liverpool terbukti sudah sangat kuat meski hanya dengan tambahan beberapa pemain. Musim depan seharusnya tidak jauh berbeda, The Reds masih akan bersaing di level top.

Klopp sudah meneken perpanjangan kontrak, kabarnya Mane dan Salah juga akan bertahan. Jadi, jika komposisi skuad tidak jauh berbeda, seharusnya tidak ada alasan Liverpool untuk tidak bermain di level top.

Biar begitu, Klopp juga harus melakukan sesuatu untuk tetap mengembangkan tim. Liverpool tidak boleh jalan di tempat, rival-rival akan semakin mendekat. Artinya, harus ada yang baru dari Liverpool.

Untungnya, beberapa musim terakhir Liverpool terbukti bisa melakukannya. Musim ini mereka mendongkrak level dengan merekrut Konate dan Diaz, dua pembelian top di tengah situasi sulit.

Bagaimanapun, Liverpool harus terlebih dahulu mengamankan tanda tangan Salah dan Mane. Dua pemain ini masih sangat penting, The Reds tidak bisa kehilangannya begitu saja.

6 dari 6 halaman

Gosip transfer Liverpool

Ekspresi Luis Diaz usai membobol gawang Tottenham, Minggu (8/5/2022) (c) AP Photo

Senin (23/5/2022) kemarin, Liverpool sudah menuntaskan transfer pertama untuk memperkuat tim musim depan. Mereka mengumumkan perekrutan Fabio Carvalho dari Fulham.

Carvalho adalah pemain didikan akademi Fulham. Sebelumnya ia pernah gabung tim akademi Benfica di Portugal. Liverpool sebelumnya sudah berusaha memboyong Fabio Carvalho dari Fulham pada bursa transfer musim dingin 2022 lalu.

Namun upaya mereka gagal karena terbentur batas waktu pendaftaran. Untungnya, musim panas ini transfer Carvalho berhasil dituntaskan Liverpool. Gelandang muda ini bakal jadi amunisi tambahan untuk memperkuat skuad Klopp.

Menariknya, hingga kini belum ada nama pemain lain yang benar-benar dikabarkan dekat dengan Liverpool. The Reds tampak berhati-hati dalam membidik pemain, tidak mau membuat langkah ceroboh.

Sebaliknya, justru lebih banyuak nama-nama yang dikabarkan bakal dilepas Liverpool. Salah satunya Alex Oxlade-Chamberlain yang sempat melewati dua bulan tanpa kesempatan bermain dan tidak ada tanda-tanda kontrak baru.

Liverpool juga bakal kehilangan Divock Origi yang dihubungkan dengan AC Milan. Artinya, Klopp mungkin merekrut striker sentral baru yang bisa jadi pelapis.

Selain nama-nama itu, tidak banyak aktivitas transfer yang ditunjukkan Liverpool. Mungkin mereka akan mulai bergerak agresif setelah final UCL 2021/22 nanti.

Sumber: Bola, Liverpool, Premier League, Whoscored

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR