BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Bagaimana Perasaan Michy Batshuayi Jadi Penghias Bangku Cadangan Chelsea?

18-11-2019 11:39 | Yaumil Azis

Skuad Chelsea merayakan gol Michy Batshuayi ke gawang Manchester United. (c) AP Photo
Skuad Chelsea merayakan gol Michy Batshuayi ke gawang Manchester United. (c) AP Photo

Bola.net - Berulang kali Michy Batshuayi telah membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi andalan di lini depan Chelsea. Tapi sampai sekarang, ia masih belum beranjak dari bangku cadangan.

Penyerang berkebangsaan Belgia tersebut sudah mencetak lima gol dari 11 penampilannya di semua kompetisi. Patut dicatat bahwa torehannya itu diraih dengan kebanyakan sebagai pemain pengganti.

Frank Lampard masih enggan memberinya kesempatan untuk terlibat lebih lama dalam satu laga. Walau Batshuayi pernah menjadi penyelamat Chelsea dalam pertemuan perdana kontra Ajax di fase grup Liga Champions.

Tapi wajar bila Lampard tak bisa memberinya kesempatan bermain lebih sering. Sebab striker muda Chelsea, Tammy Abraham, juga sedang apik. Pemain berumur 22 tahun itu sudah mencetak 10 gol dari 12 laga di Premier League.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Tetap Cinta

Menengok perbandingan gol dan menit bermain Batshuayi sejauh ini, bukan tidak mungkin ia bisa menorehkan lebih banyak jika sering dimainkan sebagai starter di klub lain. Akan tetapi, ia tidak merasa kesal.

Chelsea sudah ibarat rumah baginya. Jadi, walaupun lebih banyak bermain sebagai pengganti, ia tetap rela bertahan di Stamford Bridge.

"Saya belum pernah dimainkan sebagai starter secara penuh, namun Chelsea adalah klub saya, di situlah saya merasa seperti di rumah. Sebuah klub yang saya cintai sedalam-dalamnya," ujar Batshuayi dikutip dari Metro.

2 dari 2 halaman

Batshuayi Semakin Dewasa

Dulu, sewaktu masih muda, Batshuayi mengaku pernah mengalami masalah dengan kedisiplinan. Namun seiring waktu berjalan, pemain berumur 26 tahun tersebut sudah merasa jauh lebih dewasa dari sebelumnya.

Ia juga pernah dianggap sebagai sosok yang tak pernah serius di atas lapangan. "Itu benar, tapi saya memilih momen: Saat masih 0-0 saya akan bermain serius, saat 2 atau 3-0 saya akan bermain-main," sambungnya.

"Menjadi keren adalah bagian dari kepribadian saya. Namun benar: tekanan dalam sepak bola menunjukkan kebutuhan untuk tampil apik dan menang. Kompetisi berjalan semakin sengit, dan keseriusan sangatlah dibutuhkan," tutupnya.

(Metro News)

KOMENTAR