BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Awas, Thomas Tuchel! Banyak Musuh dalam Selimut di Chelsea

28-02-2021 22:32 | Yaumil Azis

Thomas Tuchel. (c) Pool Getty via AP Photo Thomas Tuchel. (c) Pool Getty via AP Photo

Bola.net - Legenda Manchester United, Gary Neville, memberikan peringatan kepada pelatih Chelsea saat ini, Thomas Tuchel. Ia berkata kalau masa depan Tuchel bergantung pada perasaan para pemainnya.

Sejauh ini, The Blues belum pernah menelan kekalahan selama ditangani Tuchel. Dari delapan pertandingan yang telah dilakoni di semua kompetisi, mereka sudah meraih enam kemenangan dan dua hasil imbang.

Kendati demikian, tantangan yang paling besar baru akan datang pada pekan ini dan di hari Jumat (5/3/2021) nanti. Ya, Chelsea akan menjamu Manchester United hari Minggu (28/2/21) malam ini dan bertandang ke markas Liverpool beberapa hari setelahnya.

Dua pertandingan tersebut sangat penting buat Chelsea. Terutama untuk menentukan apakah mereka layak diberi tiket berpartisipasi di ajang Liga Champions musim depan.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Banyak Musuh dalam Selimut

Kalau nasibnya berjalan baik, Tuchel mungkin akan bertahan di Chelsea lebih dari 18 bulan sebagaimana yang tercantum di dalam kontraknya. Namun Neville yakin kalau Tuchel takkan bertahan lama.

Pasalnya, Neville meyakini kalau budaya Chelsea dalam memecat pelatih bukan dikarenakan kualitas, melainkan keinginan para pemain untuk memainkan ide baru. Kalau Tuchel tak bisa menyajikan itu, maka para pemain bakalan bersatu untuk mendepaknya.

"Ada banyak pemain bagus di Chelsea. Dan pemain bisa berkembang dengan ide baru, lalu mereka merasa bosan, dan kemudian mengusirnya dan mereka akan membawa orang lain masuk ke dalam tim," ujar Neville dalam kanal Youtube Webby & O'Neill.

"Lalu anda akan mengatakan pertanyaan yang sama lagi dalam dua tahun, terutama di Chelsea, selalu saja 18 bulan dan dua tahun, kami tahu apa yang terjadi di sana," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Didukung Sikap Tak Sabaran Klub

Sikap buruk para pemain ini didukung secara tak langsung oleh manajemen yang tidak sabaran. Mereka tidak sungkan memecat pelatih, mengeluarkan uang berlebih, agar bisa meraih prestasi dalam waktu singkat.

"Mereka tidak memberi [pelatih] dua atau tiga tahun yang anda butuhkan untuk sukses, untuk membuktikan bahwa anda punya ide yang diinginkan pemilik klub. Mereka menginginkan hasil dengan cepat," katanya lagi.

"Dengan uang yang mereka hamburkan pada musim panas, mereka butuh hasil. Mereka membawa pelatih yang tahu apa yang harus dia lakukan," pungkasnya.

(Metro)

KOMENTAR