Astaga! Granit Xhaka Terlibat Kasus Judi Bola, Mafia Albania Ikut Campur?

Ari Prayoga | 5 Agustus 2022, 14:55
Gelandang Arsenal Granit Xhaka berjalan keluar lapangan setelah mendapat kartu merah saat bersua Liverpool. (c) AP Photo
Gelandang Arsenal Granit Xhaka berjalan keluar lapangan setelah mendapat kartu merah saat bersua Liverpool. (c) AP Photo

Bola.net - Kasus kartu kuning kontroversial gelandang Arsenal, Granit Xhaka berbuntut panjang. Kini, kasus ini dikabarkan memiliki kaitan dengan mafia Albania serta seorang tersangka match fixing.


Seperti diberitakan sebelumnya, kartu kuning yang didapat Xhaka dalam laga kontra Leeds United pada Desember 2021 lalu diselidiki oleh Badan Kriminal Nasional Inggris.

Xhaka sengaja mengulur-ulur waktu dengan terus menunda untuk melakukan tendangan bebas. Tindakan Xhaka mencurigakan mengingat Arsenal kala itu sedang unggul 4-1 dan tidak ada urgensi mendesak untuk melakukannya karena pertandingan sudah memasuki menit ke-86.

1 dari 3 halaman

Sangat Mencurigakan

Granit Xhaka merayakan gol ke gawang Manchester United pada laga pekan ke-34 Premier League 2021/2022 di hadapan fans Arsenal (c) AP Photo

Granit Xhaka merayakan gol ke gawang Manchester United pada laga pekan ke-34 Premier League 2021/2022 di hadapan fans Arsenal (c) AP Photo

Menariknya, saat itu ada seorang penjudi yang memasang taruhan senilai 65 ribu poundsterling bahwa Xhaka akan mendapat kartu kuning dalam laga tersebut.

Sang pemasang akhirnya menang dan mendapat uang senilai 250 ribu poundsterling setara dengan kurang lebih 4,5 miliar rupiah.

Setelah sempat dilakukan penyelidikan oleh federasi sepak bola Inggris, kini Badan Kriminal Nasional Inggris memberikan perkembangan terbaru mengenai kasus ini.

2 dari 3 halaman

Bukti Baru

Pemain Chelsea, Hakim Ziyech (kiri) dan pemain Arsenal, Granit Xhaka dalam laga pramusim 2022 di Amerika (c) AP Photo

Pemain Chelsea, Hakim Ziyech (kiri) dan pemain Arsenal, Granit Xhaka dalam laga pramusim 2022 di Amerika (c) AP Photo

Badan Kriminal Nasional Inggris kini menemukan bukti baru dalam kasus ini, yakni jumlah taruhan dengan nilai signifikan yang dilakukan seseorang lewat media krypto di Albania.

Selain itu, Badan Kriminal Nasional Inggris juga mengklaim bahwa seorang mantan striker Swedia keturunan Albania, Alban Jusufi memasang taruhan dengan nilai besar bahwa Xhaka akan mendapat kartu kuning.

Menariknya, Alban Jusufi pernah dinyatakan bersalah dalam kasus penyuapan terhadap kiper AIK, Kyriakos Stamatopoulos agar bermain buruk melawan IFK Gothenburg pada 2017 silam.

Meski lahir dan besar di Swiss serta kini menjadi pemain tim nasional Swiss, Xhaka merupakan pria keturunan Albania.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR