BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Arsenal vs Manchester United: 5 Pelajaran dari Kemenangan Perdana Arteta

02-01-2020 12:00 | Dimas Ardi Prasetya

Premier League, Arsenal 2-0 Manchester United (c) Bola.net Premier League, Arsenal 2-0 Manchester United (c) Bola.net

Bola.net - Ada setidaknya lima hal yang bisa dipelajari dari pertandingan big match antara Arsenal vs Manchester United, Kamis (02/01/2020) dini hari WIB.

Arsenal menjamu Manchester United di Emirates Stadium di matchday 21 Premier League. The Gunners memiliki misi untuk mencari kemenangan perdana di era Mikel Arteta.

Sementara itu Ole Gunnar Solskjaer berusaha untuk bisa mencari konsistensi bagi pasukan Manchester United. Setan Merah bisa mengawali laga dengan cukup meyakinkan.

Arsenal sendiri tampak menjalani start yang lambat. Namun mereka bisa mencetak gol cepat dari Nicolas Pepe pada menit kedelapan. Dengan kaki kirinya, ia menendang bola hasil umpan Sead Kolasinac dari sisi kiri lapangan.

Arsenal kemudian apik dan membuat MU nyaris tak berkutik. Mereka sempat mendapat setidaknya dua peluang lagi mencetak gol. Pada akhirnya mereka bisa mencetak satu gol lagi melalui Sokratis Papastathopoulos pada menit ke-42.

MU sempat bisa menekan balik Arsenal pada babak kedua. Namun mereka kesulitan mencetak gol meski sempat mendapat beberapa peluang, termasuk sontekan Marcus Rashford yang memanfaatkan umpan lambung Juan Mata.

Pada akhirnya, Arsenal bisa menang 2-0 atas Manchester United. Mikel Arteta mendapatkan kemenangan pertamanya setelah melakoni tiga laga bersama The Gunners.

Dari pertandingan Arsenal vs Manchester United ini, ada beberapa poin yang bisa dipelajari. Apa saja itu? Simak di bawah ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Team Work Lebih Padu

Polesan tangan dingin Mikel Arteta makin terlihat jelas di laga ini. Para pemain Arsenal mampu bermain lebih kompak sebagai sebuah kesatuan.

Mereka bermain menyerang dengan kompak, meski awalnya sempat memulai laga dengan kurang solid. Saat ada pemain yang menguasai bola, rekannya yang lain sangat tanggap. Mereka akan segera mencari posisi untuk bisa menerima bola hingga sang rekan tak berlama-lama menari dengan si kulit bundar, yang berpotensi membuat lawan merebutnya.

Contohnya yang dilakukan duo fullback Arsenal. Mereka solid bertahan namun juga aktif membantu serangan. Saat maju, mereka bisa memecah konsentrasi para pemain bertahan United hingga membuat dua penyerang, Pierre-Emerick Aubameyang di kiri dan Nicolas Pepe di kanan, bisa cukup leluasa menebar ancaman dari posisi masing-masing.

Begitu juga saat bertahan. Para pemain Arsenal memiliki pergerakan tanpa bola yang bagus. Mereka mampu bergerak secara kolektif dalam bertahan, khususnya di lini tengah. Hal ini membuat United kesulitan untuk bisa menyalurkan bola dari belakang ke tengah atau pun ke depan. Granit Xhaka dan Lucas Torreira khususnya patut diacungi jempol dalam hal ini.

Jika bisa membenani fisiknya, Arsenal jelas akan mampu tampil lebih baik ke depannya. Manchester United sendiri baru bisa menekan di babak kedua setelah intensitas permainan The Gunners menurun.

2 dari 5 halaman

Potensi Lini Serang

Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette sebelumya tak sering dimainkan bersamaan. Namun di laga ini Mikel Arteta memainkan mereka sejak awal.

Selain itu ia juga memainkan Nicolas Pepe. Lacazette di pos penyerang tengah, Pepe di sayap kanan dan Aubameyang di sayap kiri.

Hasil racikan Arteta ini sangat memuaskan. Pepe bisa meneror pertahanan kiri United yang ditempati oleh Luke Shaw.

Di kanan, Aubameyang kerap merepotkan Aaaron Wan-Bissaka. Eks bek Crystal Palace itu pun jadi lebih sering tertahan di belakang.

Hasilnya, Pepe bisa mencetak satu gol di laga ini. Ia juga nyaris mencetak assist bagi Aubameyang tak lama setelah mencatatkan namanya di papan skor. Ia juga nyaris mencetak gol lagi saja jika tendangannya jelang babak pertama berakhir tak membentur tiang gawang.

Jika mereka makin padu, dan kondisi fisiknya lebih baik, tim-tim Premier League lainnya wajib waspada. Mereka akan jadi trio lini serang maut yang sudah lama diidamkan oleh fans Arsenal.

3 dari 5 halaman

Mesut Ozil Tunjukkan Kelasnya

Mesut Ozil sudah lama dicaci oleh para penggemar Arsenal sendiri. Sebab ia dianggap hilang di laga-laga besar dan tidak konsisten.

Namun di laga ini, pemain asal Jerman tersebut tampaknya bakal bisa membuat para fans mulai berubah pikiran. Sebab performanya memang bagus.

Ia seperti terlahir kembali. Ozil memang tak terlalu aktif dalam bertahan. Namun saat memulai serangan balik, ia menunjukkan kelasnya. Lawan cukup kesulitan merebut bola dari kakinya.

Penempatan posisinya bagus. Dan yang lebih bagus lagi adalah ia bisa membuat rekan-rekannya bisa merancang atau mendapat peluang apik berkat umpan-umpannya, khususnya bola-bola terobosannya.

Mesut Ozil mungkin sudah kembali ke performa terbaiknya. Tinggal menunggu apakah ia bisa mempertahankan performa ini.

4 dari 5 halaman

Jesse Lingard yang Memble

Jesse Lingard masih dipercaya oleh Manchester United. Ia dijadikan starter di laga lawan Arsenal ini.

Namun ia tak bisa berbuat banyak di laga ini. Solskjaer pun menariknya keluar pada menit ke-58 dan digantikan oleh Andreas Perreira. Perreira sendiri mampu memberikan dampak instan begitu masuk ke lapangan.

Dengan ini, Lingard memperpanjang paceklik gol dan assistnya. Sejauh ini, ia tak bisa menyumbangkan satu pun gol atau assist dalam 29 laga di Premier League.

Menariknya saat ditarik keluar, Lingard sempat mendapat cemoohan dari fans Arsenal. Hal ini tak lepas dari aksinya pada musim lalu.

Saat itu ia menjebol gawang Arsenal di ajang FA Cup. Ia kemudian melakukan selebrasi dengan meniru gerakan Moonwalk Michael Jackson.

Aksinya tak berhenti sampai di situ. Ia kemudian kembali mengulang selebrasi itu dan mengunggahnya di akun Instagramnya.

5 dari 5 halaman

Masa Depan Paul Pogba

Fans Manchester United mengharapkan Paul Pogba untuk dimainkan di laga lawan Arsenal ini. Namun mereka terpaksa gigit jari.

Pogba sebelumnya sudah bermain sebagai pemain pengganti di laga lawan Newcastle. Namun ia absen di laga lawan Burnley.

Pemain asal Prancis itu ternyata mengalami cedera lagi. Sebelum pertandingan, Ole Gunnar Solskjaer mengumumkan bahwa Pogba mengalami masalah pada engkelnya.

Man United sebelumnya sudah terbiasa bermain tanpa Pogba. Di tengah sudah ada Fred dan McTominay yang performanya mulai meningkat. Meskipun, untuk laga big match mereka mungkin butuh bantuan seorang gelandang yang kreatif.

Dengan situasi ini, bisa jadi Setan Merah akan mengatakan cukup. Percuma memiliki pemain yang dibeli dan digaji tinggi tapi jarang main dan sering menyebabkan kontroversi di luar lapangan.

Kontrak Paul Pogba akan berakhir musim panas 2021 mendatang. Jika menjualnya sekarang, mereka masih akan mendapat pemasukan yang cukup besar. Uang itu bisa dibelikan pemain baru untuk menyelamatkan musim Manchester United, khususnya pemain yang kreatif di lini tengah.

(Mirror/football365)

KOMENTAR