Arsenal Tidak Bisa Disebut Gagal, Man United Tuh yang Gagal!

Richard Andreas | 18 Mei 2022, 12:00
Ekspresi kekecewaan para pemain Arsenal dalam laga versus Tottenham, Jumat (13/5/2022) (c) AP Photo
Ekspresi kekecewaan para pemain Arsenal dalam laga versus Tottenham, Jumat (13/5/2022) (c) AP Photo

Bola.net - Musim Arsenal bisa jadi berakhir buruk. The Gunners seharusnya ada di posisi unggul dalam balapan empat besar, tapi kini mereka menggantungkan harapan pada kegagalan tim lain.


Bencana Arsenal terjadi dalam dua pertandingan terakhir. The Gunners dikalahkan Tottenham (0-3) dan Newcastle (0-2) secara beruntun, empat besar pun melayang.

Sebelum dua laga tersebut, Arsenal digadang-gadang mendapatkan slot terakhir empat besar. Mereka hanya perlu mengalahkan Tottenham untuk mengamankan posisi tersebut.

Nahas, Arsenal justru kalah telak, Mikel Arteta pun dikritik karena tidak bisa menjaga mental skuad muda the Gunners.

1 dari 4 halaman

Mengecewakan

Kegagalan Arsenal juga diamati oleh analis Premier League, Darrent Bent. Dia tahu dua kekalahan terakhir sangat mengecewakan bagi fans The Gunners. Menurutnya, Arsenal tidak bisa menghadapi tekanan.

"Ini mengecewakan dan sayangnya untuk Arsenal, ketika mereka perlu menujukkan ketenangan dan disiplin, mereka justru gagal melakukannya. Performa lawan Spurs benar-benar buruk," ujar Bent di talkSPORT.

"Mereka menyambangi Tottenham Hotspur Stadium dan dihajar di sana. Rob Holding kehilangan ketenangan, penalti, atmosfer itu."

"Mereka tidak bisa mengatasi besarnya tekanan di situasi ini. Mereka mungkin tertekan ketika mendengar bahwa empat besar ada dalam genggaman," imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Bukan kegagalan

Skuad Arsenal merayakan gol Eddie Nketiah ke gawang Leeds United, Minggu (8/5/2022) (c) AP Photo

Skuad Arsenal merayakan gol Eddie Nketiah ke gawang Leeds United, Minggu (8/5/2022) (c) AP Photo

Setelah dua kekalahan beruntun itu, skuad Arsenal terus dikritik, Arteta pun dikecam. Kendati demikian, Bent berani maju membela. Dia yakin bahwa finis peringkat lima pun bukan hal buruk.

"Dengar, tidak bisa mencapai empat besar bukanlah kegagalan. Saya sudah mendengar banyak orang menyebut mereka gagal," sambung Bent.

"Arsenal finis di peringkat delapan musim lalu dan awal musim ini mereka ada di dasar klasemen setelah tiga pertandingan. Sekarang mereka akan kembali ke Eropa, bagaimana bisa disebut kegagalan?

3 dari 4 halaman

MU contoh kegagalan

Bent lalu mencoba membuat perbandingan antara Arsenal dan MU. Menurutnya, jika bicara soal kegagalan, justru Setan Merah yang bisa dianggap gagal.

"Lihat saja Man United, mereka finis di peringkat dua musim lalu dan sekarang tampaknya mereka akan finis peringkat enam atau tujuh," lanjut Bent.

"Padahal mereka sudah membeli Raphael Varane, Jadon Sancho, dan Cristiano Ronaldo. Itulah kegagalan!" tandasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR